Kondisi Terumbu Karang di Perairan Tahua Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan
DOI:
https://doi.org/10.33387/tjp.v9i1.1623Kata Kunci:
coral reef ecosystem, coral cover percentage, TahuaAbstrak
Coral reef are the most diverse and productive ecosystems. Coral reef ecosystem provide benefits directly to people by providing food, medicines, building materials and other products.Coral reef ecosystems also support others coastal ecosystems which are importantly for human life. This research was conducted at coastal area of Tahua Village of North Tidore Sub-district, Tidore Kepulauan City. Objective of this research is to determine the percentage cover of coral reefs and to assess local community uses of reef at coastal waters of Tahua. Coral data collection was done by applying line transect method or LIT (Line Intercept Transect), conducted at three observation station with 50 meters transects length at three depths, namely 3 meters, 6 meters and 10 meters. Data was analyzed by using Cox formulation. Researh results indicated that coral reef of Tahua has been generally degraded, with live coral cover percentages for three research station measured were of 21.86% at Station I (degraded), 18.87% at Station II (degraded), 27.21% at Station III (fair).
Unduhan
Referensi
Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan. 2007. Laporan Akhir, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kota Tidore Kepulauan.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan 2011. Rencana Strategis Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan 2011-2015.
Erwin, R.M. 2010. Ekosistem Terumbu Karang. www.terangi.or.id. Tanggal akses 20 januari 2012
Johan, O. 2003. Metode Survei Terumbu Karang Indonesia. Pusat Studi Karang -Universitas Indonesia.
Junus, W. 2007. Persentase Penutupan Karang Di Kecamatan Tidore Kota Tidore Kepulauan. Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Nuku. Tidore.
Khouw, A.S. 2008. Metode dan Analisa Kuantitatif Dalam Bioekologi Laut.
Manuputty, A, W.E. 2002. Karang Lunak (Soft Coral) Perairan Indonesia. LIPI. Jakarta.
Nontji, A. 2007. Laut Nusantara. PT Djambatan. Jakarta.
Nybakken, J, W. 1992. Biologi Laut, Suatu Pendekatan Ekologis. PT Gramedia. Jakarta.
Odum, E. P. 1998. Dasar-Dasar Ekologi, Edisi Ketiga. Penerbit Universitas Gajah Mada. Jogjakarta.
Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan (PKSPL). 2006. Survey Kondisi Terumbu Karang, Ikan Karang, Mangrove dan Lamun Di Wilayah Pesisir Kota Ternate. Universitas Khairun. Ternate.
Romimohtarto, R dan S, Juwana. 2007. Biologi Laut, Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. PT Djambatan. Jakarta.
Suharsono. 1996. Jenis-Jenis Karang Yang Umum Dijumpai Di Perairan Indonesia. LIPI. Jakarta.
Supriharyono. 2000. Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang. PT Djambatan. Jakarta.
Supriharyono. 2008. Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati. PT Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Wibisono, M.S. 2005. Pengantar Ilmu Kelautan. PT Grasindo. Jakarta
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.