Sosialisasi Bahaya Merkuri Pada Penambangan Rakyat Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan

Isi Artikel Utama

Hilda Alkatiri
Amrih Halil
Wawan AK , Conoras
Anas Abdul Latif
Syarifullah Bundang

Abstrak

Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan telah terindikasikan memiliki potensi sumberdaya mineral logam emas dengan adanya kegiatan dan aktivitas penambangan rakyat yang masih berlangsung hingga saat ini. Kegiatan pertambangan emas skala kecil (PESK) yang menggunakan merkuri untuk mengekstrak kandungan emas dalam bijih telah dilarang oleh pemerintah. Merkuri memiliki dampak terhadap lingkungan, yaitu dapat meneyebabkan pencemaran Air, Tanah, dan Udara, selain itu juga memiliki dampak terhadap kesehatan dan melanggar Undang-Undang. Metode pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat terkait sosialisasi bahaya merkuri pada penambangan rakyat Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan melibatkan masyarakat setempat mulai dari pekerja tambang dan pemodal yang berjumlah 50 Orang, Siswa SMAN 22 Halmahera Selatan berjumlah 70 Orang dan masyarakat terdampak yang berjumlah 60 Orang. Kegiatan sosialisasi ini menekankan pada tiga kerugian penggunaan merkuri (kerugian ekonomi, lingkungan dan kesehatan) serta kegiatan yang melanggar hukum. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan merkuri dalam kegiatan penambangan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel

Referensi

B. Sulistijo dkk. (2018). Program Kesadaran Bahaya Merkuri Dan Sianida Di Daerah Lingkar Tambang: Studi Kasus Daerah Kao Teluk, Malifut Dan Kao, Halmahera Utara. Prosiding XXVII Dan Kongres X Perhapi

Chamid, Chusharini, dkk. (2000). Pengujian dan Penyempurnaan Rancangan Retort Merkuri Tepat Guna Untuk Pertambangan Emas Rakyat. Laporan Penelitian, LPPM UNISBA.

Chamid, Chusharini, dkk (2002). Sosialisasi Retort Merkuri Tepat Guna Pada Unit Pertambangan Emas KUD Mekarjaya, Cineam, Tasikmalaya. Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM UNISBA.

D’Hondt, L. (2011). Konflik Pertambangan di Maluku Utara:Mencari Keadilan di antara keuntungan, identitas adat dan lingkungan, Chapter 10

Edward. (2008). Pengamatan kadar Merkuri di Perairan Teluk Kao (Halmahera) dan Perairan Anggai (teluk Obi) Maluku Utara. Makara, Sains, Volume 12 No 2, November 2008, Page 97-101.

Gustin, D et all. (2015). Politik Ruang dan Perlawanan:Kisah Konflik atas Ruang Di tingkat Lokal,â€ÂDampak Kebijakan ruang Terhadap Perempuan di Lingkar Ruang Tambang NHM, Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif,2014 12. Simange, S.M, Penyebaran Merkuri dan Sianida Akibat Usaha Pertambangan Emas di Daerah Telok Kao, Kabupaten Halmahera Utara,Jurnal Agroforestri X Nomor 2 Juni 2015