Nilai-Nilai Spiritual Islam Sebagai Fondasi Kesejahteraan Anak Usia Dini Dalam Konteks Sosial Budaya

Penulis

  • Tiara Suherman Universitas Pendidikan Indonesia
  • Taopik Rahman Universitas Pendidikan Indonesia
  • Risbon Sianturi Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33387/cahayapd.v8i1.11711

Kata Kunci:

Nilai Spiritual Islam, Kesejahteraan Anak, Anak Usia Dini, Sosial Budaya

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai spiritual dalam ajaran Islam dapat menjadi dasar penting dalam membentuk kesejahteraan anak usia dini, khususnya dalam konteks kehidupan sosial budaya yang beragam. Masa anak usia dini merupakan periode yang sangat menentukan dalam pembentukan kepribadian sehingga penanaman nilai seperti keimanan, ketakwaan, kejujuran, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama perlu dilakukan sejak awal secara konsisten dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur serta analisis terhadap praktik pendidikan anak usia dini di lingkungan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai spiritual Islam pada anak usia dini dapat dilakukan melalui: a) pembiasaan dalam menanamkan keimanan dan ketakwaan, b) penguatan sikap sayang dan kepedulian terhadap sesama, c) pembentukan perilaku jujur dan tanggung jawab, serta d) penciptaan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual anak secara menyeluruh. Selain itu, keterlibatan keluarga, pendidik, dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam memberikan teladan yang positif bagi anak. Nilai-nilai spiritual yang diterapkan sejak dini tidak hanya membantu perkembangan moral dan emosional anak, tetapi juga membentuk karakter yang mampu menghargai keberagaman, hidup harmonis, serta memiliki keseimbangan antara aspek intelektual, emosional, sosial, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.

Berk, L. E. (2013). Child development (9th ed.). Pearson Education.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.

Daradjat, Z. (2011). Ilmu pendidikan Islam. Bumi Aksara.

Hurlock, E. B. (1978). Perkembangan anak. Erlangga.

Ismail, M. I. (2010). Kinerja dan kompetensi guru dalam pembelajaran. Lentera Pendidikan, 13(1), 44–63.

Langgulung, H. (2004). Manusia dan pendidikan: Suatu analisa psikologi dan pendidikan. Pustaka Al-Husna.

Lickona, T. (2012). Educating for character. Bumi Aksara.

Mulyasa, E. (2012). Manajemen PAUD. PT Remaja Rosdakarya.

Ramayulis. (2015). Ilmu pendidikan Islam. Kalam Mulia.

Ryan, K., & Bohlin, K. E. (1999). Building character in schools: Practical ways to bring moral instruction to life. Jossey-Bass.

Sagala, S. (2013). Konsep dan makna pembelajaran. Alfabeta.

Santrock, J. W. (2011). Life-span development. Erlangga.

Susanto, A. (2011). Perkembangan anak usia dini. Kencana Prenada Media Group.

Suyadi. (2014). Teori pembelajaran anak usia dini dalam kajian neurosains. PT Remaja Rosdakarya.

Ulwan, A. N. (2012). Pendidikan anak dalam Islam. Pustaka Amani.

UNICEF. (2019). Child well-being framework. UNICEF.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-19