PENGARUH IKLIM GLOBAL TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DI KOTA TERNATE

Aqshan Shadikin Nurdin

Sari


Kebakaran hutan menjadi isu utama dalam pengendalian hutan dan lahan. Faktor manusia dan iklim salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan, sehingga laju kerusakan hutan semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kebakaran hutan di sekitar kawasan hutan lindung dan memberi rekomendasi terhadap kegiatan pengendalian kebakaran hutan yang akan dilakukan oleh masyarakat di sekitar kawasan hutan lindung Kota Ternate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan responden wawancara dipilih secara purposive sampling dan cara mendapatkan informan dengan teknik ”Bola Salju”. Hasil penelitian menunjukan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi Sepanjang Tahun 2015, telah menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat baik kerugian ekonomis, kerugian ekologis maupun kerugian sosial, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi paling banyak terjadi di Kawasan Hutan Lindung dengan luas 113,89 Ha.

 

Kata kunci :  iklim, kebakaran, kawasan hutan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adingroho WC, Suryadiputra INN, Saharjo BH, Siboro L, editor. 2005. Panduan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut. Proyek Climate Change, Forest and Peatlands in Indonesia. Bogor: Wetlands International – Indonesia Programme and Wildlife Habitat Canada.

Brown AA, Davis KP. 1973. Forest Free Control & Use. New York: McGraw Hill Company.

[BTNGC] Balai Taman Nasional Gunung Ciremai. 2007. Buku Informasi Wisata Taman Nasional Gunung Ciremai. Kuningan: Balai Taman Nasional Gunung Ciremai.

[BTNGC] Balai Taman Nasional Gunung Ciremai. 2007. Pesona Gunung Tertinggi Jawa Barat. Kuningan: Balai Taman Nasional Gunung Ciremai.

[DEPPEN] Departemen Penerangan RI. 1977. Usaha Mencegah Bahaya Kebakaran. Jakarta: Proyek Pusat Publikasi Pemerintah.

Hadiprasetya Y , 2009. Identifikasi faktor penyebab kebakaran hutan dan upaya penanggulangannya di taman nasional gunung ciremai, jawa barat [Skripsi]. Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut pertanian Bogor.

Mangandar. 2000. Keterkaitan sosial masyarakat di sekitar hutan dengan kebakaran hutan: studi kasus di Propinsi Daerah Tingkat I Riau [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Monotoring dan Evaluasi Pemanfaatan Ruang Kota Ternate. 2012. http://www.monevkota-atr.com/index.php/blog/rtrw_ternate. [31 Jan 2016].

Peraturan Pemerintah RI Nomor 45 Tahun 2004. 2005. Perlindungan Hutan. Jakarta: Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan.

Sahardjo BH. 2003. Segitiga Api. Di dalam: Suratmo FG, Husaeni EA, Jaya NS, editor. Pengetahuan Dasar Pengendalian Kebakaran Hutan. Bogor: Fakultas Kehutanan, IPB. hlm 123-126.

Sitorus MTF. 1998. Penelitian Kualitatif Suatu Perkenalan. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB.

Siswanto W. 1993. Pengendalian Kebakaran Hutan di Indonesia. Di dalam: Prosiding Diskusi Pengendalian Kebakaran Hutan di Indonesia; Jakarta 27 Desember 1993. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. hlm 49- 67.

Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Winarto B. 2006. Kamus Rimbawan. Inter Aksara Prima. Jakarta: Yayasan Bumi Indonesia Hijau.




DOI: http://dx.doi.org/10.33387/tk.v7i2.713

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Techno: Jurnal Penelitian is Indexed By:

     

STATISTIK JURNAL