PENGARUH RASIO LIMBAH JAGUNG, COCOPEAT, SERBUK GERGAJI PADA PEMBUATAN TEPUNG BIOFUNGISIDA Trichoroderma TERHADAP DAYA HAMBAT JAMUR Ganoderma boninse

Penulis

  • Siti Ainun Pratiwi Indra Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi industri, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Sumayyah Syahidah Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi industri, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Zakir Sabara HW Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi industri, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Lastri Wiyani Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi industri, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33387/jpk.v4i1.10377

Kata Kunci:

Trichoderma, Biofungisida, Limbah Jagung, Cocopeat, Serbuk Gergaji Kayu Jati.

Abstrak

Jamur Ganoderma boninense merupakan jamur penyebab busuk pangkal batang atau biasa disebut BPB pada kelapa sawit. Di Indonesia, penyakit busuk pangkal batang ini dapat menyebabkan turunnya produktivitas kelapa sawit yang signifikan dapat mencapai lebih dari 50%. Pengendalian hayati menggunakan jamur Trichoderma dapat dijadikan alternatif untuk membatasi penggunaan fungisida kimia. Dikembangkan suatu teknik pengemasan Trichoderma dalam bentuk formulasi biofungisida bahan organik dengan cara dihitung kerapatan spora dan uji daya hambat. Proses pembuatan biofungisida dimulai dengan menyiapkan bahan organik yaitu limbah jagung, cocopeat dan serbuk gergaji yang dikeringkan dan dihaluskan. Hasil bahan organik tersebut kemudian dicampurkan dengan 50 g kaolin dan 50 g tepung tapioka serta 15 mL suspensi Trichoderma dengan perbandingan 100% dan 50%. Setelah itu, biofungisida dicampur di dalam plastik dan diinkubasi selama 2 minggu. Setelah diinkubasi, dianalisa dan dihitung kerapatan spora dan uji daya hambat. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa limbah jagung, cocopeat dan serbuk gergaji dapat diformulasikan sebagai biofungisida Trichoderma karena sesuai dengan standar SNI 8027:3:2014 dimana nilai kerapatan spora >107 dan daya hambat >50%. Biofungisida tepung Trichoderma campuran 50% cocopeat + 50% serbuk gergaji menunjukkan hasil yang paling optimal dengan nilai daya hambat sebesar 72.95%.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Siti Ainun Pratiwi Indra, Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi industri, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia

Saya adalah mahasiswa teknik kimia, Universitas Muslim Indonesia

Zakir Sabara HW, Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi industri, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia

Dosen dari Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Kimia, Universitas Muslim Indonesia

Lastri Wiyani, Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi industri, Universitas Muslim Indonesia, Indonesia

Dosen dari Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Kimia, Universitas Muslim Indonesia

Referensi

Elfina, Y. S., & Ali, M. (2018). Uji Biofungisida Tepung Trichoderma harzianum yang Mengandung Bahan Organik Berbeda terhadap Jamur Ganoderma boninense Pat. Secara In Vitro Effect of Powder Biofungicide of Trichoderma harzianum Containing Different Organic Mattersto Ganodermaboninense Pat. In Vitro. In J. Agrotek. Trop (Vol. 7, Issue 1).

Octriana, L. (2011). Potensi Agen Hayati dalam Menghambat Pertumbuhan Phytium sp. Secara In Vitro. Buletin Plasma Nutfah (Vol.17), 138-142.

Salman, N. (2020). Potensi Serbuk Gergaji Sebagai Bahan Pupuk Kompos. Jurnal Komposit, 4(1), 1–3.

Syahnen D., Sirait DN. (2014). Teknik Uji Mutu Agnes Pengendali Hayati (APH) di laboratorium. Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman. Medan.

Hamdani, H., Rasulu, H., Ibrahim, A. R., & Albaar, N. (2023, July). Pengaruh Waktu Blanching Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Tepung Tagalolo (Ficus Septica Brum F). In PROSIDING SEMINAR NASIONAL PERTANIAN (Vol. 3, No. 1).

Diterbitkan

2025-06-30

Terbitan

Bagian

Artikel