Penanganan Anak Tunalaras Ringan Melalui Metode Ejaan Dan Tracing The Dots
DOI:
https://doi.org/10.33387/cahayapd.v5i1.5812Abstrak
Abstrak: Anak tunalaras memiliki karakteristik yang kompleks dan seringkali ciri-ciri perilakunya juga dilakukan dilakukan oleh anak-anak sebaya lain. Orangtua dan guru pada umumnya menganggap perilaku tersebut wajar, hanya perlu untuk diberi label nakal dan memperingatkan teman-teman sebayanya untuk berhati-hati bahkan menjauhinya. Anak tunalaras juga memiliki hambatan belajar di sekolah misalnya membaca, anak tunalaras di Sekolah Dasar Negeri 46 Kota Ternate yang ditemui oleh tim peneliti memiliki hambatan belajar seperti membaca, menulis dan menghitung. Membaca (ejaan) merupakan salah satu keterampilan bagi anak dalam menyerap sebuah gagasan dan menuangannya kembali menjadi sebuah pengetahuan yang nyata. Anak tunalaras yang kesulitan menulis diterapkan teknik tracing the dots merupakan kegiatan perkembangan motorik halus dalam melatih kemampuan menulis, menggambar, menebalkan, menjiplak anak dengan meniru.
Kata kunci: Anak tunalaras, Membaca, tracing the dots
Referensi
Anggraeni, D., & Putro, K. Z. (2021). Strategi Penanganan Hambatan Perilaku serta Emosi pada
Anak Hiperaktif dan Tunalaras. JAPRA (Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal), 4(2), 43-57.
Astuti, I. P., Ariyadi, D., & Sumaryanti, L. (2020). Prototipe Media Pembelajaran Berbasis
Android Untuk Membaca Permulaan. Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro Dan
Ilmu Komputer, 11(1), 151-156.
Badriyah, L. (2020). Gambaran Psikologis Anak Penyandang Tunalaras: Tinjauan Pada Aspek
Sosial Dan Emosi. Jurnal Hawa: Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak, 2(2).
Bihastuti, E. J., Nirawati, M. A., & Mustaqimah, U. (2017). Penerapan Healing
Environment Pada Perancangan Sekolah Dasar Luar Biasa Bagian Tunalaras. ARSITEKTURA, 15(2), 447-454.
Burhaein, E. (2017). Aktivitas permainan tradisional berbasis neurosainslearning sebagai pendidikan karakter bagi anak tunalaras. Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran, 3(1), 55-68.
Kusumadewi, S., & Miladiyah, I. (2018). sistem pendukung keputusan klinik penentuan diagnosis penyakit TB paru pada orang dewasa sesuai dengan strategi directly observed treatment short-course (DOTS).
Prasrihamni, M., Supena, A., & Intika, T. (2022). Gambaran Psikologis Anak Tuna laras. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 6(1), 99-107.
Rohman, Y. A., Rahman, R., & Damayanti, V. S. (2022). Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas Satu di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(3),5388-5396.
Tahir, Y., Haidar, D., Patiung, D., Mattemmu, E., & Praningrum, W. (2022).
Penerapan Metode Menebalkan Garis Putus-Putus Dalam Meningkatkan Koordinasi Mata Dan Tangan Anak Usia 4-5 Tahun Di TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL II PERUMNAS. KHIDMAH: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 185 193.
Thabroni, G. (2022, September 16). Tunalaras: Pengertian, Ciri Karakteristik, Klasifikasi, Penyebab, dll. Dipetik Desember 26, 2022, dari Serupa id: https://serupa.id/tunalaras-pengertian-ciri-karakteristik-klasifikasi-penyebab-dll/
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
COPYRIGHT NOTICE
Cahaya Paud is an Open Access Journal. The authors who publish the manuscript in this journal agree to the following terms:
Cahaya Paud is licensed under a Lisensi Creative Common Atribusi 4.0 International. This permits anyone to:
- Share - copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt - remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution- You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions - You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.






