IMPLEMENTASI PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN DI PT. MITRA DANA TOP FINANCE KOTA TERNATE

Mardia Ibrahim, Amin Muhammad

Sari


Lembaga pembiayaan konsumen seakan-akan menjadi suatu alternatif lain bagi calon konsumen yang memilih keterbatasan untuk memperoleh barang yang di inginkan, hal ini akan semakin mudah apabila didukung cepatnya proses permohonan kredit pada perusahaan pembiayaan, kemudian ditawarkan menggunakan layanan pembiayaan dengan berpengaruh pada jumlah permohonan pembiayaan diajukan semakin meningkat. Kondisi ini cukup menjanjikan keuntungannya dan akan semakin bertambah calon konsumennya, akan tetapi peningkatan jumlah konsumen akan menjadi resiko, semakin meningkat terjadinya wanprestasi. Hak dan Kewajiban antara debitor dan kreditor telah dituangkan dalam klausul perjanjian, ini berarti klausul hak dan kewajibannya telah terpenuhi, namun klausul yang dibuat oleh PT. Mitra Dana Top Finance masih terdapat kalausul yang tidak seimbang dan masih merugikan salah satu pihak yaitu debitor. Wanprestasi yang di alami PT. Mitra Dana Top finance ini masih banyak dan PT. Mitra Dana Top Finance dalam hal mengeksekusi barang hanya memakai SP. 1, SP. 2, dan SP. 3 (surat kuasa) untuk mengeksekusi objek jaminan di tangan debitor tanpa menggunakan akta jaminan Fidusia.

Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33387/dejure.v1i1.1417

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.