Studi Literatur: Pengembangan Bahasa Dan Literasi Anak Usia Dini Melalui Metode Read Aloud Dan Mendongeng
DOI:
https://doi.org/10.33387/cahayapd.v8i1.11897Kata Kunci:
Read Aloud, Mendongeng, Bahasa Anak Usia Dini, Literasi Awal, PAUDAbstrak
Kemampuan bahasa dan literasi merupakan fondasi perkembangan anak usia dini yang perlu distimulasi melalui metode pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan usia anak. Permasalahan yang diangkat dalam kajian ini adalah rendahnya kemampuan bahasa dan literasi anak usia dini yang disebabkan oleh terbatasnya variasi metode pembelajaran, khususnya kurang optimalnya pemanfaatan pendekatan berbasis cerita. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kontribusi metode read aloud dan mendongeng dalam mengembangkan kemampuan bahasa dan literasi anak usia dini melalui pendekatan studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber kepustakaan berupa artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan buku yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitik. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode read aloud terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif, bahasa ekspresif, kosakata, pemahaman cerita, dan keterampilan berbicara anak usia dini. Sementara itu, metode mendongeng memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan literasi naratif, imajinasi, komunikasi lisan, minat membaca, dan rasa percaya diri anak. Integrasi kedua metode tersebut membentuk strategi pembelajaran literasi awal yang komprehensif karena mencakup tiga proses utama, yaitu pemaparan bahasa, pemaknaan interaktif, dan ekspresi diri anak. Keberhasilan penerapan kedua metode ini ditentukan oleh kompetensi guru, ketepatan pemilihan media, keterlibatan orang tua, dan dukungan komunitas sekitar. Kajian ini menegaskan bahwa read aloud dan mendongeng merupakan dua metode yang saling melengkapi dan memiliki potensi besar dalam membangun pengalaman literasi awal yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Referensi
Agustin, N. L. F. B., Muthohar, S., & Hasanah, S. (2023). Penggunaan metode mendongeng kreatif dalam meningkatkan literasi baca tulis anak usia dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 876–885. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i2.414
Al Baqi, S., Wijayana, N. P., Nurani, N. F., Putri, N., Zakiya, N. M., & Usman, N. S. (2024). Implementasi program read aloud dengan melibatkan orang tua untuk meningkatkan literasi di TK Islam Khairiah Ponorogo. WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 285–300.
Alifia, S. (2025). Pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini melalui metode read aloud dengan menggunakan media cerita bergambar di TK Pertiwi Rejasa. UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Amaliah, R., & Depalina, S. (2025). Pengaruh kegiatan membaca nyaring (read aloud) terhadap kemampuan bahasa reseptif anak usia dini. Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset, 3(2), 219–224.
Asmaiyah, N., Mustaji, & Khotimah, N. (2023). Pengaruh kegiatan literasi melalui read aloud buku bacaan bergambar terhadap perkembangan bahasa dan kognitif pada anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(2), 2615–2628.
Dewi, M. S., Nugraheni, A. E., & Yuliana, A. (2025). World Read Aloud Day Kelas Main Harmoni: Membaca menyenangkan sejak dini. Jurnal Budimas, 7(3), 1–8.
Donatirin, S. (2023). Pengembangan Literasi Bahasa untuk Anak Usia Dini. Balai Besar Guru Penggerak di Yogyakarta.
Endahwati, M., Bachri, B. S., & Izzati, U. A. (2022). Efektivitas metode pembelajaran read aloud dengan media buku cerita gambar seri untuk meningkatkan kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif pada anak usia dini. Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran), 6(1), 163–174. https://doi.org/10.33578/pjr.v6i1.8496
Fajariah, N., Hendra, Muslim, & Lukman. (2024). Membudayakan literasi pada anak usia 5-6 tahun melalui mendongeng. 118–129.
Halimatuzzuhrotulaini, B., Arzani, M., Riandiani, B., Hidayatussolihah,
J., Dewi, L. T., Yulianti, N., Riyadatussoliha, Hidayaturrohmah, S., &
Zaeniah, U. (2023). Perkembangan bahasa anak (Child language and literacy development). CV Alfa Press.
