Seasonal variations of dissolved oxygen in Lembeh Strait waters, North Sulawesi

Simon I Patty, Rikardo Huwae, Mochtar Djabar, Nebuchadnezzar Akbar

Abstract


Penelitian mengenai variasi musiman oksigen terlarutdi perairan Selat Lembeh, dilaksanakan pada bulan Maret 2016 sampai dengan Februari 2017.  Pengukuran kadar oksigen terlarut menggunakan sonde pengukuran kualitas air multiparameter (EXO2, YSI inc.). Tujuan penelitianini untuk mengetahui pengaruh musim terhadap kadar oksigen terlarut perairan. Hasil analisis statistik dengan menggunakan analisa sidik ragam dan uji Tuckey menunjukkan bahwa musim yang paling berpengaruh terhadap oksigen terlarut adalah Musim Peralihan-I  pada tingkat kepercayaan 5%. Nilai Apparent Oxygen Utilization (AOU) di Musim Peralihan-I, Musim Timur dan Musim Peralihan-II semuanya positif, sedangkan di Musim Barat nilai AOUnegatif dan positif berimbang antara (-0,11) - 0,39 mg/l.Nilai AOU positif menunjukkan banyaknya jumlah oksigen yang tersedia.Konsentrasi oksigen terlarut di perairan Selat Lembeh masih normal dan belum menunjukkan dampak negatif terhadap lingkungan perairan.

 Kata Kunci:Variasi musim, oksigen terlarut, Apparent Oxygen Utilization (AOU),Selat Lembeh


References


Andriani, E. D., 1999. Kondisi Fisika-Kimiawi Air Perairan Pantai Sekitar Tambak Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Birowo, S. & Ilahude A. G. 1987. Oceanographic features of the Indonesian waters. Center for Oceanological Research and Development-LIPI.Jakarta

Hamzah, F. dan Trenggono, M., 2014. Oksigen terlarut di Selat Lombok. Jurnal Kelautan Nasional: 9(1),21-35.

Menteri Negara KLH., 2004. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.51 Tahun 2004 Tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut. Jakarta,hal. 32.

Odum, E.P., 1971. Fundamentals of Ecology. W.B. Sounders Company. Philadelphia: 125 pp.

Patty, S.I., Ibrahim, P.S dan F.Y. Yalindua, 2019. Oksigen terlarut dan Apparent Oxygen Utilization di Perairan Waigeo Barat, Raja Ampat. Jour. Technopreneur: 7(2),52-57.

Raymont, J.E.G., 1963. Plankton and Productifity in the Oceans. Pergamon Press, Oxford: 600 pp.

Reid, G.K., 1961. Ecology of Inland Waters and Estuaries. Reynold Publishing Co., New York.

Sapulete, D dan S. Birowo, 1990. Kandungan oksigen di Teluk Ambon. Dalam: “Perairan Maluku dan sekitarnya”. (D. P. Praseno, W. S. Atmaja, I. Supangat, Ruyitno dan B. S. Sudibjo, eds). Balitbang Sumberdaya Laut P3O-LIPI, Ambon : 199 – 204.

Simanjuntak, M 2006. Kondisi oksigen terlarut dan Apparent Oxygen Utilization di Kawasan Pengelaolaan dan Pengembangan Laut (Kappel) Jawa. Seminar Nasional Kimia dan Kongres Nasional Himpunan Kimia Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan, 13 hal.

Simanjuntak, M., 2007. Oksigen terlarut dan Apparent Oxygen Utilization di Perairan Teluk Klabat, Pulau Bangka. Jour. Mar. Sci. Ilmu Kelautan. Univ. Diponegoro 12(2),59-66

Sutamiharja, R.T.M., 1987. Kualitas dan Pencemaran Lingkungan. Fakultas Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor: 92 hal.

Wyrtki, K., 1961. Physical oceanography of the Southeast Asian Waters. Naga Report 2, University of California: 1-195.




DOI: http://dx.doi.org/10.33387/jikk.v4i1.3353

DOI (308-316 (Bahasa Indonesia)): http://dx.doi.org/10.33387/jikk.v4i1.3353.g2207

DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): http://dx.doi.org/10.33387/jikk.v4i1.3353.g2218

Refbacks

  • There are currently no refbacks.