KEMAPANAN SISTEM DEMOKRASI DI INDONESIA (Antara Demokrasi Islam Versus Demokrasi Barat) (Review)

Penulis

  • Irwan Djumat Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33387/geocivic.v2i1.1470

Kata Kunci:

Sistem, Demokrasi Indonesia, Demokrasi Islam, Demokrasi Barat

Abstrak

Demokrasi kini telah menjadi bagian terpenting dari kehidupan manusia. Demokrasi sebagai suatu sistem telah dijadikan alternatif dalam berbagai tatanan aktifitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Terdapat dua alasan dijadikannya demokrasi sebagai sistem bermasyarakat dan bernegara, Pertama, hampir semua negara di dunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asas yang fundamental; kedua, demokrasi sebagai asas kenegaraan secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarkan negara sebagai organisasi tertingginya. Dalam prakteknya di Indonesia masih terbelenggu oleh demokrasi Islam ataukah Barat. Namun demikian intin dari demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Artinya pemerintahan memberikan penekanan pada keberadaan kekuasaan di tangan rakyat, baik dalam penyelenggaraan negara maupun pemerintahan. Kekuasaan pemerintahan berada di tangan rakyat mengandung arti; pertama, pemerintahan dari rakyat (goverment of the  people) mengandung pengertian yang berhubungan dengan pemerintahan yang sah dan diakui (legitimate government); kedua, pemerintahan oleh rakyat (goverment by people), yakni suatu pemerintahan yang menjalankan kekuasaan atas nama rakyat, bukan atas dorongan dan keinginan sendiri; ketiga, pemerintahan untuk rakyat (government for the people), mengandung pengertian bahwa kekuasaan yang diberikan oleh rakyat kepada pemerintah harus dijalankan untuk kepentingan rakyat.

Biografi Penulis

Irwan Djumat, Universitas Khairun

Dosen PKn FKIP Unkhair

Referensi

Abdulgani, H. Roeslan. (2000). Fitnah. dalam Rakyat Merdeka, edisi Jumat 5 Mei 2000/30 Muharram 1421 H.

Al-Mandari, Syafinuddin. (2003). HMI dan Wacana Revolusi Sosial, Jakarta: Hijau Hitam.

Gaffar, Affan (2000). Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Juergensmeyer, Mark. (1993). “The New Cold War? Religious Nationalism Confronts the Secular Stateâ€Â. Terjemahan oleh Noorhadi. (1998). Menentang Negara Sekuler Kebangkitan Global Nasionalisme Religius. Bandung: Mizan.

Fatwa, A. M. (2002). Satu Islam Multi Partai Membangun Integritas di Tengah Pluralitas. Bandung: Mizan.

Pilliang, Yasraf Amir. (1999). Kompas â€ÂThe Perfect Crime: Hiperrealitas Timor-Timur, edisi 12 oktober.

Prayitno, Budi. (2001). What is Democracy. Terjemahan: Apakah Demokrasi itu?, United States Information Agency.

Soelaeman, M. Munandar. (2001). Ilmu Sosial dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Tim ICCE Uin Jakarta. (2007). Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education), Demokrasi Hak Asasi manusia, dan Masyarakat Madani. Jakarta: Kencana

Yusanto, Ismail. (1998). Islam Ideologi: Refleksi Cendekiawan Muda. Bangil: Al-Izzah

Unduhan

Diterbitkan

2019-04-01

Terbitan

Bagian

Artikel