KAJIAN SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK GULA SEMUT NIRA AREN (Arrenga pinnata) DARI BACAN DENGAN LAMA WAKTU SETELAH PENYADAPAN YANG BERBEDA

Nurjanna Albaar, Rahayu Ali, Hamidin Rasulu

Sari


Nira aren terbaik dapat menghasilkan gula semut yang memiliki karakteristik sifat fisikokimia dan organoleptik yang dapat diterima oleh konsumen. Tujuan  penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh lama waktu setelah penyadapan nira aren yang berbeda terhadap sifat kimia dan organoleptik pada gula semut Bacan. Menggunakan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga memperoleh 5 x 3 = 15 perlakuan. Kadar air yang dihasilkan adalah 1,01% - 1,20%, kadar abu 0,19% - 1,24%, dan kadar sukrosa 90,77% - 97,24%. Sedangkan sifat organoleptik yang dihasilkan adalah warna 2,79 - 3,99 (netral – suka), rasa 3,52 - 4,08 (netral – suka), aroma 3,08 - 3,69 (netral – suka), dan tekstur 3,32 - 4,17 (netral – suka). Perlakuan yang memberikan pengaruh sangat berbeda nyata pada uji BNTα0.05 terhadap pengujian sifat kimia adalah kadar abu dan kadar sukrosa sedangkan hasil pengujian kadar air memberikan pengaruh yang tidak nyata. Pada pengujian organoleptik yang memberikan pengaruh sangat berbeda nyata adalah warna, rasa, aroma, dan tekstur. Perlakuan terbaik berdasarkan sifat kimia dan organoleptik gula semut melalui pemilihan dan penetapan rangking, terdapat pada perlakuan P3 dengan lama waktu 90 menit setelah penyadapan.

Kata kunci : nira aren, penyadapan, gula semut, Bacan.


Teks Lengkap:

PDF 112-120

Referensi


Apandi. 2008. Cara Membuat Gula Aren. PT Kiblat Buku Utama, Bandung.

Ashari, 2008. Perilaku Petani dalam Pembuatan Gula Semut. Universitas Indonesia, Jakarta.

BSN. 1995. Gula Semut Aren SNI 01-3743-1995. Badan Standar Nasional, Jakarta.

De Man, John M. 1997. Biokimia Makanan. Penerbit ITB. Press, Bandung.

Eskin dan Robinson, 2001. Food Shelf Life. Stability. CRC Press, New York.

Ezer, 2009. Gula Semut Aren. http://id.Wikipedia.Org/Wiki/Enau. Finroll.com. 2009. Usaha Pembuatan Gula Aren.

id.finroll.com/home/archive/258374-gula-aren-topangan-hidup-masyarakat.

Issoesetyo. 2001. Gula Kelapa Produk Industri Hilir Sepanjang Masa. Arkolah, Surabaya.

Lempang, M., 2000. Rendemen Produksi Gula Aren (Arenga pinnata Merr.). Buletin Penelitian Kehutanan Vol.6 No.1 Tahun 2000 hal. 17-28. Balai Penelitian Kehutanan, Ujung Pandang. Diakses 9 Mei 2016.

Lutony, T.L., 1993. Tanaman Sumber Pemanis. P.T Penebar Swadaya, Jakarta.

Marsigit, W. 2005. Pengunaan Bahan Pada Nira Aren Dan Mutu Gula Aren Yang Dihasilkan Di Beberapa Sentra Produksi Di Bengkulu. Skripsi Program Studi TIP. Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Bengkulu.

Mujahidin, Dkk. 2003. Aren Budidaya dan Prospeknya. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Konservasi Tumbuhan Raya Bogor, Bogor.

Sapari. 1994. Teknik Membuat Gula Aren. Karya Anda, Surabaya.

Sarjono. 1988. Pencegahan Fermentasi Pada Penyedapan Nira Sebagai Pembuatan Gula merah. BBIHP, Bogor.

Subdin Perkebunan. 2006. Sentra Pertanaman Aren di Maluku Utara. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Maluku Utara.

Suratmi, 2010. Kajian Pembuatan Gula Semut dari Nira Aren (Arrenga Pinnata) dengan Tingkat Kesegaran dan Lama Pengeringan yang Berbeda. Skripsi. Teknologi Hasil Pertanian. Universitas Khairun, Ternate.

Yusni. 1996. Sumber Pemanis Alami Baru. Penebar Swadaya, Jakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.