STUDI POTENSI KEPITING KENARI (Birgus latro) BERUKURAN DEWASA DI PANTAI BARAT PULAU TERNATE PROPINSI MALUKU UTARA

Supyan Supyan, Yuyun Abubakar

Sari


Kepiting kelapa (Birgus latro), merupakan salah satu organisme endemik yang saat ini tengah mengalami ancaman penurunan populasi dan perlu dikonservasi. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli – September 2015 di Pantai Barat Pulau Ternate dengan tujuan untuk mengetahui besarnya potensi kepiting kenari (berukuran dewasa) sebagai salah satu upaya pelestarian terhadap hewan yang dilindungi ini. metode yang digunakan adalah metode survey post facto melalui penandaan (Mark Recapture Methods) dengan lokasi sampling di Tadume Utara, Togafo 1, Togafo ujung selatan dan, Takome.   Selama pengamatan, induk kepiting kelapa yang ditemukan di stasiun Tadume ujung adalah 7 ekor, Togafo 3 ekor, Togafo ujung 5 ekor dan Takome 5 ekor masing-masng pada area 10.000 m2  (1 Ha).   Secara total, estimasi jumlah populasi kepiting kenari di lokasi penelitian adalah 46 individu per 40.000m2.  Jumlah sampel kepiting kelapa yang diperoleh selama penelitian berjumlah 20 ekor yang terdiri dari 13 ekor kepiting jantan dan 7 ekor kepiting betina. Hasil uji chi-kuadrat menunjukkan bahwa nisbah kelamin kepiting kelapa jantan dan betina yang tertangkap selama penelitian adalah 0,90 pada taraf signifikansi 5 %.  Hal ini berarti bahwa rasio kelamin jantan dan betina adalah 1:1 atau tidak terjadi penyimpangan nisbah kelamin antara jantan dan betina pada kepiting kelapa di Pulau Ternate.

 

Kata kunci : Birgus latro, kepadatan populasi, rasio kelamin, kepiting kelapa

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 2004. Endangered Species Protected on Chumbe Island. Internet Online http://www.indianocean.org/bioi nformatics/crabs/crabs/refer/crabib11.html. Dikunjungi pada Tanggal 22 Agustus 2004.

Amesbury SS. 2000. Biological Studies on the Coconut Crab (Birgus Latro) In the Mariana Islands. Agriculture Experiment Station. College of Agriculture and Life Sciences. The University of Guam. Guam.

Altevogt R, Davis TA. 1975. Birgus latro: India's monstrous crab. A study and an appeal. Bulletin of the Department of Marine Sciences, University of Cochin.

Brown IW, Fielder DR. 1991. The Coconut Crab: Aspects of the Biology and Ecology of Birgus latro in the Republic of Vanuatu. Australian Centre for International Agricultural Research. Canberra, Australia. 128 hal.

Badan Pusat Statistik Kota Ternate. 2014a. Statistik Daerah Kecamatan Pulau Ternate

BPS Kota Ternate

b. Kecamatan Pulau Ternate Dalam Angka. BPS Kota Ternate

Cameron, J.N, Mecklemberg. 1973. Aereal gas Exchanges in the Coconut Crab Birgus Latro with Some Notes on Gecarcoidea lalandii . Respiration Physiology 19 : 245-261.

Effendi M.I. 1979. Metode Biologi Perikanan. Penerbit Yayasan Dewi Sri. Bogor.

Eldredge LG. 1996. Birgus latro. In: IUCN 2 010 . IUCN Red List of Threatened Species. Version 2010. www.iucnredlist.org.

Diakses pada Tanggal 15 September 2015

Fletcher WJ. 1988. Growth and recruitment of the coconut crab Birgus latro (L) in Vanuatu. A report. Australian Centre for International Agricultural Research, Canberra, Australia: 35 –60.

Hsieh HL. 2004. Towards Wetland Restoration for the "Wetland Three Musketeers”, A Horseshoe Crab, A Fiddler Crab, and A Coconut Crab, (Online), Research Center for Biodiversity, academics nica Taipei, (biodiv.sinica.edu.tw, diakses 14 Mei 2008).

