Analisis Psychological Well-Being Mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Khairun dalam Mempersiapkan Diri Menjadi Guru PAUD

Penulis

  • Nurul Jariah Universitas Khairun
  • Dyla Fajhriani N Universitas Khairun
  • Rinova Cahyandari Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
  • Ulfah Dwi Januarti Universitas Khairun
  • Umikalsum Arfa Universitas Khairun
  • A. Agustan Arifin Universitas Khairun
  • Bujuna A. Alhaddad Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33387/cahayapd.v8i2.12640

Kata Kunci:

Psychological Well-Being, Mahasiswa PAUD, Calon Guru PAUD, Studi Kasus

Abstrak

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan calon tenaga pendidik yang dipersiapkan untuk menguasai kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai bekal dalam menjalankan profesinya. Selain penguasaan kompetensi tersebut, kesiapan mahasiswa untuk menjadi guru PAUD juga dipengaruhi oleh kondisi kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Mahasiswa yang memiliki kesejahteraan psikologis yang baik umumnya mampu menerima diri apa adanya, mengelola emosi secara positif, menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain, memiliki tujuan hidup yang jelas, serta mampu menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis psychological well-being mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Khairun dalam mempersiapkan diri menjadi guru PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian berjumlah 25 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta studi pustaka, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi psychological well-being mahasiswa tercermin melalui enam dimensi utama, yaitu self-acceptance, positive relations with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, dan personal growth. Di antara keenam dimensi tersebut, purpose in life dan personal growth merupakan aspek yang paling menonjol, sedangkan environmental mastery masih menjadi tantangan yang dihadapi oleh sebagian mahasiswa. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kesejahteraan psikologis yang baik berperan dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk menjalankan tugas sebagai calon guru PAUD yang profesional, kreatif, serta memiliki karakter yang positif.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Nurul Jariah, Universitas Khairun

Referensi

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry & research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Darling-Hammond, L. (2006). Powerful teacher education: Lessons from exemplary programs. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Hu, T., Zhang, D., & Wang, J. (2015). A meta-analysis of the trait resilience and mental health. Personality and Individual Differences, 76, 18–27. https://doi.org/10.1016/j.paid.2014.11.039

Indonesia, R. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Lee, A. S. Y., Fung, W. K., Chan, D. K. C., & Chung, K. K. H. (2024). The effectiveness of a positive psychological intervention for promoting preschool teachers’ well-being and professional competence: EASP intervention program. Applied Psychology: Health and Well-Being, 16(4), 1626–1658. https://doi.org/10.1111/aphw.12544

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). ualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Neff, K. D., & Germer, C. K. (2013). A pilot study and randomized controlled trial of the mindful self‐compassion program. Journal of Clinical Psychology, 69 (1), 28–44. https://doi.org/10.1002/jclp.21923

Ryff, C. D. (2014). Psychological well-being revisited: Advances in the science and practice of eudaimonia. Psychotherapy and Psychosomatics, 83 (1), 10–28. https://doi.org/10.1159/000353263

Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. New York, NY: Free Press.

Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Edisi revisi). Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Ye, X., Ahmad, N. A., Burhanuddin, N. A. N., Na, M., & Li, D. (2024). Preschool teachers’ emotional competence and teacher self-efficacy towards preschool performance in Zhejiang Province of China. Behavioral Sciences, 14 (4), 280. https://doi.org/10.3390/bs14040280

Zhou, H., & Ismail, H. N. (2024). Study of preschool teachers’ psychological well-being in Nanjing: A developmental psychology perspective. Universal Journal of Educational Research, 12(4), 76–90. https://doi.org/10.13189/ujer.2024.120402

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-26

Cara Mengutip

Jariah, N., Fajhriani N, D., Cahyandari, R., Dwi Januarti, U., Arfa, U., Arifin, A. A., & A. Alhaddad, B. (2026). Analisis Psychological Well-Being Mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Khairun dalam Mempersiapkan Diri Menjadi Guru PAUD. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud, 8(2), 211–226. https://doi.org/10.33387/cahayapd.v8i2.12640