EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH DAN USAHA PERBAIKAN DI DAS OBA KOTA TIDORE KEPULAUAN
DOI:
https://doi.org/10.33387/tjp.v5i1.785Abstrak
The Objectives of study were to find out some chemistry and physical soil conditions, to evaluate and map soil fertility status according to Cation Exchange Capacity (CEC), alkali solution (KB), C-organic and N, P, K unsure and to arrange the alternatives of soil management in improving limited factor of soil fertility. Data were collected for soil and physical environment on soil survey method with a fisiography approach which is to splite landscape on units of landform then to free survey the landform units. Field observation on soil identification was digging and fulfilling the profile scape. The chemical soil fertility is divided into three categories: (1) high fertility in organosol hemic (Histosol), (2) middle fertility in Rodik Mediteran (Alfisol), Mediteran Gleik (Alfisol), kambisol kromik (Inceptisol) and podsolic rodik (Ultisol) and (3) low fertility in kambisol gleik (Inceptisol), Podsolik Rodik-Ultisol and kambisol Eutrik-Inceptisol. Limited reclamation effort was calcium carbonat for improving pH and organic matter that be able to increase CEC, Kalium, and Phosphor. Whole mentioned above can improve the fertility unsure on soil.
ÂÂ
ÂÂ
Key words : soil fertility, alternative management, Oba River Basin
Referensi
Andriko, 2005. Pemetaan dan Pengelolaan Status Kesuburan Tanah di Dataran Wai Apu, Pulau Buru. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku. Ambon. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol. 8, No.3, Nopember 2005 : 315-332.
Hardjowigeno S., Widiatmaka., dan Yogaswara A.S. 2001. Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Tanah. Institut Pertanian Bogor
Notohadiprawiro, Soekodarmodjo dan Sukana.1992. Pengelolaan kesuburan tanah dan Peningkatan efisiensi pemupukan. Pengelolaan daerah aliran sungai dan program penghijauan. Prosiding Pertemuan Teknis Pembakuan Sistem Klasifikasi dan Metode Survei Tanah, Bogor, 29-31 Agustus 1992. soil.faperta.ugm.ac.id/tj/ - 114k.
PPTA. 1993. Petunjuk Teksnis Evaluasi Lahan.
Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Kerja Sama dengan Proyek Pembangunan Penelitian Pertanian Nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan pertanian, Departemen Pertanian.
Rayes, L. 2007. Metode Inventarisasi Sumberdaya lahan. Penerbit ANDI Yogyakarta.
Rosmarkam dan Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan tanah. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Simanungkalit, R.D.M, Suriadikarta, Saraswati, Setyorini,dan Hartatik, W. 2006. Pupuk organik dan Pupuk hayati. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogar. Soil_ri@indo.net
Sutanto, R. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Konsep dan Kenyataan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Sutono, Hartatik dan Purnomo. 2007. Penerapan Teknologi Pengelolaan Air dan Hara Terpadu untuk Bawang Merah Di Donggala. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogar.
Tan H.K, 1995. Dasar-dasar Kimia Tanah. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Tisdale SL, Nelson WL. 1975. Soil Fertility and Fertilizers. Macmillan Publishing, Co, Inc. New York. 3 rd ed
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.