PEMANFAATAN INSTALASI TAMAN HIJAU PADA ATAP MIRING UNTUK MENGURANGI LIMPASAN AIR HUJAN
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v9i18.1284Abstrak
Taman atap merupakan salah satu teknologi tiruan dari kondisi penerapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam pengendalian sumber daya untuk mengurangi volume limpasan air hujan. Taman atap sebagai penyeimbang ekosistem kota dapat meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan air, ditengah berkurangnya daerah resapan pada hunian perkotaan. Taman atap menangkap air hujan secara langsung yang berakibat pengurangan volume air limpasan hujan yang akan mengalir ke sungai dan laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah limpasan yang dihasilkan setelah melalui taman atap sebagai area resapan tiruan. Diharapkan dari penelitian ini akan menghasilkan pembuktian bahwa instalasi taman atap dapat mengurangi volume limpasan air hujan.
Penelitian direncanakan secara experimental pada atap hunian perkotaan dengan kemiringan atap 30-35°. Pembuatan instalasi taman hijau dimodifikasi dan disesuaikan dengan struktur atap yang ada, dengan pertimbangan penggunaan material yang ringan dan aman bagi atap. Dilakukan pengukuran berapa jumlah volume limpasan yang dihasilkan secara aktual. Dari analisa didapatkan bahwa sejumlah sekitar 68,42% dari total volume limpasan hujan yang dapat terinfiltrasi bila keseluruhan atap di daerah penelitian tertutup seluruhnya oleh taman hijau. Perhitungan berat dari 1 buah instalasi box planter adalah 42,73 N/mm2 (MPa), sehingga untuk maksimum instalasi box planter yang dapat diaplikasikan berjumlah 13 buah.
Referensi
E. Korol and N. Shushunova. 2016. “Benefits of a Modular Green Roof Technology, Procedia Engineering, vol. 161.
Donnell-Kilmer, N, Rooftop Gardens A Green Solution to Los Angeles' Urban Problems. Journal Article. 2012, pp. 77.
Gibler, M. R, 2015. Comprehensive Benefits of Green Roofs. World Environmental and Water Resources Congress 2015, 2244-2251.
Kodoatie dan Basuki. 2005. Dampak Negatif terhadap Kelestarian Sumber Daya Air. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kodoatie, Robert J. 2013. Rekayasa dan Manajemen Banjir Kota. Yogyakarta: Andi Offset.
Maryono, Agus, 1996. Konsep Ekodrainase Sebagai Pengganti Drainase Konvensional, http://bebasbanjir2025.wordpress.com/artikeltentang-banjir/agus-maryono/
McRae, Anderson. 2013. Design and Development of a Roof Garden. USA: McCarenDesigns, Inc.
Meder, Amanda, 2010, http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologipengendalian-banjir/rain-gardens/
Nagase, Ayako Dunnett, Nigel, 2012. Amount of water runoff from different vegetation types on extensive green roofs: Effects of plant species, diversity and plant structure. Landscape and Urban Planning, 104, 356-363
Suripin. 2004. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Andi Offset.
Takeda, Kensaku. 2003. Hidrologi untuk Pengairan. Jakarta: Pradnya Paramita.
Ugai, Takao, Evaluation of Sustainable Roof from Various Aspects and Benefits of Agriculture Roofing in Urban Core. Procedia - Social and Behavioral Sciences. 2016, 216, 850-860.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.