HAK-HAK PEREMPUAN DALAM KONSTRUKSI BUDAYA TERNATE

Penulis

  • Dahrun Sarif Universitas Khairun
  • Umar H Rajab Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33387/humano.v14i2.3917

Kata Kunci:

Kata kunci, hak-hak perempuan, budaya, ideologi patriarki.

Abstrak

ABSTRAK. Kebudayaan  Ternate tentunya memiliki  pemahaman, konsep, nilai, serta praktek tersendiri  tentang hak perempuan. Konstruksi budaya  itu tentunya tidak dapat dilepaskan dari ideologi  patriarki yang telah membudaya dalam kehidupan masyarakat secara umum.  Konstruksi budaya  patriarki dinilai masih kurang memberi ruang pada perempuan untuk memperoleh hak-haknya sebagai manusia. Akibatnya hak-hak perempuan rentan  terabaikan.   Perempuan  dikonstruksi memiliki kewajiaban yang jauh lebih banyak dari pada haknya.    Ideologi patriarki  adalah hasil konstruksi budaya sehingga  hal itu dapat ditafsir ulang  atau direkonstruksi untuk mewujudkan tatanan  budaya Ternate baru yang berkeadilan gender (gender equality). Tatanan baru ini  diharapkan dapat memenuhi hak-hak perempuan  yang sudah didambakan sejak dulu.

Biografi Penulis

Dahrun Sarif, Universitas Khairun

Fakultas Imu Budaya

Referensi

Adji, dkk. 2009. “Konstruksi Relasi Laki-laki dan Perempuan dalam Sistem Patriarki (Kajian terhadap Karya Djenar Maesa Ayu dengan Pendekatan Feminisme)†Laporan Penelitian. Tidak Diterbitkan. Bandung: Universitas Padjadjaran.

Budiman, Arif. 1981. Pembagian Kerja Secara Seksual: Sebuah Pembahasan Sosiologis tentang Peran Wanita di dalam Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Pusat Bahasa. 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Setiawan, Hersri. 2012. Awan Theklek Mbengi lemek; Tentang Perempuan dan Pengasuhan Anak. Yogyakarta: Sekolah mBrosot dan Gading Publishing.

Takwin, Bagus. 2003. Akar - Akar Ideologi. Yogyakarta: Jalasutra.

Walby, Sylvia. 2014. Theorizing Patriarchy. Diterjemahkan oleh Mustika K. Prasela dengan judul Teorisasi Patriarki. Yogyakarta: Jalasutra.

Unduhan

File Tambahan

Diterbitkan

2023-11-27