PEMANFAATAN INSTALASI TAMAN HIJAU PADA ATAP MIRING UNTUK MENGURANGI LIMPASAN AIR HUJAN

Penulis

  • Endah Lestari Sekolah Tinggi Teknik PLN
  • Muhammad Sofyan STT-PLN
  • Buddy Pamuji PT. Matlom Aera Persada

DOI:

https://doi.org/10.33387/sipilsains.v9i18.1284

Abstrak

Taman atap merupakan salah satu teknologi tiruan dari kondisi penerapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam pengendalian sumber daya untuk mengurangi volume limpasan air hujan. Taman atap sebagai penyeimbang ekosistem kota dapat meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan air, ditengah berkurangnya daerah resapan pada hunian perkotaan. Taman atap menangkap air hujan secara langsung yang berakibat pengurangan volume air limpasan hujan yang akan mengalir ke sungai dan laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah limpasan yang dihasilkan setelah melalui taman atap sebagai area resapan tiruan. Diharapkan dari penelitian ini akan menghasilkan pembuktian bahwa instalasi taman atap dapat mengurangi volume limpasan air hujan.

Penelitian direncanakan secara experimental pada atap hunian perkotaan dengan kemiringan atap 30-35°. Pembuatan instalasi taman hijau dimodifikasi dan disesuaikan dengan struktur atap yang ada, dengan pertimbangan penggunaan material yang ringan dan aman bagi atap. Dilakukan pengukuran berapa jumlah volume limpasan yang dihasilkan secara aktual. Dari analisa didapatkan bahwa sejumlah sekitar 68,42% dari total volume limpasan hujan yang dapat terinfiltrasi bila keseluruhan atap di daerah penelitian tertutup seluruhnya oleh taman hijau. Perhitungan berat dari 1 buah instalasi box planter adalah 42,73 N/mm2 (MPa), sehingga untuk maksimum instalasi box planter yang dapat diaplikasikan berjumlah 13 buah.

Biografi Penulis

Endah Lestari, Sekolah Tinggi Teknik PLN

Departemen Teknik Sipil (ASA)

Muhammad Sofyan, STT-PLN

Teknik Sipil - ASA

Buddy Pamuji, PT. Matlom Aera Persada

-

Referensi

E. Korol and N. Shushunova. 2016. “Benefits of a Modular Green Roof Technology, Procedia Engineering, vol. 161.

Donnell-Kilmer, N, Rooftop Gardens A Green Solution to Los Angeles' Urban Problems. Journal Article. 2012, pp. 77.

Gibler, M. R, 2015. Comprehensive Benefits of Green Roofs. World Environmental and Water Resources Congress 2015, 2244-2251.

Kodoatie dan Basuki. 2005. Dampak Negatif terhadap Kelestarian Sumber Daya Air. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kodoatie, Robert J. 2013. Rekayasa dan Manajemen Banjir Kota. Yogyakarta: Andi Offset.

Maryono, Agus, 1996. Konsep Ekodrainase Sebagai Pengganti Drainase Konvensional, http://bebasbanjir2025.wordpress.com/artikeltentang-banjir/agus-maryono/

McRae, Anderson. 2013. Design and Development of a Roof Garden. USA: McCarenDesigns, Inc.

Meder, Amanda, 2010, http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologipengendalian-banjir/rain-gardens/

Nagase, Ayako Dunnett, Nigel, 2012. Amount of water runoff from different vegetation types on extensive green roofs: Effects of plant species, diversity and plant structure. Landscape and Urban Planning, 104, 356-363

Suripin. 2004. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Andi Offset.

Takeda, Kensaku. 2003. Hidrologi untuk Pengairan. Jakarta: Pradnya Paramita.

Ugai, Takao, Evaluation of Sustainable Roof from Various Aspects and Benefits of Agriculture Roofing in Urban Core. Procedia - Social and Behavioral Sciences. 2016, 216, 850-860.

Unduhan

Diterbitkan

2020-01-05

Terbitan

Bagian

Articles