Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-06-19. Baca versi terbaru.

Indonesia INTENSITAS SERANGAN HAMA BOLENG DAN HASIL UBI JALAR YANG DITANAM PADA BERBAGAI VARIASI KETINGGIAN MEDIA TANAM DALAM KARUNG

INTENSITAS SERANGAN HAMA BOLENG DAN HASIL UBI JALAR YANG DITANAM PADA BERBAGAI VARIASI KETINGGIAN MEDIA TANAM DALAM KARUNG

Penulis

  • Niyanti Esawati Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Indonesia
  • Bambang Supeno Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Indonesia
  • Ni Wayan Sri Suliartini Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33387/jpk.v5i1.12197

Kata Kunci:

Cylas sp, sweet potato weevil, infestation intensity, planting media; sweet potato

Abstrak

        Hama boleng (Cylas sp.) merupakan hama utama ubi jalar yang dapat menyebabkan kerusakan umbi hingga 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ketinggian media tanam dalam karung terhadap populasi hama boleng dan intensitas serangan hama boleng serta hasil ubi jalar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 sampai dengan Januari 2026 di lahan pertanian ubi jalar milik petani di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Percobaan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan lima perlakuan ketinggian media tanam (T1=20 cm, T2=30 cm, T3=40 cm, T4=50 cm, T5=60 cm) dan lima ulangan. Parameter pengamatan meliputi identifikasi spesies hama boleng, populasi hama boleng, intensitas serangan hama boleng, berat umbi ubi jalar, jumlah umbi ubi jalar, panjang umbi ubi jalar, dan diameter umbi ubi jalar. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat dua spesies hama boleng, yaitu Cylas formicarius dan Cylas puncticollis. Ketinggian media tanam mempengaruhi populasi hama boleng, populasi hama boleng tertinggi yaitu pada 20 cm (19 ekor) dan terendah pada 60 cm (1 ekor), namun tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan hama boleng. Intensitas serangan hama boleng menurun dari 15,23% (kategori sedang) pada ketinggian media tanam 20 cm hingga 1,67% (kategori ringan) pada ketinggian media tanam 60 cm. Perlakuan ketinggian media tanam 20 cm menghasilkan jumlah umbi terbanyak sebesar 9,80 (buah/tanaman), sedangkan perlakuan ketinggian media tanam 40 cm menghasilkan berat umbi tertinggi sebesar 259,5 (g/tanaman). Analisis regresi menunjukkan hubungan negatif antara intensitas serangan hama boleng dan berat umbi ubi jalar (R²=0,7416) serta hubungan positif antara populasi hama boleng dan intensitas kerusakan hama boleng (R²=0,9449).

Kata kunci: Cylas sp., hama boleng, intensitas serangan hama boleng, media tanam, ubi jalar.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-06-19

Versi

Terbitan

Bagian

Artikel