The Role Of Storytelling In Supporting Language And Early Literacy Development In Early Childhood: A Literature Review

Penulis

  • Hakiki Putri IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Mufaro'ah Mufaro'ah IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

DOI:

https://doi.org/10.33387/cahayapd.v8i1.11901

Kata Kunci:

Mendongeng, Perkembangan Bahasa, Literasi Awal, Pendidikan Anak Usia Dini, Scaffolding

Abstrak

Penelitian ini mengkaji bagaimana mendongeng mendukung perkembangan bahasa dan literasi awal pada anak usia dini melalui tinjauan literatur sistematis terhadap 27 referensi ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2017 hingga 2026. Penelitian ini menjawab pertanyaan mendasar tentang peran pedagogis mendongeng dalam mendukung perkembangan kosakata, pemahaman menyimak, kemampuan komunikasi lisan, kompetensi naratif, kesadaran cetak, dan orientasi motivasional terhadap keterlibatan literasi. Dengan menggunakan analisis konten kualitatif, penelitian ini secara sistematis mengidentifikasi, mengodekan, dan menginterpretasikan pola-pola berulang di berbagai konteks penelitian, termasuk setting pendidikan anak usia dini di Indonesia, kelas English as a Foreign Language (EFL), dan lingkungan pendidikan multibahasa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mendongeng secara konsisten meningkatkan kemampuan reseptif dan ekspresif bahasa anak dengan memberikan input linguistik yang kaya dan kontekstual melalui kosakata, pola kalimat, model pengucapan, dan struktur naratif. Anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan mendongeng menunjukkan peningkatan yang terukur dalam pemahaman menyimak, penguasaan kosakata, kefasihan berbicara, konstruksi kalimat, koherensi naratif, dan kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Penelitian ini lebih lanjut mengungkapkan bahwa mendongeng berfungsi sebagai jembatan transisi yang menghubungkan bahasa lisan dan literasi formal dengan memperkenalkan anak pada organisasi naratif, pemaknaan cerita, kesadaran cetak, dan kepekaan fonologis. Efektivitas mendongeng semakin meningkat ketika diimplementasikan secara interaktif melalui teknik scaffolding, pertanyaan terbimbing, media visual, alat digital, dan aktivitas menceritakan kembali yang terstruktur pada fase pra-mendongeng, selama mendongeng, dan pasca-mendongeng. Baik format mendongeng tradisional maupun digital, bersama dengan pendekatan dramatis dan kreatif, berkontribusi secara signifikan terhadap hasil literasi awal ketika pendidik memberikan penyampaian yang ekspresif, pemilihan cerita yang tepat, dan pengalaman tindak lanjut yang terarah. Penelitian ini merekomendasikan agar pendidik anak usia dini memasukkan mendongeng sebagai komponen reguler, terencana, dan bertujuan dalam pembelajaran bahasa dan literasi sehari-hari, dengan memilih narasi yang relevan secara budaya dan sesuai dengan usia anak serta mengimplementasikan siklus mendongeng terstruktur yang mengintegrasikan persiapan kosakata, narasi interaktif, dan kegiatan tindak lanjut.

Referensi

Alkilani, G. Y., & Zhang, Q. (2025). Effect of Dramatic Storytelling on Emergent Literacy in EFL: Evidence from the UAE Kindergartens. Literacy Research and Instruction, 64(3), 322–340. https://doi.org/10.1080/19388071.2024.2329877

Cremin, T., Flewitt, R., Mardell, B., & Swann, J. (2017). Storytelling in Early Childhood: Enriching Language, Literacy and Classroom Culture. Routledge.

Dina, Jamila, Juariyah, Yulianti, S., & Syamsiah. (2025). Metode Mendongeng Kreatif dalam Meningkatkan Literasi Baca Tulis Anak Usia Dini. AKSIOMA: Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi, 2(12), 2789–2802.

Florit-Pons, J., Igualada, A., & Prieto, P. (2025). Evaluating the Feasibility and Preliminary Effectiveness of a Multi-Tiered Multimodal Narrative Intervention Program for Preschool Children. Language, Speech, and Hearing Services in Schools, 56, 17–41. https://doi.org/10.1044/2024_LSHSS-24-00048

Kerry-Moran, K. J., & Aerila, J.-A. (2019). Story in Children’s Lives: Contributions of the Narrative Mode to Early Childhood Development, Literacy, and Learning (Vol. 16). Springer Nature Switzerland AG. https://doi.org/10.1007/978-3-030-19266-2

Kirsch, C., & Hornberger, N. H. (2024). Multiple lenses to understand and shape multilingual literacy practices in Early Childhood Education. Language, Culture and Curriculum, 37(3), 289–309. https://doi.org/10.1080/07908318.2024.2335938

Maureen, I. Y., van der Meij, H., & de Jong, T. (2022). Evaluating storytelling activities for early literacy development. International Journal of Early Years Education, 30(4), 679–696. https://doi.org/10.1080/09669760.2021.1933917

Nasution, D. F. (2025). Efektivitas Model Sentra Digital Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Dini Anak PAUD RA Al Anshar Bandar Baru Bendahara Aceh Tamiang. UNISAN JURNAL: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam, 04(07), 445–454.

Ovati, T. S. R., Rydland, V., Lekhal, R., Lydersen, S., & Grøver, V. (2026). Does Teacher Talk During Shared Reading Predict Child Oral Language Development in Diverse ECEC Settings? First Language, 46(2), 234–255. https://doi.org/10.1177/01427237251377897

Rafiola, R. H., Anggraini, D., & Sari, V. N. (2022). The Effectiveness of Storytelling Method To Increase Language Development In Early Childhood. JED: Jurnal Etika Demokrasi, 7(3), 461–471. https://doi.org/10.26618/jed.v%25vi%25i.8140

Sianipar, E., Asiska, F., Manurung, S. H., & Anggraini, E. S. (2024). Pelaksanaan asesmen perkembangan seni kreativitas anak di TK Pelangi. JICN: Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 1(3), 4398–4404.

Sitinjak, O., Pardede, M., Siahaan, J., & Manungkalit, N. (2025). Enhancing Early Childhood Language Development through the Storytelling Method. International Transformative Education and Humanities Journal, 1(1).

Surya, U. I., & Aprilia, V. (2024). The Impact of Storytelling on English Language Development in Early Childhood Education. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 11(2), 147–157. https://doi.org/10.21107/pgpaudtrunojoyo.v11i2.21785

Diterbitkan

2026-05-19