Indra, T.L., dan Astrid, D. 2010. Karakteristik Daerah Potensi Bencana Alam Gunung Api Pulau Ternate Maluku Utara. Departemen Geografi FMIPA UI. Jakarta

Miyake S. 1982. Japanese crustacean decapods and stomatopods in color. Hoikusha, Osaka, Japan. 261 pp

Monk A., De Fretes Y, Reksodihardjo-Liley G.2000. Ekologi Nusa Tenggara dan Maluku. Prenhallindo, Jakarta. 966 hal.

Pauly D, Morgan GR. 1987. Length based methods in fisheries research. ICLARM Conference Proceedings 13. 468 p.

Pratiwi R. 1989. Ketam Kelapa, Birgus latro (Linnaeus 1767) (Crustacea, Decapoda, Coenobitidae) dan Beberapa Aspek Biologinya. Oseana,14: No. 2 : 47-53.

Pratiwi R, Sukardi. 1995. Daur hidup dan Reproduksi Ketam Kelapa, Birgus latro (Crustacea,Decapoda, Coenobitidae ) . Oseana, 4 : 25-33.

Proyek Pengembangan Sumber Daya Alam H a y a t i P u s a t ( P P S D A H P ) . 1987/1988. Deskripsi Biota Laut Langka . Depar t e m e n Kehutanan Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. Bogor.

Ramli M, 1997. Studi Preferensi Habitat Kepiting Kelapa (Birgus latro L.) Dewasa di Pulau Siompu dan Liwutongkidi Buton, Sulawesi Te n g g a r a . Te s i s . Institut Pertanian Bogor. 63 hal

Schiller C, Fielder DR, Brow I.W, Obed A. 1991. Reproduction, Early Life History, and Recruitment. In: Coconut Crab: Aspects of Birgus latro biology and ecology in Vanuatu. Brown Iw, Fielder DR (eds), Aciar Monograph 8: 128 pp.

Seber GAF. 2002. The Estimation of Animal Abundance and Related Parameters. Caldwell, New Jersey: Blackburn Press. 2nd ed. ISBN 1-930665-55-5

Steel RGH, Torrie JH. 1989. Prinsip dan Pr osedur S t a t i s t i k a: Suatu Pendekatan Biometrik (Diterjemahkan oleh Bambang Sumantri). Edisi Kedua. PT Gramedia. Jakarta. 748 p.

Sulistiono, MM.Kamal, Nurlisa Butet dan Thomas Nugroho. 2009 . Kegiatan Penangkapan dan Pemasaran Lokal Kepiting Kelapa (Birgus Latro) di Pulau Yoi, Maluku Utara. Jurnal Ilmiah Tek n o l o g i d a n M a n a j e m e n Perikanan Tangkap. Dept. PSP IPB Bogor.

Supyan. 2013. Karakteristik Habitat Dan Tingkat Kematangan Gonad Kepiting Kelapa (Birgus latro) di Pulau Uta Propinsi Maluku Utara. Aquasains. Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan. Vol.1. No. 1, Edisi April. Hal 73-82.

Suryani. 2012. Bioekologi Dan Filogeni Molekuler Kepiting Kenari (Birgus lat r o L ) . Tesis. Universitas Sam Ratulangi. Manado. (Tidak terpublikasi)

Titaheluw, S .S. dan Karim A. 2014. Pembangunan Masyarakat Pesisir Kota Ternate. Coastal Community Development Project–International Fund For Agricultural Development. IFAD (CCDP-IFAD). Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Wells SM, Robert P, Collins NM. 1983. The IUCN Invertebrate Red Data Book. Gland, Switzerland: International Union of Conservation of Nature and Natural Resources

World Wildlife Fund. 2001. "Maldives- Lakshadweep-Chagos Archipelagotropicalmoistforests (IM0125)". Terrestrial Ecoregions. National Geographic. http://www.nationalgeographic. com/wild world/profile/terrestrial/im/im015.html. Retrieved April 15, 2009 Diakses pada tanggal 01 September 2015


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Techno: Jurnal Penelitian is Indexed By:

    

 

STATISTIK JURNAL