Internalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Babari) melalui Kegiatan Gemari Anak Usia Dini di TK Pembina 1 Kota Ternate

Penulis

  • Aulia Selamet Universitas Khairun
  • Bujuna A. Alhadad Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33387/cahayapd.v8i2.12868

Kata Kunci:

Babari, GEMARI, Kearifan Lokal, Anak Usia Dini, Gotong Royong

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengenalan dan pembiasaan nilai-nilai kearifan lokal Babari melalui kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARI) pada anak usia dini di TK Pembina I Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas satu guru, satu orang tua, dan satu kepala sekolah, sedangkan subjek yang diamati berjumlah 24 anak berusia 5–6 tahun. Pengamatan dilakukan selama enam kali pertemuan, dengan dua sesi yang secara khusus memuat kegiatan GEMARI. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan GEMARI, termasuk kegiatan membakar ikan bersama, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal dan mempraktikkan nilai gotong royong sebagai nilai utama dalam kearifan lokal Babari. Nilai tersebut tercermin melalui perilaku kerja sama, kepedulian, kebersamaan, tanggung jawab, dan menjaga lingkungan. Dalam proses tersebut, guru berperan memberikan arahan dan menunjukkan keteladanan kepada anak. Wawancara dengan guru dan orang tua juga mengungkap perubahan kebiasaan makan ikan pada seorang anak yang sebelumnya kurang menyukai ikan. Namun, temuan tersebut bersifat individual dan tidak dapat digeneralisasikan kepada seluruh anak. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan adanya proses pengenalan nilai dan kesempatan untuk mempraktikkannya melalui kegiatan GEMARI. Meskipun demikian, data yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa nilai-nilai tersebut telah terinternalisasi secara konsisten dalam jangka panjang.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Devina, F., Nurdin, E. S., Ruyadi, Y., Kosasih, E., & Nugraha, R. A. (2023). Penguatan Karakter Pancasila Anak Usia Dini Melalui Kearifan Budaya Lokal: Sebuah Studi Literatur. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 6259–6272. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.4984

Kurniati, A., & Wahira, W. (2024). Kebutuhan Manajemen Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal Budaya Buton. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1026–1039. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i2.1013

Mimin, E. (2023). Pentingnya Nilai-Nilai Kearifan Lokal Suku Ngalum Ok dalam Kurikulum PAUD Guna Menghasilkan Siswa Berkepribadian Unggul. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4500–4512. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.3984

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Muhammad, A., Tuhuteru, D., Maudjud, Z., Ismail, H., & Abdullah, I. (2026). Kearifan Lokal Masyarakat Ternate dalam Mitigasi Bencana. Soskep, 1(1). https://journal.unutara.ac.id/index.php/soskep/article/view/30

Musi, M. A., Amal, A., Herlina, H., Asti, S. W., & Noviani, N. (2022). Internalization of Local Values in Early Children's Education on the Bugis Local Wisdom. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6732–6745. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3318

Muzakki, M., & Fauziah, P. Y. (2015). Implementasi Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Budaya Lokal di PAUD Full Day School. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 2(1), 39–54. https://doi.org/10.21831/jppm.v2i1.4842

Ningrum, D. P. (2020). Penanaman Nilai Kearifan Lokal pada Anak Usia Dini di TK Negeri 3 Suryoputran Kota Yogyakarta. Jurnal Komunikasi Profesional, 4(1). https://doi.org/10.25139/jkp.v4i1.2486

Nurani, Y., Pratiwi, N., Situmorang, R., & Lestari, N. G. A. M. Y. (2024). Children’s Character Learning Model Based on Indonesian Local Wisdom: Implemented to Early Childhood Education in Play Centers. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 18(1), 99–111. https://doi.org/10.21009/JPUD.181.07

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. https://peraturan.bpk.go.id/Details/43920/uu-no-20

Sadjim, U. M., Muhadjir, N., & Sudarsono, F. X. (2016). Revitalisasi Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika dan Kearifan Lokal Berbasis Learning Society Pascakonflik Sosial di Ternate. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 4(1). https://doi.org/10.21831/jppfa.v4i1.7227

Sofiyah, & Kusmanto, A. S. (2022). Menumbuhkan Kearifan Lokal pada Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Nilai. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 1(9).

Suwardi, & Rahmawati, S. (2016). Pengaruh Nilai-Nilai Kearifan Lokal terhadap Pola Pengasuhan Anak Usia Dini (AUD). Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 5(2). https://doi.org/10.36722/sh.v5i2.347

Taib, B., Oktaviani, W., & Rahardjo, B. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Melestarikan Budaya Lokal Moloku Kie Raha pada Pendidikan Anak Usia Dini. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2), 782–797. https://doi.org/10.31316/g-couns.v9i2.6891

Wahyuningsih, D., & Suyanto, S. (2015). Implementasi Kearifan Lokal Melalui Model BCCT untuk Pengembangan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 2(1), 10–23. https://doi.org/10.21831/jppm.v2i1.4840

Widiastuti, S. (2015). Pembelajaran Proyek Berbasis Budaya Lokal untuk Menstimulasi Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak, 1(1). https://doi.org/10.21831/jpa.v1i1.2907

Wiyani, N. A. (2022). Merdeka Belajar untuk Menumbuhkan Kearifan Lokal Berbasis Nilai Pancasila pada Lembaga PAUD. Antroposen: Journal of Social Studies and Humaniora, 1(2), 63–74. https://doi.org/10.33830/antroposen.v1i2.3782

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-18

Cara Mengutip

Selamet, A., & A. Alhadad, B. (2026). Internalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Babari) melalui Kegiatan Gemari Anak Usia Dini di TK Pembina 1 Kota Ternate . Jurnal Ilmiah Cahaya Paud, 8(2), 89–114. https://doi.org/10.33387/cahayapd.v8i2.12868