PERBEDAAN HASIL TANGKAPAN BOTTOM HAND LINE BERDASARKAN WAKTU PENANGKAPAN DI PERAIRAN PULAU OBI

Hanifa Ode Umar, Irwan Abdulkadir, Imran Taeran

Sari


Nelayan pancing ulur dasar yang melakukan operasi penangkapan ikan demersal pada waktu siang dan malam. Namun belum diketahui waktu penangkapan yang terbaik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganasis karakteristik biologi hasil tangkapan bottom hand line dan, (2) menganalisis produktivitas dan perbandingan hasil tangkapan bottom hand line berdasarkan waktu penangkapan di perairan pulau Obi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dengan melakukan proses pengukuran panjang dan berat ikan secara langsung di tempat pengumpul ikan dan metode wawancara nelayan penangkapan ikan demersal. Analisin yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu analisis komposisi, dan analisis produktivitas dengan menggunakan analisis uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangkapan pancing ulur terdiri atas 31 spesies yang didominasi ikan kerapu sunu ekor gunting (26%). Tangkapan ikan kerapu sunu ekor gunting memiliki ukuran panjang dominan (31%)berada pada kelas ukuran 35-37 cm sedangkan ukuran berat dominan (25%) berada pada 0,4 kg. Produktivitas tangkapan sore hari lebih tinggi (59%) dibandingkan dengan tangkapan malam (41%). Perbandingan hasil tangkapan berdasarkan hasil analisis uji t-student untuk mengetahui waktu penangkapan yang terbaik antara waktu penangkapan siang dan malam hari terhadap hasil tangkapan di peroleh nilai Thitung = 0,267 dan Ttabel = 1,4. Dari hasil pehitungan t-student, menunjukan bahwa nilai Thitung ˂ Ttabel sehingga pengaruh waktu penangkapan memberikan pengaru tidak nyata terhadap hasil tangkapan ikan demersal dengan hasil tangkapan siang lebih banyak dibandingkan dengan waktu penangkapan malam.
Kata kunci : produktivias, ikan demersal, bottom hand line

Teks Lengkap:

Pdf

Referensi


Aoyama, T. 1973. The Demersal Fish And Fisharies Of The South China Sea. IPFC/SCS/DEV/73/3. Rome

Anonymous, 2005. Laporan Teknis intern. Balai Riset Perikanan Laut.

Babrudin. 2004. Penelitian Sumberdaya Ikan Demersal. Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta.36 p

Effendie. 2002. Biologi Perikanan (p.163). Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara Ernaningsi, D. 2015. Kajian Biologi Perikanan Ikan Kerapu Bara Di Perairan Kabupaten Kepulauan Raja Ampat. Jurnal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Satya Negara Indonesia

Hadmojo, Eko., S. 2016. Komposisi Hasil Tangkapan Belat Pada Siang dan Malam Hari Di Desa Bunga Raya Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Provinsi Riau. Skripsi pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru. (tidak diterbitkan).

Gunarso, W. 1985. Tingkah Laku Ikan Dalam Hubungannya Dengan Alat, Metode, Dan Taktik Penangkapan. Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Halaman 8.

Guntara, B. 2017. komposisi Hasil Tangkapan Pancing Ulur Siang dan Malam Hari di Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau Pekanbaru 2017

Kementerian Keputusan Mentri Kelautan Dan Perikanan Nomor 38 Tahun 2003

Noija, D. Sulaiman Martasuganda, Bambang Mardianto dan Am Azbas Taurusman. 2014. Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya dan demersal di Perairan Pulau Ambon – Provinsi Maluku. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 5 (1) : 55-64.

Santoso, D. 2016. Potensi Lestari Dan Status Pemanfaatan Ikan Kakap Merah Dan Ikan 16(2).Kerapu Di Selat Alas Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal biologi tropis.

Shadiqin, I. 2018. Alat Tangkap Pancing Ulur (Hand Line) pada Rumpon Portable di Kabupaten Aceh Utara.Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 9 No. 2 November 2018: 105-113

Simbolon, D., Jeujanan, B dan Wiyono, E.S. 2013. Evektivitas Pemanfaatan Rumpon dalam Operasi Penangkapan Ikan di Perairan Maluku Tengara. Jurnal ‘Amanisal’ PSP FPIK Unpatti-Ambon 2(2) : 29-31

Sudirman dan Mallawa. 2004. Teknik Penangkapan Ikan. Cetakan Pertama, Maret 2004. RT Rineka Cipta. Jakarta

Sudjana, M. 1989. Metode Statistik. Tarsito. Bandung

Suman, A.,Irianto, H.E, Satria, F., & Amri, K. 2016. Potensi Dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP NKRI) Tahun 2015 Serta Opsi Pengelolaannya. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia 8(2):97-110

Suman, A. 2011. Stok Sumberdaya Ikan Demersal Laut Dalam di Perairan ZEEI Samudera HindiaSebelh Selatan Jawa. Biosfera 28(1) : 1-8 Susaniati, W, Alfa F. P, Nelwa dan Kurnia. M,. 2013. Produktivitas Daerah Penangkapan Ikan Bagan Tancap yang Berbeda Jarak dari Pantai di Perairan Kabupaten Jeneponto. Jurnal Akuatika 4(1) : 64-79.

Wasilun Dan badrudin. 1991. Beberapa Parameter Osea-N0grafi Dalam Hubungan Dengan Penyebaran Kelimpahan Stok Sumberdaya Perikanan Di Laut Jawa Dan Laut Cina Selatan. Sub balai penelitian perikanan semarang.

Widodo dan Suparman Sasmita. 2008. Klasifikasi Alat Tangkapan Ikan Indonesia. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan. Semarang.

Zulbainarni, N. 2012. Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Tangkap Yang Berkeadilan Dan Berkelanjutan Dalam Kaitannya Dengan Otonomin Daerah. Prosiding Kongres ISEI XVIII Satu Dasu Warsa Inmplementasi Ekonomi daerah :289-314


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.