Gambaran Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan

Andi Agus

Sari


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati gambaran kehidupan social ekonomi masyarakat pesisir di Kota Makassar, Daerah Galesong di Kabupaten Gowa dan Takalar serta Bira, Tana Beru dan Kajang, Kabupaten Bulukumba.  Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dengan melakukan kunjungan lapangan (field work) dan wawancara.  Benteng Somba Opu adalah peninggalan sejarah Kerajaan Gowa-Tallo di Kabupaten Gowa dan Benteng Fort Rotterdam atau Ujung Pandang sering juga disebut Benteng Pannyua berada di Kota Makassar, sementara di Balla Lompoa masih bisa ditemui benda-benda peninggalan sejarah atau pusaka Kerajaan ini jaman dulu.  Galesong adalah daerah yang secara administrasi tergabung dalam Kabupaten Gowa dan Takalar, penduduknya bermata pencaharian petani dan nelayan dan menjadi salah satu penyuplai bahan pangan di Kota Makassar dari jaman dulu sampai sekarang serta menggunakan bahasa Makassar dalam berkomunikasi sehari-hari.  Penduduk Bira, Ara dan Tana Baru serta Kajang menggunakan Bahasa Konjo, sub bahasa dari Makassar dengan pekerjaan utama melaut dan membuat serta melayarkan perahu pada penduduk Bira, Ara dan Tana Beru.  Penduduk Kajang terdiri dari Kajang Dalam dan Luar dimana Kajang dalam masih mempertahankan aturan adat yang diketuai oleh Ammatoa dibantu oleh beberapa tetua adat dengan bekerja sesuai dengan aturan adat, sementara Kajang Luar sudah beradaptasi dengan perubahan.  Pekerjaan mereka umumnya bertani dan menjadi nelayan.

 

Kata Kunci : Ammatoa, Gowa-Tallo, Kajang, Makassar, Sosial Ekonomi

 

Abstract

 

The purpose of this research are to observe description of social economic of coastal community in Makassar Manucipality, Galesong Region in Gowa District and Takalar District and also Bira, Tana Beru and Kajang in Bulukumba District.  Research method using at this research is research method description with collecting data through field work and interviews.  Somba Opu Bastiong is inheritancing history of Gowa-Tallo Empire at the Gowa District while Fort Rotterdam or Ujung Pandang and also called Pannyua Bastiong is locating at Makassar Manucipality.  Balla Lompoa or Called Home Bigger is found history inheritance of this empower since several centuries ago.  Galesong is region as an administrative including to Gowa District and Takalar district which its inhabitants are working as a farmer and fishermen whom they are supplying food to Makassar from former times to present and using Makassarese to communicate daily.  Bira, Ara, Tana Beru and also Kajang use Konjo, sub language of Makassarese to communicate as a working go to the see and building or shilling ship.  Kajang inhabitants consisted of In Kajang and off Kajang whom In Kajang was still using custom and traditions rules of it who leader an ammatoa namely.  He assisted several the oldest person customs and traditions who worked according its rules while Off Kajang have been changing of adaptation.  They worked as a farmer and fishermen generally.

 

Key Word : Ammatoa, Gowa-Tallo, Kajang, Makassar, Social Economy

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonimous. 2018a. Fort Somba Opu Wiki-Visually. https://wikivisually.com/wiki/Fort_Somba_Opu. Diakses 22 Januari 2018.

_____________________b Fort Rotterdam – Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Fort_Rotterdam. Diakses 22 januari 2018.

Nuitja, I.N.S. 2010. Manajemen Sumberdaya Perikanan. PT. Penerbit IPB Press. Bogor.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Techno: Jurnal Penelitian is Indexed By:

    

 

STATISTIK JURNAL