Peran Guru dalam Membentuk Karakter Disiplin Peserta Didik Terhadap Tata Tertib di SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan
DOI:
https://doi.org/10.33387/geocivic.v6i2.7606Kata Kunci:
Peserta Didik, Peran Guru, Karakter DisiplinAbstrak
The purposes of this research are: (1) To find out the teacher's role in shaping the disciplinary character of students through school rules at SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan City, and (2) To identify factors that influence the teacher's role in shaping the disciplinary character of students through governance. school discipline at SMA Negeri 10 Tidore Islands. The research method used is a case study qualitative research. The subjects of this research were school principals, deputy head of curriculum, deputy head of education, teachers and students. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation with data analysis techniques using data reduction, data presentation, and making conclusions. The results of the study show that: (1) The role of the teacher in shaping the disciplined character of students at SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan is that the teacher acts as a Role Model for students so that they can be used as an example in life both at school and in society. In addition, the attitude and obedience of the teacher can be emulated by students in order to familiarize students to come to school on time, dress neatly, and not play truant during class hours. Thus the character of discipline can be applied in everyday life. (2) there are 2 factors that influence the disciplinary character of students, namely: (a) Supporting factors, namely the existence of cooperation between teachers and parents of students as the key to success in shaping the disciplinary character of students and the teacher's firmness in carrying out action will affect the disciplined character of students in school; (b) Inhibiting factors, namely lack of self-awareness to be disciplined,as well as a lack of understanding of the disciplinary attitude that is applied in schoolsReferensi
Afifah, Putri Nurul. (2012). Gambaran Disiplin Peserta didik di SDN Jatibening V Bekasi.
Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
Arisanti, Devi,(2013). Peran Guru Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta didik Pada
Mata Pelajaran Sosiologi Di Kelas X SMA PGRI 1 Pontianak. Jurnal pendidikan
dan pembelajaran.
Aryadi, Bahari. (2015). Analisis pelanggaran penerapan tata tertib sekolah oleh peserta didik
di SMA Ki Hajar Dewantara Pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(4),
hlm. 1-10.
Afrizal. (2016). Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan
Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta:. RajaGrafindo
Persada
Buchari, (2017). Menumbuhkan Kepatuhan Peserta Didik. Solo. PT Tiga Serangkai
Djamarah,Bahri. (2005). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta
Darmadi, Hamid.(2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Fitri, Christiana. (2013). Penerapan layanan informasi tentang etika dan disiplin di sekolah
untuk mengurangi pelanggaran tata tertib pada peserta didik SMP. Jurnal
Mahapeserta didik Teknologi Pendidikan, 1(1), hlm. 129- 148.
Hasbullah.(2008).Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, ( Jakarta: Raja Grafindo Persada )
Irwan . (2014). Skripsi tentang Pelaksanaan Tata Tertib sekolah di SMK Makassar. Universitas
Negeri Makassar
Julyanti Annisa Pratiwi, Zunnun Ferdia Novianti. (2013). Pelanggaran Tata Tertib pada
Kalangan Pelajar SMA Negeri 7 Banjarmasin. KTI. Banjarmasin
Marwan. (2012). Tata Tertib Sekolah sebagai Sarana Membentuk Karakter Akhlak Peserta
didik Smp It Abu Bakar Yogyakarta .Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam,
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Mulyasa, Enco. (2017). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan
Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurbahrudi, Haryati.(2014). Pengaruh Disiplin Diri dan Lingkungan Keluarga Keluarga
Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Peserta didik Kelas X SMA Global Mandiri
Cibubur. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.
Rachman,M.(1997). Manajemen Kelas Bandung: Depdikbud.
Riki Subagja,(2016). Implementasi Nilai-Nilai Disiplin Peserta didik Dalam Mematuhi Norma
Tata Tertib Sekolah (Studi Deskriptif penerapan nilai-nilai disiplin di SMA
Pasundan 2 Bandung) Universitas Pendidikan Indonesia
Rofi, Akhmad.(2016). Disiplin Peserta didik Dalam Mengikuti Kegiatan Sekolah (Studi Kasus
Di SD Negeri Panasan Seleman). Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 15
Tahun ke-5
Rusman.(2014). Model-model Pembelajaran (Mengembangkan Profesionalisme
Guru). Jakarta: Ra ja Grafindo Persada
Sardiman, (2013). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono.(2013).Metode Penilitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitati,dan
R&D.Bandung: Alfabeta
Sukadi.(2015). Kiat Membangun Kepatuhan Anak. Jakarta: Bumi Aksara
Sugiyono (2016).Metode Penilitian Kuantitatif,Kualitatif,Dan R&D,Bandung: Alfabeta
Soemarno,(2017). Pengaruh kesadaran diri terhadap kedisiplinan belajar peserta didik kelas
XI SMP Negeri 9 Sempit.Jurnal Paedagogik
Soemarno,(2017).Pedoman Pelaksanaan Disiplin Nasional dan Tata Tertib Sekolah. Jakarta:
CV. Jaya Abadi
Wiratomo. (2007). Tata Tertib Sekolah Sebagai Sarana Pendidikan Moral Di Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Semarang. UNNESA
Tulus. (2004). Peran Disiplin Pada Perilaku dan Presentasi Peserta didik. Jakarta: Grasindo.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
 This work is licensed under a Â lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License