Pola Sebaran Produktivitas Primer Di Kawasan Reklamasi Laut PT Timah Tbk Di Perairan Penyusuk, Belinyu – Kab Bangka
DOI:
https://doi.org/10.33387/jikk.v8i2.10971Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas primer di kawasan reklamasi laut PT TIMAH Tbk, Perairan Penyusuk, Kabupaten Bangka, dengan melihat kelimpahan dan kepadatan fitoplankton sebagai indikator biologis utama. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 16 September 2025 di dua stasiun pengamatan, yaitu Pulau Putri dan Pulau Lampu. Metode pengambilan sampel fitoplankton menggunakan Plankton Net dengan volume penyaringan 100 liter air laut, yang kemudian diawetkan dengan formalin 4% untuk analisis laboratorium. Identifikasi dan perhitungan fitoplankton dilakukan menggunakan mikroskop binokuler dan Sedgewick Rafter. Parameter oseanografi seperti suhu, pH, salinitas, kecerahan, oksigen terlarut (DO), dan kecepatan arus diukur secara in situ. Analisis produktivitas primer ditentukan melalui pendekatan indirect method, yaitu dengan mengkorelasikan kepadatan fitoplankton terhadap konsentrasi klorofil-a yang diperoleh dari pengolahan data citra Landsat 8 menggunakan perangkat lunak QGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 31 genus fitoplankton yang tergolong dalam lima kelas utama, yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Ciliophora, Cyanophyceae, dan Dinophyceae. Total kepadatan fitoplankton mencapai 4,37 × 10⁶ individu/L, dengan dominasi kelas Bacillariophyceae (71,3%), terutama genus Rhizosolenia. Nilai klorofil-a berkisar antara 0,280–0,531 mg/m³, menunjukkan tingkat kesuburan perairan yang tergolong mesotrofik hingga eutrofik. Parameter kualitas air seperti suhu (29–30°C), pH (7), dan DO (5–6,4 mg/L) berada dalam kisaran optimal bagi biota laut, sedangkan salinitas (28–29 ppt) dan kecerahan (2,6–3,75 m) sedikit di bawah baku mutu. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas reklamasi laut PT TIMAH Tbk berkontribusi positif terhadap pemulihan ekosistem, ditandai oleh dominasi diatom produktif dan tingginya nilai klorofil-a. Namun, pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi eutrofikasi akibat peningkatan nutrien di masa mendatang.References
Cahyo, D. M. N., Indrayanti, E., & Maslukah, L. (2024). Pola Distribusi Klorofil-a di Perairan Pekalongan sampai Kendal Berdasarkan Data Sentinel. Indonesian Journal of Oceanography, 6(1), 1–8.
Indah Purwanti, Yudo Prasetyo, A. P. (2017). Analisis Pola Persebaran Klorofil-a, Suhu
Permukaan Laut Dan Arah Angin Untuk Identifikasi Kawasan Upwelling Secara
Temporal Tahun 2003-2016 (Studi Kasus : Laut Halmahera) Indah. Jurnal Geodesi
Undip, 6, 506–516.
Lee, Z.P., Marra, J., Perry, M.J. and Kahru, M. 2014. Estimating Oceanic Primary
Productivity from Ocean Color Remote Sensing: A Strategic Assesment. Journal of
Marine Systems, 149, 50–59.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia [PP].2021. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun
tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Pratiwi.D, Tri.R.S dan Ari.H.Y. 2017. Komposisi mikro alga epilitik di sungai mentuka
kabupaten Sekadau. Jurnal Protobion, 6(3),102-107.
Putra, R. D., Prista, D. M., Ritonga, A. R., Siringoringo, R. M., Suhana, M. P., & Apdillah,
D. (2025). Angin Berdasarkan Perbedaan Musim Di Perairan Pulau Bintan Bagian
Timur Patterns of Sea Surface Temperature Distribution , Chlorophyll-a. 205–218.
Rahendra. 2024. Analisis Program Reklamasi Laut Menggunakan Artificial Reef di Perairan
Rebo Kabupaten Bangka PT TIMAH Tbk. Tesis Universitas Sriwijaya, 2024.
Sofyan D.A., Zainuri M. 2021. Analisis Produktivitas Primer Dan Kelimpahan Fitoplankton
Di Perairan Estuari Daerah Bancaran Kecamatan Kota Bangkalan Kabupaten Bangkalan.
Juvenil, 2(1), 47-52.
Usman, M. S., Kusen, J. D., & Rimper, J. R. T. S. L. (2013). Struktur Komunitas Plankton
di Perairan Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pesisir Dan Laut Tropis,
(1), 51–57.
Winarsih, L., Susanto, D., & Duya, N. (2024). Efektifitas Larutan Pengawet pada Sampel
Plankton pada Pemeriksaan di Laboratorium. Indonesian Journal of Laboratory, 1(3),