Pengolahan Ikan Cakalang Asap (Katsuwonus pelamis) Dengan Penilaian Organoleptik
DOI:
https://doi.org/10.33387/tjp.v7i2.667Abstrak
Hasil penelitian mendapatkan kayu mangrove, sabut kelapa, tempurung kelapa dari ketiga bahan bakar tersebut dapat mepengaruhi aroma dan rasa yang berbeda pada produk dan warnanya menjadi keemasan atau kecoklatan. Tujuan utama untuk mendapatkan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu terdiri dari uap dan partikel padatan yang berukuran sangat kecil agar penempelan dan pelarutan asap berjalan efektif sehingga memberikan rasa dan aroma yang khas pada ikan. Proses pengasapan yang digunakan adalah media drum tertutup ikan yang digunakan sebanyak 16 ekor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengolahan ikan asap cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan analisis organoleptik. Ikan yang diasapi dengan menggunakan suhu panas 880C-990C dengan pengasapan kontrol sehingga hasil pengasapan ikan merata. Pengujian organoleptik sebanyak 26 panalis produk pengasapan ikan cakalang asap masih dapat diterima oleh panalis.  Pengujian penampakan dengan nilai tertingi rata-rata 7.76, sabut kelapa dengan nilai rata-rata 6.22, dan tampurung kelapa 6. Hasil pengujian ikan cakalang asap dengan menggunakan kayu mangrove, tampurung kelapa, sabut kelapa mendapatkan nilai sangat berbeda nyata untuk penampakan, rasa warna, tekstur, dan aroma.
ÂÂ
Kata kunci: Pengasapan ikan cakalang dengan penilain organoleptik
Unduhan
Referensi
Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara. 2009. Maluku Utara Dalam Angka 2009.
Deman, M John. 1997. Kimia Makanan Bandung: ITB.
Rabiatul Adawyah 2006. Pengolahan dan Pengawetan Ikan, Jakarta.
Timan D. 1981 Wood Combution, Pengambilan Asap Cair Secara Destilasi Kering pada Proses Pembutan Karbon Aktif dari Tempurung Kelapa (Skripsi), FMIPA UGM, Yogyakarta.
Maeljanto 1992. Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikanan. Penerbit. Penebar Soadaya, Jakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.