Kandungan Merkuri dan Asam Sianida Pada Kerang Polymesoda sp di Teluk Kao Halmahera Utara

Reni Tyas asrining Pertiwi

Sari


Kesehatan manusia sebagian besar ditentukkan oleh makanannya. Makanan yang disarankan harus memenuhi kebutuhan gizi, rendah akan mikroorganisme patogen, demikian juga dengan kontaminan kimia (Marti et al., 2007). Menurut Simangge, (2011) beberapa jenis ikan yang telah diteliti di Teluk Kao dalam tingkatan membahayakan karena mengandung sianida. Sumber protein lain yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Teluk Kao yaitu kerang Kepah (Polymesoda sp). Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengkaji kandungan merkuri dan asam sianida pada kerang kepah Polymesoda sp yang di konsumsi oleh masyarakat sekitar Teluk Kao. Dengan mengetahui hasil kajian ini diharapkan hal dapat mengartikan tingkat keamanan kerang kepah Polymesoda sp layak tidaknya untuk dikonsumi oleh manusia. Metode yang digunakan untuk mengetahui kandungan merkuri dalam kerang kepah Polymesoda sp yaitu AAS dengan menggunakan pereaksi aquaregia dan analisis kandungan asam sianida pada kerang dengan menggunakan metode argentometri dengan pereaksi AgNO3. Hasil yang didapatkan yaitu kandungan merkuri (1.24 – 3.49 mg/kg) dan asam sianida (14.55 – 24.11 mg/kg) pada Polymesoda sp di Teluk Kao telah melebihi ambang batas yang telah ditetapkan yaitu 0.5 mg/kg untuk merkuri dan 1.5 untuk sianida (WHO, 2004). Hal ini mengartikan bahwa kerang kepah Polymesoda sp di Teluk Kao tidak layak untuk dikonsumsi.


Kata Kunci : Asam Sianida, Merkuri, Polymesoda sp


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Darmono, 2008. Lingkungan Hidup dan Pencemaran : Hubungannya dengan toksikologi senyawa logam. UI-Press. Jakarta.

EPA, 1978. U.S, Environmental Protection Agency. Code of Federal Regulation 40 CFR 180.3

FAO/WHO, 2004. Summay of Evaluations Ferformade by Jint FAO/WHO Expert Committee of Food Additives (JECFA 1956-2003). ILSI Press International Life Science Institutes.

Kaercher, L.E, Goldsmicth, F., Paniz, J.N.G., Flores, E.M.M., Dressler, V.L., 2005. Determination of inorganic and total mercury by vapor generation atomic absorption spectrometry using different temperatures of the measurement cell. Spectrochimica Acta Part B 60 (5), 705-710.

Matta, J., Milad, M., Manger, R., and Tosteson, T. 1999. Heavy metals, lipid peroxidation and cigateratoxicity in the liver of Caribben barracuda (Sphyraena barracuda). Biological Trace Element Research. 70. 69-79.

Marti Cid R, Anan Bocia, Juan M. Llobet, Jose L. Domingo, 2007. Intake of chemical contaminants through fish and seafood consumption by children of Catalonia, Spain: Health risks. ScienceDirect, Food and Chemical Toxicology 45 (2007) 1968-1974.

Murata K, P. Grandjean, M. Dakeishi, 2007. Neurophysiological evidence of methylmercury neurotoxicity. Am J. Ind. Med 50. 765-771.

Niazi, A., Momeni-Isfahani, T., Ahmari, Z., 2009. Spectrophotometric determination of mercury in water samples after cloud point extraction using nonionic surfactant Triton X-114. Journal of Hazardous Materials 165, 1200-1203.

Simangge, S.M, 2011. Analisis kandungan merkuri dan sianida pada beberapa jenis ikan hasil tangkapan nelayan di Teluk Kao Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Agroforestri Vol VI (2). ISSN 1907-7556 : 103-108.

Ye B.C, Yin B.C. 2008. Highly sensitive detection of mercury (II) ions by fluorescence polarization enhanced by gold nanoparticles. Angewandte Chemie. International Edition. 47.8386-8389.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Techno: Jurnal Penelitian is Indexed By:

    

 

STATISTIK JURNAL