TRANSFORMASI NASIONALISME DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN UPAYA PENGUATAN IDENTITAS KEBANGSAAN BAGI PESERTA DIDIK

Penulis

  • Rosvita Yolantika Yestari Universitas Nusa Cendana
  • Maria Nirma Komala Rija Universitas Nusa Cendana
  • Maria Miklola Sarmita Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana
  • Fransiska Afdatitan Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana
  • Vanda Lidya Diana Manu Ndun Universitas Nusa Cendana
  • Fadil Mas’ud PPKn Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.33387/geocivic.v9i1.11909

Kata Kunci:

Nasionalisme, Pendidikan Kewarganegaraan, Literasi Digital, Media Sosial.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika nasionalisme di era digital, dengan fokus pada berbagai tantangan serta upaya penguatan identitas kebangsaan pada peserta didik. Perkembangan teknologi digital yang pesat serta arus globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola pikir, sikap, dan interaksi generasi muda, yang pada akhirnya turut memengaruhi pembentukan sikap nasionalisme mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, seperti buku ilmiah, jurnal akademik, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen resmi yang berkaitan dengan nasionalisme, pendidikan kewarganegaraan, dan literasi digital.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan pengkajian literatur secara sistematis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan tematik, yaitu melalui proses reduksi data, pengelompokan informasi berdasarkan tema, interpretasi makna, serta penarikan kesimpulan yang mengacu pada perspektif pendidikan kewarganegaraan dan teori konstruksi identitas nasional.

Hasil kajian menunjukkan bahwa era digital memiliki karakter dualistik, yaitu sebagai peluang sekaligus tantangan dalam penguatan nasionalisme. Media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana inovatif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui konten kreatif berbasis sejarah, budaya, dan identitas nasional. Namun demikian, rendahnya literasi digital kritis di kalangan peserta didik berpotensi menimbulkan penurunan kualitas nasionalisme akibat paparan informasi global yang tidak terfilter. Dalam hal ini, sekolah memiliki peran strategis melalui integrasi nilai-nilai kewarganegaraan dalam pembelajaran serta penguatan program berbasis karakter kebangsaan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa nasionalisme generasi muda tidak mengalami kemunduran, melainkan mengalami transformasi dalam bentuk dan ekspresinya. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan yang terarah dan berkelanjutan dari lembaga pendidikan agar nilai nasionalisme tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Rosvita Yolantika Yestari, Universitas Nusa Cendana

Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana

Maria Nirma Komala Rija, Universitas Nusa Cendana

Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana

Maria Miklola Sarmita, Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana

Universitas Nusa Cendana

Fransiska Afdatitan, Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana

Universitas Nusa Cendana

Vanda Lidya Diana Manu Ndun, Universitas Nusa Cendana

Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana

Fadil Mas’ud, PPKn Universitas Nusa Cendana

PPKn, FKIP, Universitas Nusa Cendana

Referensi

Anderson, B. (2006). Imagined communities: Reflections on the origin and spread of nationalism (Rev. ed.). Verso.

Arianto, B. (2020). Pengembangan literasi digital dan penguatan nasionalisme generasi muda di era digital. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(2), 12–22.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approach (4th ed.). SAGE Publications.

Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Penguatan nilai nasionalisme pada generasi muda di era digital. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(3), 597–606.

Fatimah, S., & Dewi, D. A. (2021). Tantangan pendidikan kewarganegaraan dalam membangun karakter bangsa di era digital. Jurnal Citizenship Virtues, 1(2), 45–54.

Hidayat, R., & Nurhasanah, E. (2022). Media sosial dan pengaruhnya terhadap sikap nasionalisme peserta didik. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6(1), 33–41.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2021). Modul literasi digital nasional. Kominfo.

Latif, Y. (2011). Negara paripurna: Historisitas, rasionalitas, dan aktualitas Pancasila. Gramedia Pustaka Utama.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Prasetyo, A. B. (2021). Literasi digital sebagai upaya penguatan karakter kebangsaan siswa. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 6(1), 55–66.

Sari, N., & Wahyudi. (2020). Peran sekolah dalam menanamkan nilai nasionalisme pada generasi digital. Jurnal Bhineka Tunggal Ika, 7(2), 101–110.

UNESCO. (2019). Digital citizenship education handbook. UNESCO Publishing.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-15