Jubaidah, S. (2025). Analysis of the development of language skills of children aged 4-5 years using the read aloud method. Indonesian Journal of Elementary Education, 7(1), 1–14. https://doi.org/10.24235/ijee.v7i1.19987
Latifa, B., Fitria, A., & Eliza, D. (2023). Pengaruh read aloud dalam mengembangkan bahasa pada anak di Raudhatul Athfal Ar-Rahman Kinali. Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 45–51.
Marwany, & Kurniawan, H. (2020). Pendidikan Literasi Anak Usia Dini: Meningkatkan Keterampilan Membaca, Menulis, dan Berpikir Anak. Hijaz Pustaka Mandiri.
Masitowati, M., Gatot, R., & Doddyansyah, M. R. (2018). Peningkatan kemampuan bahasa anak melalui metode read aloud: Studi pada anak kelas A usia 4-5 tahun di TK Permatahati. 56–66.
Maulida, A., Yuhasriati, Rizka, S. M., Yeniningsih, T. K., & Nessa, R. (2026). Mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini melalui metode read aloud di PAUD An-Nur Aceh Besar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(1), 1203–1210.
Nuryanto, S. (2016). Penggunaan metode read aloud untuk mendongeng pada anak usia dini. Jurnal AUDI, 1(1), 38–44.
Paramansyah, A. (2025). Pengembangan literasi anak usia dini dalam tantangan zaman di era digital. CV Eureka Media Aksara.
Pattiasina, P. J., Fatmawati, E., & Wulandari, M. (2022). Penggunaan metode mendongeng dalam menumbuhkan minat baca anak usia dini. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6(3), 667–674. https://doi.org/10.35931/am.v6i3.1049
Rahayu, A. P., & Pangestika, M. P. (2022). Analisis stimulasi kemampuan literasi siswa PAUD melalui mendongeng. Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, 22(1), 92–101.
Rahma, A., & Mashudi, E. A. (2024). Mendongeng sebagai intervensi pengembangan bahasa pada anak usia dini: Tinjauan literatur. Tunas Cendekia, 7(2), 64–70.
Ramli, A. F., Rusmayadi, & Herman. (2022). Pengaruh metode bercerita menggunakan media boneka jari terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak TK Idhata Cambayya. Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Athfal), 2(2), 52–63.
Salsabela, E., Sundari, N., & Arzaqi, R. N. (2024). Perkembangan kemampuan bahasa reseptif anak usia 4-5 tahun melalui penerapan metode read aloud. JEA (Jurnal Edukasi AUD), 10(1), 37–45. https://doi.org/10.18592/jea.v10i1.11079
Sary, Y. N. E., & Indah, N. H. I. (2023). Peran literasi dan read aloud dalam meningkatkan keterampilan bahasa anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 3558–3566. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4185
Suriyani, & Royani, I. (2025). Perkembangan Bahasa dan Literasi Anak Usia Dini. Widina Media Utama.
Utari, D. S., Nevyrasari, M., Norlizawati, T., & Sujarwani, R. (2025). Penguatan pendidikan karakter dan literasi anak melalui kegiatan mendongeng dan membaca nyaring. Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi, 4(2), 197–204. https://doi.org/10.37905/ljpmt.v4i2.33408
Wardani, E., & Syamsiah, A. A. (2022). Penerapan metode read-aloud pada perkembangan literasi anak usia dini di Kober Miftahul Hidayah Bayongbong Garut. Jurnal Anaking, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.37968/anaking.v1i1.256
Zulaeha, V. S., & Setiasih, O. (2025). Read aloud sebagai sarana pengembangan bahasa anak usia dini: Studi literatur. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 14(1), 38–54. https://doi.org/10.26877/paudia.v14i1.1182
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
COPYRIGHT NOTICE
Cahaya Paud is an Open Access Journal. The authors who publish the manuscript in this journal agree to the following terms:
Cahaya Paud is licensed under a Lisensi Creative Common Atribusi 4.0 International. This permits anyone to:
- Share - copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt - remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution- You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions - You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.






