Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Alam (Air) Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini 5-6 Tahun Di Paud Telkom Kota Ternate
DOI:
https://doi.org/10.33387/cahayapd.v8i1.11721Kata Kunci:
Media Berbasis Alam, Air, Perkembangan KognitifAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media berbasis alam (air) dalam meningkatkan kompetensi kognitif anak usia 5–6 tahun melalui eksperimen kapilaritas air pada media tisu di PAUD Telkom Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan metode descriptive qualitative dengan melibatkan 17 anak dari kelompok B1 sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksperimen sains ini memberikan kontribusi positif terhadap lima indikator capaian kognitif, yaitu kemampuan eksplorasi, penyelesaian masalah praktis, adaptasi terhadap pengalaman baru, kreativitas, serta pemahaman logika sebab-akibat. Sebagian besar peserta didik menunjukkan perkembangan yang signifikan, meskipun beberapa anak masih memerlukan pendampingan secara intensif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi media alam mampu mengoptimalkan kemampuan berpikir logis anak secara signifikan. Implikasinya, pendidik disarankan untuk mengadopsi metode pembelajaran sains berbasis lingkungan guna menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan aplikatif bagi perkembangan kognitif anak.
Referensi
Arsyad, A. (2020). Media pembelajaran. RajaGrafindo Persada.
Azisa, N. (2023). Pemanfaatan media alam untuk stimulasi literasi sains pada anak tahap pra-operasional. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 210–222.
Bakrisuk, F. S., & Fitri, R. (2024). Early childhood science development through experiments on mixing colors with water media at Al Irsyad Banyuwangi kindergarten age group 5–6 years. SEA-CECCEP, 5(01), 76–82.
Fadilah, N., Setiawan, R., & Amelia, D. (2023). Pengembangan media pembelajaran interaktif untuk anak usia dini. Alfabeta.
Hadisi, L. (2015). Pendidikan anak usia dini. Deepublish.
Hurlock, E. B. (1991). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Maesaroh, S., & Nurhayati, T. (2023). Model pembelajaran berbasis alam untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5–6 tahun. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Nurasyiah, N., & Atikah, A. (2021). Pendidikan dan perkembangan anak usia dini. Media Sains Indonesia.
Pitriani, M., Faslah, R., & Masitoh, S. (2023). Analisis tahapan perkembangan kognitif anak usia dini berdasarkan teori Piaget. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 2101–2110.
Suyanto, S. (2005). Dasar-dasar pendidikan anak usia dini. Hikayat Publishing.
Veronika, N. (2018). Perkembangan kognitif anak usia dini dan implikasinya terhadap pembelajaran. Jurnal Golden Age, 2(1), 22–29.
Yaswinda, Y., Putri, D. M. E., & Irsakinah, I. (2023). Pembelajaran sains berbasis pemanfaatan lingkungan untuk peningkatan kognitif anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 94–103.
Zahrah, U. N., & Winarti, W. (2024). Mengembangkan keterampilan proses sains pada anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan eksperimen mencampur warna. Jurnal Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 13–24.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
COPYRIGHT NOTICE
Cahaya Paud is an Open Access Journal. The authors who publish the manuscript in this journal agree to the following terms:
Cahaya Paud is licensed under a Lisensi Creative Common Atribusi 4.0 International. This permits anyone to:
- Share - copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt - remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution- You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions - You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.






