DAMPAK PANDEMI COVID 19 TERHADAP PENDAPATAN PETANI SAYURAN DI KOTA TERNATE

Sarni Sarni, Mardiyani Sidaya

Sari


Sektor pertanian merupakan salah satu yang terdampak dari pandemi Covid-19 ini. Penyebaran penyakit ini sangat cepat dan belum diketahui kapan berakhir. Tujuan penelitian adalah mengetahui dampak pandemic Covid-19 terhadap tingkat pendapatan petani sayuran sebelum dan saat pandemi di Kota Ternate. Metode pengambilan sampel untuk petani dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 30 petani, 20 sampel untuk petani kangkung, bayam dan sawi dan 10 sampel untuk petani cabe dan terong. Pengumpulan data meliputi data sekunder dan data primer. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan  Berdasarkan hasil penelitian bahwa rata-rata pendapatan petani sayuran yang diperoleh pada bulan maret sampai juni (saat Pandemi) selama satu musim tanam adalah sebesar Rp 3.220.000 untuk kangkung, Rp. 3.450.000 (sawi), Rp 4.140.000 (bayam), Rp. 1.820.000 (cabai) dan 4.687.500 (terong), namun berbanding terbalik pada periode Juli-september, dimana terjadi penurunan pendapatan untuk sayuran kangkung sebesar Rp 1.206.000, sawi Rp 1.337.000, bayam Rp 2.465.500, cabai mengalami peningkatan Rp 7.785.000 dan terong tetap dengan harga stabi yaitu Rp. 4.687.500

 

 Kata Kunci: Covid 19, petani sayuran, pendapatan, kota ternate


Teks Lengkap:

PDF 144-148

Referensi


Adioetomo dan Samosir. 2010. Dasar dasar Demografi Edisi 2. Jakarta. Salemba Empat.

Azamfirei R. (2020). The 2019 Novel Coronavirus: A Crown Jewel of Pandemics? The Journal of Critical Care Medicine 6 (1): p3-4.

Maulidah, Soejoto.2015 “Pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan dan konsumsi terhadap jumlah penduduk miskin dan provinsi jawa timur”.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.