Pola Sebaran Produktivitas Primer Di Kawasan Reklamasi Laut PT Timah Tbk Di Perairan Penyusuk, Belinyu – Kab Bangka

Authors

  • Ahmad Nursoleh Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung
  • Adam Dimas Purnawirawan Universitas Bangka Belitung
  • Rachmad Yudistiawan Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung
  • Fatur Rahman Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung
  • La Ode Wahidin Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung
  • Obed Agtapura Taruk Allo Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.33387/jikk.v8i2.10971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas primer di kawasan reklamasi laut PT TIMAH Tbk, Perairan Penyusuk, Kabupaten Bangka, dengan melihat kelimpahan dan kepadatan fitoplankton sebagai indikator biologis utama. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 16 September 2025 di dua stasiun pengamatan, yaitu Pulau Putri dan Pulau Lampu. Metode pengambilan sampel fitoplankton menggunakan Plankton Net dengan volume penyaringan 100 liter air laut, yang kemudian diawetkan dengan formalin 4% untuk analisis laboratorium. Identifikasi dan perhitungan fitoplankton dilakukan menggunakan mikroskop binokuler dan Sedgewick Rafter. Parameter oseanografi seperti suhu, pH, salinitas, kecerahan, oksigen terlarut (DO), dan kecepatan arus diukur secara in situ. Analisis produktivitas primer ditentukan melalui pendekatan indirect method, yaitu dengan mengkorelasikan kepadatan fitoplankton terhadap konsentrasi klorofil-a yang diperoleh dari pengolahan data citra Landsat 8 menggunakan perangkat lunak QGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 31 genus fitoplankton yang tergolong dalam lima kelas utama, yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Ciliophora, Cyanophyceae, dan Dinophyceae. Total kepadatan fitoplankton mencapai 4,37 × 10⁶ individu/L, dengan dominasi kelas Bacillariophyceae (71,3%), terutama genus Rhizosolenia. Nilai klorofil-a berkisar antara 0,280–0,531 mg/m³, menunjukkan tingkat kesuburan perairan yang tergolong mesotrofik hingga eutrofik. Parameter kualitas air seperti suhu (29–30°C), pH (7), dan DO (5–6,4 mg/L) berada dalam kisaran optimal bagi biota laut, sedangkan salinitas (28–29 ppt) dan kecerahan (2,6–3,75 m) sedikit di bawah baku mutu. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas reklamasi laut PT TIMAH Tbk berkontribusi positif terhadap pemulihan ekosistem, ditandai oleh dominasi diatom produktif dan tingginya nilai klorofil-a. Namun, pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi eutrofikasi akibat peningkatan nutrien di masa mendatang.

Author Biographies

Ahmad Nursoleh, Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

Adam Dimas Purnawirawan, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

Rachmad Yudistiawan, Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

Fatur Rahman, Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

La Ode Wahidin, Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

Obed Agtapura Taruk Allo, Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

References

Cahyo, D. M. N., Indrayanti, E., & Maslukah, L. (2024). Pola Distribusi Klorofil-a di Perairan Pekalongan sampai Kendal Berdasarkan Data Sentinel. Indonesian Journal of Oceanography, 6(1), 1–8.

Indah Purwanti, Yudo Prasetyo, A. P. (2017). Analisis Pola Persebaran Klorofil-a, Suhu

Permukaan Laut Dan Arah Angin Untuk Identifikasi Kawasan Upwelling Secara

Temporal Tahun 2003-2016 (Studi Kasus : Laut Halmahera) Indah. Jurnal Geodesi

Undip, 6, 506–516.

Lee, Z.P., Marra, J., Perry, M.J. and Kahru, M. 2014. Estimating Oceanic Primary

Productivity from Ocean Color Remote Sensing: A Strategic Assesment. Journal of

Marine Systems, 149, 50–59.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia [PP].2021. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun

tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pratiwi.D, Tri.R.S dan Ari.H.Y. 2017. Komposisi mikro alga epilitik di sungai mentuka

kabupaten Sekadau. Jurnal Protobion, 6(3),102-107.

Putra, R. D., Prista, D. M., Ritonga, A. R., Siringoringo, R. M., Suhana, M. P., & Apdillah,

D. (2025). Angin Berdasarkan Perbedaan Musim Di Perairan Pulau Bintan Bagian

Timur Patterns of Sea Surface Temperature Distribution , Chlorophyll-a. 205–218.

Rahendra. 2024. Analisis Program Reklamasi Laut Menggunakan Artificial Reef di Perairan

Rebo Kabupaten Bangka PT TIMAH Tbk. Tesis Universitas Sriwijaya, 2024.

Sofyan D.A., Zainuri M. 2021. Analisis Produktivitas Primer Dan Kelimpahan Fitoplankton

Di Perairan Estuari Daerah Bancaran Kecamatan Kota Bangkalan Kabupaten Bangkalan.

Juvenil, 2(1), 47-52.

Usman, M. S., Kusen, J. D., & Rimper, J. R. T. S. L. (2013). Struktur Komunitas Plankton

di Perairan Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pesisir Dan Laut Tropis,

(1), 51–57.

Winarsih, L., Susanto, D., & Duya, N. (2024). Efektifitas Larutan Pengawet pada Sampel

Plankton pada Pemeriksaan di Laboratorium. Indonesian Journal of Laboratory, 1(3),

https://doi.org/10.22146/ijl.v1i3.89737

Published

2025-11-14