Structure of the macrozoobenthos community in mangrove in Kukupang Village, Joronga Islands District, South Halmahera District, North Maluku Province

Nasir Haya, Hardin Hardin, Zulkifli M Rafi

Abstract


Makrozoobentos merupakan organisme yang hidup melata, menempel, memendam baik didasar perairan maupun di permukaan dasar perairan.Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis tingkat keanekaragaman makrozoobentos pada ekosistem mangrove di Desa Kukupang Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan.Pelaksanaan penelitian pada bulan Oktober sampai dengan bulan Juli sampai Agustus Lokasi penelitian bertempat di kawasan ekosistem mangrove Desa Kukupang Kecamatan Kepulauan Joronga.Penelitian ini dilakukan dengan metode transek kuadrat dan penentuan stasiun dilakukan dengan metode acak terstratifikasi, Pengambilan data makrozoobenthos menggunakan transek berukuran 5m  x 5m  dengan menggunakan plot ukuran plot 1m x 1m, dimana  penentuan stasiun untuk sampling dibagi menjadi 3 stasiun. Hasil pengamtan dilapangan terdapat 23 jenis makrozoobenthos dengan nilai Indeks keanekaragaman tertinggi ditemukan distasiun 1 sebesar 2.15, sedangkan untuk stasiun 2 nilai  indeks keanekaragaman sebesar 1.91 kemudian nilai keanekaragaman terendah berada pada stasiun 3  sebesar 1.46 spesies yang lebih dominan ditemukan pada lokasi penelitian jenis Littirina scabra dibandingkan dengan spesies lainnya.

Kata Kunci: Makrozoobenthos, Ekosistem Mangrove, Desa Kukupang


References


Abdurahman, M., Muhidin, A.S. 2007.Analisis Korelasi, Regresi, dan Jalur dalam

Penelitian. CV Pustaka Setia. Bandung. 280 hal.

Aksornkoe. 1993. Ecology and Management of Mangrove. IUCN. Bangkok. Thailand.

Bengen. D. G. dan I. M. Dutton 2004. Interaction: Mangroves, Fisheries and Forestry Management in Indonesia. H. 632-653. dalam Northcote. T. G. dan Hartman (Ed),Worldwide Watershed Interaction and Management. Blackwell science.. Oxford. UK.

[BPS]. 2013. Badan Puasat Statistik Halmahera Selatan Kepulaun Jouronga Dalam angka. Penerbit BPSHalmahera Selatan. hal. 3–15

Dahdouh-Guebas, F., L.P. Jayatissa, D. Di Nitto, J.O. Bosire, D. Lo Seen,.N. Koedam.2005. How Effective Weremangroves as a defence againts the recent tsunami? Curr.Bio. 15: R443-R447.

Dharma. B. 1992. Siput dan Kerang Indonesia I dan II. PT. Sarana Graha, Jakarta.

Effendi, H. 2000. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.

English, S.C. Wilkinson and V. Baker, 1997. Survey Manual for Tropical Marine Recourses. Australian Institute of Marine Science. Townsville. 390 hal.

Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Bumi Aksara.

Hyman, L. H. 1955. The Invertebrates: Echinodermata The Coelomnata Bilateria. Vol. IV. Mc Graw-Hill Book Company, Inc, London.

Krebs CJ. 1985. Ecology The Experimental Analysis of Distribution andAbudance. New York: Harper and Row Publishers

Lebart, L, A. Morineau, K. M. Warwick. 1984. Multivariate Descriptive Statistical Analysis. John Wiley,.Sons. New York, USA.

Lind, L. T., 1979. Hand Book of Common Method in Lymnology. SecondEdition. The C. V. Mosby Company St. Louis. Toronto. London

Martoyo, J., Aji, N dan Winanto, T. 2006. Budidaya Teripang. Edisi Revisis. Penebar Swadaya. Jakarta. 72 hal.

Menteri Negara Lingkungan Hidup. 2004. Baku mutu air laut untuk biota laut. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 tahun 2004

Nontji, A. 1993.Laut nusantara. Jakarta: Penerbit Djambatan

Nontji, A. 2002. Laut Nusantara. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Noor, YR., MK., INN, Suryadiputra, 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PHK/WI-IP, Bogor

Nybakken, J.W., 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. PT. GramediaPustaka Utama. Jakarta. Indonesia.

Haya N,.Zamani NP,. Soedharma D. 2015 . Analisis Struktur Ekosistem Manggrove Di Desa Kukupang Kecamatan Kepulauan Joronga. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 6 (1): 79-89

Odum, E. P. (1993) Dasar dasar ekologi.Yogyakarta, Gajah Mada UniversityPress.

Soedibjo, B. S. 2008. Analisis komponen utama dalam kajian ekologi.Oseana. Volume 33(2) : 43-53.

Soemodihardjo,S,. Soeroyo.1988.Komunitas mangrove di Kangean. Oseana 14: 111-122.




DOI: http://dx.doi.org/10.33387/jikk.v4i1.3354

DOI (317-331 (Bahasa Indonesia)): http://dx.doi.org/10.33387/jikk.v4i1.3354.g2208

Refbacks

  • There are currently no refbacks.