PENDUGAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) BERDASARKAN SEBARAN KLOROFIL-A, SALINITAS PERAIRAN DAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN KOTA TERNATE MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH
DOI:
https://doi.org/10.33387/tjp.v5i1.786Abstrak
Pemanfaatan sumberdaya perikanan Indonesia diberbagai wilayah yang tersebar di negeri ini, masih memiliki kekurangan yang signifikan. Ini dapat dilihat pada beberapa wilayah perairan yang masih terbuka peluang besar untuk pengembangan pemanfaatannya, dikarenakan belum optimalnya kinerja pemerintah untuk memberikan informasi yang dapat dijadikan sebagai acuan nelayan ketika melakukan aktifitas penangkapan ikan, terutama informasi tentang daerah penangkapan ikan (fishing ground). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan daerah penangkapan ikan berdasarkan sebaran konsentrasi klorofil-a, salinitas perairan dan suhu permukaan laut untuk pendugaan daerah penangkapan ikan cakalang di perairan Kota Ternate, dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, daerah yang sesuai untuk penangkapan ikan cakalang adalah daerah yang memiliki kandungan klorofil-a, salinitas dan suhu perairan yang sesuai dengan faktor oseanografi kehidupan ikan cakalang. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa daerah penangkapan ikan cakalang di perairan Kota Ternate berada pada bagian barat Pulau Ternate dan Pulau Hiri, dengan posisi 1°14'58,94†LU – 127°46'36†BT sampai dengan 1°37'37,4†LU – 126°19'18,6†BT dan 0°35'82,5†LU – 127°81'10,43†BT sampai dengan 1°06'85†LS - 127°39'33,82†BT.
ÂÂ
Kata Kunci :  Daerah penangkapan ikan, klorofil-a, salinitas, suhu permukaan laut, penginderaan jauhReferensi
Blackburn, M. 1965. Oceanography and The Ecology of Tunas. Dalam: Oceanography Marine Biology Annual Rev.3. H. Barnes (Eds). George Allen and Unwin Ltd. London.
Burhanudin, R. Moeljanto, S. Martosewojo, dan A. Djamali. 1984. Suku Scombridae: Tinjauan Mengenai Ikan Tuna, Cakalang dan Tongkol. Lembaga Oseanologi Nasional. LIPI. Jakarta. hal.11 – 13.
Dahuri, R. 2001. Menggali Potensi Kelautan dan Perikanan Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Menuju Bangsa Yang Maju, Makmur dan Berkeadilan. Pidato dalam rangka Temu Akrab CIVA-FPIK-IPB tanggal 25 Agustus 2001. Bogor.
Gunarso, W., dan E.S. Wiyono. 1996. Studi Tentang Pengaruh Perubahan Pola Musim dan Teknologi Penangkapan Ikan Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Layang (Decapterus sp) di Perairan Laut Jawa. MARITEK Vol. 4, No. 1. Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. hal. 45 – 92
Maguire, D.J., and J. Dangermond. 1991. The Functionality of GIS. Paper in: Geographical Information Systems. D.J. Maguire, M.F. Goodchild, and D.W. Rhind (Eds). Longman Scientific and Technical and John Wiley. New York. pp
– 335.
Minet, P., R. Evan, and O. Brown. 2000. Terra Sea Surface Temperature Thermal (SSTT) and Mid-Infrared (SST-4). http://modarch.gsfc.nasa.gov/MODIS/A TBD/atbd-MOD-25.pdf.
Paulus, D. and V. Christensen. 1986. Primary Production Required to Sustain Global Fisheries. Nature 374: 255 – 257
Prasasti, I., B. Trisakti, dan U. Mardiana. 2005. Sensitivitas Beberapa Algoritma dan Kanal-Kanal Data Modis untuk Deteksi Sebaran Klorofil. Jurnal Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV. PUSBANGJA–LAPAN. Jakarta.
Uktolseja, J. C. B. 1989. Estimated Growth Parameter and Migration of Skipjack Tuna – Katsuwonus pelamis in Eastern Indonesian Water Trough Tagging Experiment. Jurnal Penelitian Perikanan Laut. Balai Perikanan Laut. Jakarta
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.