MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI KEARIFAN LOKAL (Suatu Tinjauan di Halmahera Barat)

Mustafa Mansur

Sari


Pendidikan karakter sangat penting dalam membangun bangsa yang beradab dan
bermartabat. Berbagai ketimpangan sosial dan moral yang sering terjadi di bangsa
ini hendaknya menjadi ikhtiar bagi sistem pendidikan di tanah air, oleh karena
pendidikan dipercaya sebagai sebuah sistem yang mampu membentuk
kemampuan dan kecerdasan peserta didik, baik kecerdasan intelektual, kecerdasan
emosional, dan kecerdasan spiritual. Ketiga dimensi kecerdasan manusia ini dapat
dilakukan dengan metode sistem pendidikan yang terencana, terstruktur, dan
berkelanjutan (sustainable). Paper kecil ini ingin menggambarkan bagaimana
membangun karakter siswa melalui kearifan lokal. Dalam konteks ini kearifan
lokal, yang menjadi isu pembahasan paper ini adalah menempatkan pemahaman
sejarah lokal yang konstruktif dan membicarakan warisan ajaran hidup yang
disampaikan oleh para pendahulu di negeri ini melalui berbagai tradisi lisan.
Pembahasannya menunjukkan bahwa wawasan struktural, kesadaran kompetitif
dan humanistik, dan pendekatan elektis menjadi relevan dalam membangun
karakter siswa. Demikian juga dengan nilai-nilai dalam sikap hidup seperti sikap
menghormati kepada sesama dan orang yang lebih tua atau pemimpin dengan
ungkapan “Tabea” dan “Suba”, serta konsep “Bari” dan “Rio-Rion” sebagai sikap
saling membantu dan bekerjasama dalam hubungan masyarakat di Halmahera
Barat. Begitu juga dengan etos budaya berpikir posistif berupa kejujuran,
keragaman, optimisme, cinta lingkungan, pemecahan masalah, dan kasih sayang
yang dituangkan dalam tradsi lisan yang disebutdola-bololoa, semuanya menjadi
nilai-nilai kearifan lokal untuk membangun dan memperkuat karakater siswa
dalam upaya membangun karakter bangsa.

Teks Lengkap:

22-33

Referensi


Ali Ibrahim, Gufran. 2008. “Bunga Rampai Budaya Berpikir Posistif” Makalah. Ternate:

Kerjasama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI dengan Asosiasi Tradisi Lisan

(ATL).

Al Katuk, Kamajaya. 2002. Strategi Menejemen Budaya sebagai Media Pemberdayaan

Masyarakat Pesisir. Makalah Seminar Sejarah dan Budaya Forum Komunikasi

Mahasiswa Moloku Kie Raha Minahasa Sulawesi Utara. Ternate. Kantor Wali Kota.

Abbas, Irwan. 2016. “Berkaca pada Tokoh Sejarah: Upaya Membentengi Generasi Muda dalam

menghadapi Perubahan Zaman. Bahan Pidato pada Acara Wisudah Unkhair Tahun

Burdam, John. 2002. “Pemahaman Filosofi Mentalitas “Maloko Kie Raha” dari Fakta Sejarah

dan Fakta Sosial (Sebuah Asumsi Aksiometik Sejarah Lokal dalam Konteks Sejarah

Nasional). Makalah Seminar Sejarah dan Budaya Forum Komunikasi Mahasiswa

Moloku Kie Raha Minahasa Sulawesi Utara. Ternate. Kantor Wali Kota.

Lay, Cornelis. 2011. “Perguruan Tinggi sebagai Pendorong Proses Kepemimpinan Daerah yang

Demokratis”. Makalah Seminar Nasioal yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni

Unkhair.

Rasyid, Rustam Efendi. 2017. “Pendidikan Karakter Melalui Kearifan Lokal” dalam

https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/9608/29.pdf?sequence=1


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.