PANATAAN KAWASAN PESISIR PANTAI DAN DANAU TOLIRE KECIL
Abstrak
Konsep pengembangan kawasan kota tepi air saat ini sudah banyak diadopsi oleh banyak Negara didunia tidak terkecali Indonesia. Kawasan pantai secara umum merupakan kawasan waterfront yang pengembanganya difokuskan pada pengkajian terhadap potensi elemen fisik kota untuk dikembangkan menjadi suatu fungsi kawasan yang hidup dan menjadi pusat interaksi sosial masyarakat. Dalam perkembangannya konsep waterfront seharusnya mampu di olah secara optimal untuk menonjolkan potensi serta karakteristk daerah masing-masing, sehingga dapat menghadirkan konsep pengembangan yang efektif dan fungsional, terhadap Apek lingkungan maupun aspek fungsi kawasan itu sendiri. Kawasan tepi pantai cenderung mengalami perubahan yang cukup pesat, sehingga menimbulkan berbagai masalah seperti meningkatnya kebutuhan lahan untuk perumahan, industri, perdagangan dan jasa, pelabuhan, pergudangan, wisata bahari, maupun sarana dan prasarana, sehingga perlu penataan yang terintegrasi antara daerah pesisir pantai dan daerah daratan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa obesrvasi lapangan dan studi literatur, sehingga selain menghasilkan konsep penataan kawasan pantai Falajawa I yang mempertimbangkan aspek-aspek pendukung pengembangan keberadaan pantai itu sendiri, juga sesuai dengan pedoman penataan kawasan reklamasi pantai.Unduhan
Referensi
Anonim. Pedoman Pemanfaatan Ruang Tepi
Pantai di Kawasan Perkotaan. Direktorat
Jenderal Penataan Ruang.
Anonim. Penataan Ruang Kawasan Reklamasi
Pantai Departemen Pekerjaan Umum.
Sugeng, B. (2001). Teknik Analisis Pembangunan
Wilayah Pesisir dan Laut. PT. Pradnya
Paramita. Jakarta.
Dwi Juwita Tangkuman & Linda Tondobala.
(2011). Arsitektur Tepian Air. Jurnal Media
Matrasain.
Iwan, S. (.........). Karakteristik Spesifik,
Permasalahan dan Potensi Pengembangan
Kawasan Kota Tepi Laut/Pantai. Proceeding
Studi Dampak Timbal Balik Antar
Pembangunan Kota dan Perumahan di
Indonesia dan Lingkungan Global.
Isfa, S. (2003). Prinsip Perancangan Kawasan
Tepian Air, Studi Kasus Kawasan Tanjung
Bunga Kota Makassar. Jurnal Perencanaan
Wilayah dan Kota. ITB Bandung.
Tahir, M. (2005). Pemanfaatan Ruang Kawasan
Tepian Air. Tesis. UNDIP. Semarang.