KERAGAMAN DAN HERITABILITAS GENOTIP JAGUNG MERAH ( Zea Mays L.) LOKAL
DOI:
https://doi.org/10.33387/tjp.v7i2.793Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen keragaman manakah yang paling mempengaruhi pada hasil tanaman jagung merah lokal serta nilai heritabilitas yang diakibatkan oleh ragam lingkungan atau ragam genetik. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Khairun Ternate, dengan ketinggian tempat 80 m dpl, mulai bulan September - November 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi langsung dan deskripsi heritabilitas genotip. Hasil analisis ragam karakter kuantitatif yang diperoleh menunjukkan keragaman genetik yang sempit nilai berkisar dari 2,00–42,19% ( agak rendah) dan 1,60-39,16% (rendah) di ikuti dengan nilai heritabilitas dalam arti luas yaitu 0,63-0,9%. Karakter kualitatif dengan peubah warna biji, warna bunga jantan, warna batang dan warna bunga betina dikendalikan oleh 2-3 gen dengan aksi gen Epistasis.
Kata Kunci: Jagung Merah, Keragaman Genetik, Heritabilitas, SegregasiUnduhan
Referensi
Allard, R. W., 1992. Pemuliaan Tanaman 1. Rineka Cipta, Jakarta.
Allard, R.W. 1960. Prfinciples of plant breeding. John Wiley & Sons, Inc., New York.
Carsono,N., Darniadi,S., D. Ruswandi, W.Puspasari, D. Kusdiana dan A.Ismail. 2004. Evaluasi feotipik, variabilitas dan heritabilitas karakter agronomi penting pada galur murni jagung S4A. Dalam Astanto Kasno et.al., (eds) Proseding Lokakarya PERIPI VII. Dukungan Pemuliaan Terhadap Industri Perbenihan pada Era Pertanian Kompetitif. PERIPI dan Balitkabi. Hal 312-319.
Garden. 2013. Sejarah Jagung Jenis dan Cara Menanamnya. Di akses pada tanggal 12 Februari 2016. Http://benihbijibunga.blogspot.co.id/2013/04/jagung-sejarah-jenis-dan-cara-menanamnya.html.
Mangoendidjojo, W., 2003. Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius, Yogyakarta.
Moedjiono dan M.J. Mejaya. 1994. Variabilitas genetik beberapa karakter plasma nutfah jagung koleksi Balittan Malang. Zuriat: 5 (2): 27-32.
Pinaria A., Baihaki A., Setiamihardja R., Dardjat A.A. 1995. Variabilitas genetik dan heritabilitas karakter-karakter biomassa 53 genotipe kedelai. Zuriat 2: 88-92.
Poehlman, J. M. 1979. Breeding Field Crops Second Edition. AVI Publishing Company, Inc. Westport Connecticut. United States of America.
Rachmadi, M., N. Hermiati, A. Baihaki, R. Setiamihardja. 1990. Variasi genetik dan heritabilitas komponen hasil dan hasil galur harapan kedelai. Zuriat 1(1): 48-51.
Rostini N., E. Yuliani dan N. Hermiati, 2006. Heritabilitas, Kemampuan Genetik dan Korelasi Karakter Daun dengan Buah Muda, Heritabilitas pada 21 Genotipe Nenas. Zuriat, 17(2): 114–121.
Sa’diyah, N., T.R. Basoeki, A.E. Putri, D. Maretha dan S.D. Utomo. 2009. Korelasi, Keragaman Genetik dan Heritabilitas Karakter Agronomi Kacang Panjang Populasi F3 Keturunan Persilangan Testa Hitam x Lurik. Jurnal Agrotropika Vol 14 (1): 37 – 41.
Sitompul, S.M dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Soenarsih, S. D.A.S. 2005. Heritabilitas dan Aksi Gen Toleransi Terhadap Cekaman Kekeringan Pada Persilangan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). Institut Pertanian Bogor. Bogor. Hal 49-65.
Stansfield, W. D., 1991. Genetika. Alih Bahasa M. Affandi dan L. T. Hardy. Erlangga, Jakarta.
Welsh, R. 1991. Dasar - Dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Terjemahan J.P. Mogea. Erlangga, Jakarta
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.