Analisis komoditas unggulan sektor perikanan kelautan dalam menunjang perekonomia masyarakat di Kota Ternate

Said Assagaf, Burhan Abdurahman, M Janib Achmad

Abstract


Analisis komoditas unggulan di suatu daerah merupakan langkah awal menuju pembangunan dan pengelolaan perikanan yang berpijak pada konsep efisiensi untuk meraih keunggulan komparatif dan kompetitif dalam menghadapi globalisasi perdagangan. Penelitian komoditas unggulan merupakan langkah menuju efisiensi, dengan menentukan komoditas perikanan yang mempunyai keunggulan komparatif, baik ditinjau dari sisi penawaran maupun permintaan, serta keunggulan daya saing tinggi. Kota Ternate yang memiliki kondisi geografis dengan perairan yang luas menjadikan daerah ini memiliki kekayaan laut yang sangat potensial untuk dikembangkan. Kegiatan perikanan di Kota Ternate terdiri dari perikanan tangkap, perikanan budidaya dan pengolahan hasil perikanan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi komoditas unggulan sektor perikanan di Kota Ternate. Metode dalam penelitian adalah survey, wawancaradan penelusuran studi pustaka (menggali sumber-sumber sekunder). Hasil penelitian menunjukan bahwa, berdasarkan data PDRB harga konstan kota Ternate, pertanian dan perikanan lebih tinggi menyerap tanaga kerja disbanding sektor lainnya, hasil analisis LQ menunjukan bahwa pertanian perikanan berada pada posisi pertama dengan nilai 0,16 pada tahun 2016 dan 0,16 pada tahun 2017. Untuk istimasi potensi perikanan di perairan kota Ternate memiliki SDI sebesar 6.300,496 ton/tahun, dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 5.040,396 ton/tahun.

Kata kunci: Unggulan, komoditas, Sektor, Perikanan


References


Agus. A, 2018. Pengelolaan dan Penggunaan Sumberdaya Kelautan/Perikanan Studi Kasus Kota Ternate, Maluku Utara. Jurnal Torani. Vol. 1 (2) June 2018: 81-92. Unhas. Makassar.

Ardiwijaya RL, Kartawijaya T, Herdiana Y, 2007. Laporan Teknis - Monitoring Ekologi Taman Nasional Karimunjawa, Monitoring Fase 2. Bogor: Wildlife Conservation Society - Marine Program Indonesia. 45 hlm.

Auster P, Malatesta R, and Donaldson C, 1997. Distributional responses to small-scale habitat variability by early juvenile silver hake, Merluccius bilinearis. Jurnal Environmental Biology of Fishes (50): 195-200.

Adinugroho G, 2016. Potensi Sub-Sektor Perikanan Untuk Pengembangan Ekonomi di bagian Selatan Gunung Kidul. J. Sosek KP Vol. 11 No. 173-183.

Ananimous, 2017. KEPMEN-KP RI. 2017. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 50/Kepmen-KP/2017 Tentang Estimasi Potensi Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. KKP-RI Jakarta.

Ananimous. 2013. KEMEN-KP RI 2013. Keputusanmenteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 7/kepmen KP/2013 tentang Peta Jalan (Road Map) Industrialisasi Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Ananimous. 2016. Dokumen Pemerintah Daerah. 2016. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Ternate 2016-2021. Ternate.

Ananimous. 2011. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir. 2011. Roadmap Litbang SD Laut dan Pesisir Mendukung Fokus Pembangunan Kelautan dan Perikanan 2010-2014. Badan Litbang KP, KKP. Jakarta.

Ananimous. 2015. Masterplan Perikanan Budidaya. Pengembangan Kawasan dan Komoditas Unggulan Perikanan Daerah. DKP. MU.

Ananimous. 2012. Pembangunan Daerah Dalam Angka. Jakarta. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Bapenas-RI.

