POTENSI PRODUKSI DAN RANCANGAN SISTEM AGRIBISNIS PALA DI PROVINSI MALUKU

Jeter Donald Siwalette

Sari


Pala (Myristica fragrans houtt) termasuk salah satu komoditi perkebunan yeng memberikan kontribus untuk menunjang perekonomian Indonesi. Pemerintah Provinsi Maluku telah menetapkan pala sebagai komoditi unggulan karena memiliki nilai ekonomi, namun pala masih dikelola secara konvensional oleh petani berbasis perkebunan rakyat. Pala jika dikelola optimal terintegrasi oleh semua stakeholder diduga akan meningkatkan kuantitas dan kualitas pala, sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, menyerap tenaga kerja dan mempercepat pembangunan di pedesaan. Pengembangan pala sebaiknya diarahkan pengelolaannya dalm sistem agribisnis yang tepat dengan memaksimalkan semua subsistem agribisnis melalui peran berbagai stakeholder. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses dan perkembangan produksi pala di Provinsi Maluku, setelah itu merancang sistem agribisnis pala di Maluku. Penelitian dilakukan menggunakan studi pustaka, metode pengumpulan data dengan cara penelusuran berbagai; dokumen, literatur, hasil-hasil penelitian melalui membaca, mencatat dan menganalisisnya. Hasil penelitian menunjukan proses produksi pala di Provinsi Maluku berbasis perkebunan rakyat di kelola secara konvensional, produksinya meningkat setiap tahun, tetapi dalam jumlah kecil. Oleh karena itu untuk meningkatkan produksi pala maka harus dikelola dalam sistem agribisnis dengan melibatkan berbagai stakeholder yaitu; Pemerintah, Investor, Perguruan Tinggi, Pengusaha Tani (petani) Lembaga Keuangan (perbankan), Lembaga Agama dan Lembaga Informal.

 Kata kunci: Potensi Pala, Sistem Agribisnis


Teks Lengkap:

13-20

Referensi


Anonim, 2018. Laporan Evaluasi Perkembangan Pala di Maluku. 2018

Ambon Ekspres, Terbitan Tanggal 20 Mei 2008.

Bungaran Saragih, 2001, Suara Dari Bogor: Membangun Sistem Agribisnis, Yayasan USESE, Bogor.

--------------------------,2001, Agribisnis: Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian, Yayasan USESE, Bogor.

Bustanul Arifin, 2001, Spektrum Kebijakan Pertanian Indonesia, Erlangga, Jakarta.

Bustaman, S. 2007. Prospek dan Strategi Pengembangan Pala di Maluku. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Bogor

Bungin. B. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif, Akuntalisasi Metodologis Kearah Ragam Kontemporer. PT. Raja Qiafindo Persada Jakarta.

Calliste, C., Kozlowski, D., Duroux, J., Champavier, Y., Chulia, A., & Trouillas, P., 2010. A new antioxidant from wild nutmeg. Food Chem. 118 (3), 489–496.

Dinas Pertanian Provinsi Maluku 2007. Laporan Tahunan 2006

Nawawi, H. 2005. Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Lawalatta M. Thenu S.F. W., Tamaela M. T., 2017. Kajian Pengembangan Potensi Perkebunan Pala Banda Di Kecamatan Banda Neira Kabupaten Maluku Tengah “ Jurnal Agribisnis Kepulauan Agrilan Volume 5 No. 2 Juni 2017

Marzuki, 2007 dan Ustaman, 2007. Karakterisasi Produksi,Proksimat Astiri Pala Banda, Makalah pada seminar Nasional Akselerasi Inovasi Teknologi Pertsnisn Spesifik Lokasi Mendukung Ketahanan Mapngan di Wilayah Maluku, 29-30 Oktober 2007

Maluku dalam Angka. Badan Pusat Statistik Maluku, 2019

Rumphius GE. 1743. Herbarium Amboinense 4. J Burmann, Meinard Uytwerf, Amsterdam.

Rumyantsev, A. A. 2015. Post-industrial Technological Mode of Production: Theory, Economic and Environmental Features, Discussion Questions. International Journal of Economics and Financial Issues, 5: 194-201.

Rehatta & Siwalette, 2013. Laporan Evaluasi Perkembangan Pala di Maluku. 2013

Rehatta H., Wattimena A. Y., Tupamahu F., .2016 Kajian Produktivitas Tanaman Pala (Myristica Sp.) Di Kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal J. Budidaya Pertanian Vol. 12(1): 51-54 Th. 2016 ISSN: 1858-4322

Sanudin, Kuswantoro. D.P.et al,. 2015. “Prospek Pengembangan Pala (Myristica fragrans Houtt) di Hutan Rakyat” Jurnal Ilmu Kehutanan. 9(1):32-39.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.