Perbandingan laju pertumbuhan bibit rumput laut Euchema cottonii dengan perlakuan asal thallus dan jarak yang berbeda terhadap bibit lokal dan kultur jaringan di Perairan Joronga Kabupaten Halmahera Selatan

Anita Redjeb, Martha Hadi Natha, Muslim Hi Salim, Abdul Razak Ameth

Abstract


Thallus pada rumput laut adalah sebagai pengganti akar,batang dan daun, yang pemeliharaanya dapat digunakan thallus pangkal, thallus tengah dan thallus ujung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan antara bagian thallus (pangkal, tengah,ujung) dengan menggunakan bibit lokal dan bibit kultur jaringan. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 April- 5 Mei 2020. Penanaman menggunakan  masing- masing bibit seberat 25 gr dengan waktu pemeliharaan selama 28 hari, didapati  rata-rata pertumbuhan mutlak pada bibit lokal dengan jarak 25 cm dengan pertumbuhannya terdapat pada thallus bagian tengah (113.11 gram), pada bibit lokal jarak 30 cm terdapat pada thallus bagian pangkal (124 gram), sementara bibit kultur jaringan jarak 25 cm  dan 30 cm terdapat pada thallus bagian tengah (118 gram dan 94.72 gram). Rata-rata produksinya pada bibit lokal jarak 25 cm terdapat pada thallus bagian tengah (94.26 gr), dan jarak 30 cm terdapat pada thallus bagian pangkal (103.33 gr). Sementara pada bibit kultur jaringan untuk rata-rata produksinya dengan jarak 25 cm terdapat pada thallus bagian ujung (97.87 gr) dan pada jarak 30 cm terdapat pada thallus bagian tengah (94.72 gr).

 

Kata Kunci: Thallus, bibit lokal, kultur jaringan, jarak tanam, produksi


References


Aslan. 1991. Budidaya Rumput Laut. Kanisius. Yogyakarta.

Badraeni dan Saipul Rapi. 2000.Kultur Jaringan rumput laut E.cottoni Laut skalaLaboratorium di Jurusan Perikanan FIKP Universitas Hasanudin . Due Like 2000

Direktorat Jendral Perikanan Budidaya. 2008. Petunjuk teknis budidaya rumput laut Euchema spp.DKP RI, Ditjenkanbud. Jakarta. Hal 41

Hartman, H.T., D.E. Kester, F.T Davies and R.L. Geneve. 2002. Plant Propagation Principles and Practiese, 6 th Ed. New Delhi:Prectince Hall Of Insia Private Limited.

Indriani dan Sumiarsih. 1992. Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Rumput Laut. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kordi, 2010. Budidaya Biota Aquatic Untuk Pangan, Kosmetik dan Obat-obatan. Lily Publisher; Yogyakarta.

Pongarrang. D, Rahman A dan Iba W. 2013. Pengaruh Jarak Tanam dan Bobot Bibit Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) menggunakanMetode Veltikultur. Jurnal Mina Laut Indonesia .

Samawi, F. dan Zainudin. 1996. Studi Penggunaan Pupuk Cair Invitro Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria lichenoides torani. Buletin Ilmu Kelautan I (60). 31-36

Sugiarto, A.W., Sulistijo, dan H. Mubarak. 1978. Rumput Laut (Algae) Manfaat, Potensi dan Usaha Budidayannya. Lembaga Oseanologi Nasional. LIPI. Jakarta.

Taradisan, 2007. Pertumbuhan Rumput Laut (Euchema cottoni) Yang Dibudidayakan Dengan Jarak Ikat Yang Berbeda di Perairan Salibabu Kecamatan Lirung Selatan Kabupaten Talaud. Universitas Sam Ratulangi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Manado.

Yusnita, 2003. Kultur Jaringan, Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien. Agro Media Pustaka. Bogor.

Zonneveld, N. 1991. Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.33387/jikk.v6i2.7297

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

Address : Marine Science Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Science - Khairun University, Ternate, North Maluku, Indonesia