ANALISA LETAK DINDING GESER (SHEAR WALL) TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG AKIBAT BEBAN GEMPA
DOI:
https://doi.org/10.33387/tjp.v8i2.1327Kata Kunci:
shear wall, gempa, sistem gandaAbstrak
Wilayah kota ternate pada peta gempa SNI 1726-2012 berada pada zona dengan pecepatan 0,4 – 0,5 g (PGA, MCEG) dan percepatan 1,0 -1,2 g (SS, MCER) dengan frekuensi aktivitas seismik yang tinggi. Untuk itu pada setiap desain struktur bangunan di kota Ternate wajib untuk memperhitungkangaya gempa pada beban rencana. Memasang shear wall (SW) pada struktur gedung sebagai Sistem Ganda Rangka Pemikul Momen Khususmerupakan solusi untuk menahan gaya lateral gempa. Penelitian ini mengkaji posisi yang optimum untuk penempatan SW pada gedung yang menerima beban gempa statik dan dinamik. Gedung yang ditinjau adalah gedung bertingkat 6 lantai memiliki Panjang 45 m dan lebar 25 m dengantinggi tiap lantai 5 m. Penempatan SW menggunakan 4 variasi layout. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layout-2 adalah mode penempatan yang terbaik untuk penempatan SW pada struktur gedung sistem ganda dan SRPMK.
Unduhan
Referensi
Andalas, G, Suyadi dan Husni, HR. 2016. Analisis Layout Shearwall terhadap Perilaku Struktur Gedung. JRSDD. Vol.1, No.1:491-502
Astuti, P. 2015. Pengaruh Penambahan Dinding Geser (Shear Wall) pada Waktu Getar Alami Fundamental Struktur Gedung. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika. Vol. 18, No. 2:140-146.
Baehaki, B., Kuncoro, H.B.B., dan Dahlia, P. 2019. Pengaruh Letak Shear Wall pada Gedung Tidak Beraturan Terhadap Nilai Simpangan Dengan Analisa Respon Spektrum (Studi Kasus : Apartemen di Cimanggis Depok). Jurnal Fondasi. Vol. 8, No. 1:77-83.
Badan Standarisasi Nasional. 2012. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. SNI 1726-2012. Jakarta. BSN.
Badan Standarisasi Nasional. 2013. Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. SNI 1727-2013. Jakarta. BSN.
Badan Standarisasi Nasional. 2013. Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. SNI 2847-2013. Jakarta. BSN.
Fadli, MH. 2015. Aplikasi ETABS pada Perancangan Gedung 15 Lantai dengan Struktur Beton Bertulang menggunakan Sistem Ganda sebagai Penahan Beban Gempa sesuai SNI 1726-2012 di http://scribd.com (akses 14 November 2018)
Hasan, A., dan Astira, I.F. 2013. Analisa Perbandingan Simpangan Lateral Bangunan Tinggi Dengan Variasi Bentuk dan Posisi Dinding Geser Studi Kasus : Proyek Apartemen The Royale Springhill Residences. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1, No. 1:47-56.
Kusuma, Y.N., Purwanto, P., dan Mahendar, W. 2017. Tanpa Tahun. Studi Bentuk dan Layout Dinding Geser (Shear Wall) terhadap Perilaku Struktur Gedung Bertingkat. Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1, No. 1:1-14.
Majore, B.O., Wallah, S.E., dan Dapas, S.O. 2015. Studi Perbandingan Respons Dinamik Bangunan Bertingkat Banyak Dengan Variasi Tata Letak Dinding Geser. Jurnal Sipil Statik. Vol. 3, No. 6:435-446.
Mangoda, N.Z., Sultan, M.A., dan Imran, I. 2018. Evaluasi KInerjia Gedung Beton Bertulang Dengan Metode Pushover (Studi Kasus Bangunan Gedung di Ternate), Jurnal Sipilsains, Vol. 5 No. 9:27-38.
Robach, C., Retno, A., dan Zacoeb, A. 2014. Perencanaan Dinding Geser pada Struktur Gedung Beton Bertulang dengan Sistem Ganda. Jurnal Mahasiswa Jurnal Teknik Sipil, Vol. 1, No. 2:1-11.
Sultan, M.A. 2016. Evaluasi Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa dengan Analisa Pushover. Jurnal Mahasiswa Jurnal Sipilsaina, Vol. 6, No. 11:1-8.
Schueller, W. 1977. High Rise Building, John & Willey Sons.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.