PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA MINERAL BERWAWASAN LINGKUNGAN (Studi Kasus Kabupaten Halmahera Utara)

Ali Yusra Jolo, Rudi S Gautama

Sari


SARI

Keterdapatan potensi sumber daya mineral mempunyai peran strategis untuk mempercepat laju pembangunan di Kabupaten Halmahera Utara dimana status wilayah dalam katogori daerah tertinggal. Pengelolan potensi sumberdaya mineral yang dieksploitasi tentu mempunyai tantangan yang cukup berat karena pada wlilayah izin usaha pertambangan terdapat potensi sumber daya alam lainnya seperti kehutanan, kawasan pertanian dan kelautan. pengobtimalkan potensi sumberdaya mineral diperlukan kajian lingkungan hidup strategis untuk menetukan arah kebijakan pengelolaan kegiatan pertambangan sehingga diharapakan dapat meminimaliskan potensi pencemaran dampak negatif lingkungan. Pengelolaan sumberdaya mineral juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sektor lainnya, sehingga mempercepat laju pembangunan daerah disamping meminimalkan  potensi dampak lingkungan sehingga manfaat dari sumberdaya mineral dapat dioptimalkan . Oleh karenanya perlu menentukan arah kebijakan pengelolaan potensi sumberdaya mineral di Kabupaten Halmahera Utara yang berwawasan lingkungan. Kondisi eksisting di Kabupaten Halmahera Utara menunjukan hampir seluruh wilayah daratan merupakan kawasan kehutanan dengan persentase 87 %, sedangkan sisanya adalah areal penggunaan lain (APL). Selain itu dalam megeksploitasi potensi sumberdaya mineral juga berdampak terhadap kelautan dan spesies endemik serta pendapatan nelayan.  Arahan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan pertambangan emas diantaranya ialah membatasi luas bukaan sehingga ekosistem lokal terjaga yang menyebabkan spesies endemik berupa burung Bidadari dan Kakatua Putih tidak berkurang bahkan tidak punah, Pengelolaan air asam tambang dengan melakukan overburden management plan dan water management dan limbah pengolahan bijih perlu diproses dengan detoksifikasi. Arahan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan pertambangan Nikel diantaranya membatasi luas bukaan sehingga potensi erosi dapat berkurang, pengelolaan air dengan melakukan water management sehingga laut di desa Gonga Kecamatan Tobelo Timur tidak tercemar dan pengelolaan lahan bekas tambang. Arahan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan pertambangan Mangan diantaranya membatasi luas bukaan sehingga potensi erosi di Pulau Doi Kecamatan Loloda Kepulauan dan erosi di Kecamatan Loloda Utara serta Galela Utara dapat dikurangi, pengelolaan air dengan melakukan water management sehingga sungai Ake Pacak, Ake Supu dan Ake Mela dan laut di Kecamatan Loloda Utara, Galela Utara serta Loloda Kepulauan tidak tercemar, pengolahan tailing, pengelolaan tailing dapat dilakukan dengan lapisan air permanen, cladding dan capping dan pengelolaan lahan bekas tambang. Arahan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup kegiatan pertambangan pasir besi diantaranya pencegahan abrasi dengan dengan melakukan penanaman mangruve, budidaya terumbu karang dan pembuatan tanggul penahan ombak, penambahan atau penetapan daerah perlindungan dan penguatan status konservasi untuk melindungi spesies endemik burung momua di Kecamatan Galela Utara, membatasi perizinan eksploitasi pertambangan di sempadan pantai serta pemberdayaan masyarakat nelayan.

Kata Kunci: APL, Halmahera Utara, pertambangan, water management, tailing


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Asdak, Chay. 2012. Kajian Lingkungan Hidup strategis: jalan menuju pembangunan berkelanjutan. Gadjah Mada Unirversity press, Yogyakarta

BPS, 2013. Kabupaten Halmahera Utara Dalam Angka Tahun 2013

Hudson, L.Travis., Fox D Frederick dan Plumlee S Geoffrey. 1999. Metal Mining and the environment,Amerika,American Geological Institute

Hasyim, Wahab Abd. 2007. Keberlanjutan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat tanpa Tambang Nikel, Bogor, IPB

Katili dan Tjia, H.D. 1980. Geotectonic of Indonesia, a modern view, Department of Geology, Bandung Institute of Technology

Kendarsi dan Marjono. 1969. Bahan-bahan galian di daerah Provinsi Maluku, Dinas Eksplorasi, Direktorat Geologi, Bandung

Kisman. 2006. Eksplorasi pasir besi di daerah kecamatan Galela Utara, Pusat Sumberdaya Geologi

___________, Laporan Akhir Addendum Studi Kelayakan Sebagian Wilayah KK (25.852 Ha) Kencana 1, Kencana 2 dan Kencana Link, PT. Nusa Halmahera Minerals

Latifah siti, 2003, Kegiatan Reklamasi Lahan Pada Bekas Tambang, Universitas Sulawesi Utara.

Mitchell, Bruce, B. Setiawan, Rahmi Hadi Dwita. Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan. Gadjah Mada Unirversity press, Yogyakarta

Meliani, Diah. 2011. Daya Dukung Lingkungan Kecamatan Rasau Jaya Berdasarkan Ketersediaan Dan Kebutuhan Lahan, Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Raden Ince, Pulungan, M. Saleh, Tamrin dan Dahlan Moh. 2010. Kajian Dampak Penambangan Batubara Terhadap Pengembangan Sosial Ekonomi dan Lingkungan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Jakarta, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian dalam Negeri

Republik Indonesia. 2008. Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Republik Indonesia. 2008. Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan yang Berlaku pada Departemen Kehutanan.

Republik Indonesia. 2008. Peraturan Menteri Kehutanan No. 56 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penentuan Luas Areal Terganggu dan Areal Reklamasi dan Vegetasi untuk Perhitungan Penerimaan Negara Bukan Pajak Penggunaan Kawasan Hutan.

Rachmat, M. J. 1955. Peninjauan Cebakan Bijih Mangan di P. Doi, Urusan Geologi Ekonomi, Djawatan Geologi, Bandung

Spitz Karlheinz dan Trudinger John. 2009. Mining and the Environment from ore to metal.Taylor & Francis Group.

Triadiyoga, Guruh Charismaputra. 2011. Geologi dan Hubungan Urat Kuarsa Terhadap Mineralisasi, Daerah Toguraci dan Sekitarnya, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara

Suparmoko,M. 2008. Ekonomi sumber daya alam dan lingkungan suatu pendekatan teoritis,edisi 4 revisi, UGM, Yogyakarta

Yunianto, Bambang. 2008. Kajian Permasalahan sosial ekonomi Rencana Pengembangan dan Pengolahan Pasir Besi dipantai selatan Kulon Progo Yogyakarta,Bandung,Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara

Suparmoko. M. 2012. Ekonomi sumber Daya Alam dan Lingkungan (suatu pendekatan teoritis), Yogyakarta, UGM


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Techno: Jurnal Penelitian is Indexed By:

    

 

STATISTIK JURNAL