Ananimous, 2018. Ternate Dalam Angka 2018. Badan Badan Pusat Statistik Kota Ternate. BPS.

Budiharsono S, 2005. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta: PT Pradnya Paramita. 116 hlm.

Cikitha P, A. A. H. Suryana, Zuzy Anna dan Atikah Nurhayati Universitas Padjadjaran, 2018.Analisi Peran Sektor perikanan Terhadap Pembangunan Wilayah Kab. Kuningan Jawa Barat. Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 1 (1-8).

Dalzell P, Adams T, and Polunin N, 1996. Coastal fisheries in the Pacific Islands. Oceanography and Marine Biology Annual Review (34): 395-531.

Grafton RQ, Kompas T, Chu L, and Che N. 2010. Maximum economic yield. The Australian Journal of Agricultural and Resources Economics (54): 273-280.

Haluan J dan Nurani TW, 1988. Penerapan Metode Skoring dalam pemilihan Teknologi Penangkapan Ikan yang Sesuai untuk dikembangkan di Suatu Wilayah Perairan. Bulletin PSP (2): 3-16.

Haryono TJS, 2005. Strategi Kelangsungan Hidup Nelayan: Studi tentang diversifikasi pekerjaan keluarga nelayan sebagai salah satu strategi dalam mempertahankan kelangsungan hidup. Berkala Ilmiah Kependudukan (7): 119-128.

Hendayana R, 2003. Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Informatika Pertanian (1) : 658-675.

Hernanto F, 1989. Ilmu Usaha Tani. Jakarta: Penebar Swadaya. 304 hlm.

Irnawati R, Domu Simbolon, Budy Wiryawan, Bambang Murdiyanto, Tri Wiji Nurani. 2010. Analisi Komoditas Unggulan Perikanan tangkap di Taman Nasiolanl Karimumjawa. Jurnal Saintek Perikanan Vol.7. no.1, 2011: 1 - 9

Jennings S, and Kaiser M. 1998. The effects of fishing on marine ecosystems. Advances in Marine Biology (34): 201-352.

Kadariah, L. Karlina, dan C. Gray. 2002. Evaluasi Proyek : Analisa Ekonomis. Edisi 2. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 184 hlm.

Kusumastanto T, 2003. Ocean Policy dalam Membangun Negeri Bahari di Era Otonomi Daerah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 160 hlm.

Marimin, 2004. Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Bogor: IPB Press dengan Program Pascasarjana IPB. 197 hlm.

Monintja D, 2000. Beberapa teknik pilihan untuk memanfaatkan sumberdaya hayati laut di Indonesia. Buletin PSP (1): 14-25.

Murdiyanto B, 2004. Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Pantai. Jakarta: COFISH Project. 200 hlm.

Sumaila UR and Hannesson R. 2010. Maximum economic yield in crisis.J. Fish And Fisheries (11): 461-465.

Sparre P. & Venema S.C, 1999. Introduction to tropical fish stock assessment. Part I - Manual. FAO Fisheries Technical Paper. 376 hlm.

Supardan A, Haluan J, Manuwoto, Soemokaryo S, 2006. Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Aplikasinya pada Kebijakan Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Teluk Lasongko Kabupaten Buton. Buletin PSP 15:35-49.

Tinungki GM, 2005. Evaluasi Model Produksi Surplus Dalam menduga hasil tangkapan maksimum lestari untuk menunjang kebijakan pengelolaan perikanan lemuru di selat bali [disertasi]. Bogor: IPB. 196 hlm

Zulham, A., Subaryono, Thomas Ralp, 2017. Rekomendasi Pengembangan Perikanan Tangkap Di Ternate Dan Sekitarnya. Pusat Riset Perikanan. Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan. PT. Rajagrafindo Persada. Depok.




DOI: https://doi.org/10.33387/jikk.v3i2.2584

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

Address : Marine Science Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Science - Khairun University, Ternate, North Maluku, Indonesia