ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN IKAN NGAWARO DI DESA WAYABULA DAN DESA BOBULA KECAMATAN MOROTAI SELATAN BARAT

Titien Sofiati, Isma Kastanya

Sari


Ikan ngawaro atau dikenal dengan nama lain ikan tore merupakan produk hasil perikanan unggulan dari Desa Wayabula dan Desa Bobula Kecamatan Morotai Selatan Barat. Proses pengolahan ikan ngawaro masih sederhana serta harga jual yang relative rendah. Dengan demikian perlu diketahui seberapa jauh usaha pengolahan ini layak secara finansial untuk terus dilanjutkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial dari usaha pengolahan ikan ngawaro di Kecamatan Morotai Selatan Barat. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi literature. Responden pada penelitian ini adalah semua pelaku usaha ikan ngawaro di Desa wayabula dan Desa Bobula yang berjumlah 15 responden. Analisis yang digunakan terdiri atas: analisis keuntungan, Revenue Cost rasio (R/C Ratio), NVP, BEP, dan Payback Period (PP). Hasil analisis finansial menunjukan bahwa investasi rata-rata pelaku usaha adalah Rp5.870.000, dengan total cost sebesar Rp4.682.400 per tahun. Keuntungan yang diperoleh pelaku usaha rata-rata sebesar Rp8.085.600. Dari modal usaha, pengusaha ikan ngawaro mencapai titik impas (nilai BEP) dengan memproduksi 284 unit dan jangka waktu pengembalian modal (PP) selama 1 tahun 1 bulan. Nilai NVP positif dan R/C ratio > 1 menunjukan bahwa usaha pengolahan ikan ngawaro di Desa Wayabula dan Desa Bobula layak secara finansial untuk diteruskan.

Kata Kunci: Analisis kelayakan finansisal, ikan ngawaro,


Teks Lengkap:

179-185

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.