Pengaruh Model Pembelajaran STEAM Terhadap Kemampuan Berpikir Divergen Anak Usia 5-6 Tahun

Penulis

  • Mega Lidya Wati Universitas jambi
  • Hendra Sofyan Universitas Jambi
  • Nyimas Muazzomi Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.33387/cahayapd.v8i1.11925

Kata Kunci:

Model Pembelajaran STEAM, Kemampuan Berpikir Divergen, Anak Usia 5-6 Tahun

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir divergen anak usia 5–6 tahun di TK Negeri Dharma Wanita Penerokan, yang ditunjukkan oleh hasil pre-test dengan rata-rata skor 15,7 dan persentase 49,1% pada kategori Mulai Berkembang (MB). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran STEAM terhadap kemampuan berpikir divergen anak usia 5–6 tahun di TK Negeri Dharma Wanita Penerokan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental one-group pre-test–post-test design. Jumlah subjek penelitian mencakup 11 anak usia 5–6 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,723. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji hipotesis Paired Sample t-Test, serta perhitungan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkan model pembelajaran STEAM, kemampuan berpikir divergen anak mengalami peningkatan dengan rata-rata skor post-test sebesar 27,3 dan persentase 85,2% pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Perhitungan effect size Cohen’s d menghasilkan nilai 4,708 yang tergolong dalam kategori pengaruh kuat (strong effect). Oleh karena itu, model pembelajaran STEAM memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir divergen anak usia 5–6 tahun di TK Negeri Dharma Wanita Penerokan.

Referensi

Alade, F., & Windschitl, M. (2023). STEAM education in early childhood: A systematic review of makerspaces and creativity. Sustainability, 15(4), 2102.

Amalia, A. N., Suyono, & Arthur, R. (2023). Penyusunan instrumen penelitian: Konsep, teknik, uji validitas, uji reliabilitas, dan contoh instrumen penelitian. Penerbit NEM.

Artamevia, A., Aziza, N., & Firdaus, M. (2024). The role of symbolic play in cognitive development. Journal of Early Childhood Education.

Berk, L. E. (2022). Development through the lifespan (7th ed.). Pearson Education.

Dardiri, Y. H., & Ratnaningsih, D. (2020). Proses berpikir divergen peserta didik dalam memecahkan masalah matematik ditinjau dari tipe kepribadian Myer Briggs. Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME), 2(1), 1–14.

Fadli, A. (2022). Proses berpikir kreatif siswa SMP dalam menyelesaikan soal open-ended berdasarkan tahapan Wallace ditinjau dari keterampilan berpikir divergen [Skripsi, Universitas Muhammadiyah].

Faridah, N. S., & Ratnaningsih, N. (2019, November). Analisis kemampuan berpikir divergen siswa dalam menyelesaikan masalah open-ended. Dalam Prosiding Seminar Nasional & Call for Papers.

Hasanah, S. R., & Abdussakir, A. (2024). Kemampuan berpikir divergen siswa dalam menyelesaikan soal open-ended barisan dan deret ditinjau dari adversity quotient. Jurnal Analisa, 10(1), 47–62.

Kastufi, M. (2023). Karakteristik kreativitas pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Unibos.

Kelley, T. R., & Knowles, J. G. (2016). A conceptual framework for integrated STEM education. International Journal of STEM Education, 3(11), 1–11.

Marliani, N., & Isnaningrum, I. (2025). Penggunaan STEAM untuk pendidikan anak usia dini. SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 456–464.

McAuliffe, M. (2016). The potential benefits of divergent thinking and metacognitive skills in STEAM learning. Journal of Problem-Based Learning in Higher Education, 4(1), 100–110.

Permatasari, R., Dewi, S., & Lestari, P. (2025). Perkembangan kreativitas dan imajinasi anak melalui media alam. Seduj Journal of Early Childhood, 7(2), 1207–1218.

Quigley, C., Herro, D., & Jamil, F. M. (2017). Developing a conceptual model of STEAM teaching practices. International Journal of Education in Mathematics, Science and Technology, 5(2), 103–116.

Rahmawati, D., & Lestari, F. (2022). Penerapan model pembelajaran STEAM untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5–6 tahun di TK Taman Indria Palembang. Potensia: Jurnal Kependidikan Islam Anak Usia Dini, 11(1), 39–47.

Rantina, M., Hasmalena, & Nengsih, Y. K. (2020). Buku panduan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak usia (0–6) tahun. Edu Publisher.

Rochmah, E. N. (2024). Learning environments sebagai pendukung STEAM guna mengasah kecakapan abad 21 siswa sekolah dasar. Didaktika: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 6(1), 61–70.

Santrock, J. W. (2021). Life-span development (18th ed.). McGraw-Hill Education.

Setiawan, R., Pratiwi, N., & Lestari, D. (2023). Stimulasi perkembangan anak usia dini dan hubungannya dengan kemampuan kreativitas. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia, 8(2), 101–112.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sun, M., Liu, X., & Yang, L. (2021). Effects of STEAM-based curriculum on students’ creativity and divergent thinking: Evidence from primary education. Frontiers in Education, 6, 654321.

Torrance, E. P. (2020). Torrance tests of creative thinking. Dalam Handbook of creativity (pp. 223–249). Springer.

Vidri, N., Amanda, R. S., & Siregar, M. (2025). Pengaruh model pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) terhadap kreativitas anak usia 5–6 tahun di TK Islam An-Nhizam Kota Jambi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 8035–8042.

Wahyuningsih, T., & Suryani, N. (2022). Implementasi pendekatan STEAM untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(3), 112–120.

Wannapiroon, N., & Pimdee, P. (2022). Thai undergraduate Science, Technology, Engineering, Arts, and Math (STEAM) creative thinking and innovation skill development: A conceptual model using a digital virtual classroom learning environment. Education and Information Technologies, 27, 5689–5716.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-19