Pengaruh penambahan vitamin E pada pakan komersial dan salinitas berbeda terhadap kinerja pertumbuhan ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Fatma Muchdar, Nursanti Abdullah, Rovina Andriani

Abstract


Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan genus ikan yang dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas air yang rendah. Ikan nila tidak dapat melakukan proses reproduksi pada salinitas media lebih dari 30‰. Pada kondisi salinitas media dengan tingkat tekanan osmotic yang berbeda dari luar kisaran isoosmotik, ikan akan melakukan kerja osmotic untuk keperluan osmoregulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin E pada pakan komersial dan salinitas berbeda terhadap kinerja pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2023 bertempat di Laboratorium basah Universitas Khairun. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan yaitu dengan penambahan vitamin E (Ovagrow) yang dicampur pada pakan komersial sebanyak 70 gr : Perlakuan A; Salinitas 15, Perlakuan B; Salinitas 20, Perlakuan C; Salinitas 25 dan Perlakuan D; kontrol tanpa penambahan vitamin E dan Salinitas 0 (air tawar). Parameter penelitian ini terdiri dari Laju Pertumbuhan Spesifik (SGR), Pertumbuhan berat mutlak, Panjang mutlak, Tingkat kelangsungan hidup (SR) dan pengukuran kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B memberikan hasil terbaik terhadap Laju Pertumbuhan Spesifik yaitu 0,81%, Pertumbuhan berat mutlak 47,6 gr, Panjang mutlak 2,4 cm dan tingkat kelangsungan hidup (SR) tertinggi terdapat pada perlakuan C yaitu rata-rata 2,66%. Pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan kisaran normal pada budidaya ikan nila yaitu; suhu 28-290C, pH 6-7 dan DO 4-5 ppm. Penambahan vitamin E pada pakan komersial dengan salinitas yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja pertumbuhan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus)

Kata kunci: Ikan nila, Vitamin E, Salinitas, Pertumbuhan

 


References


Abidin, 2011. Penambahan Kalsium Untuk Meningkatkan Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Juvenil Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii de Man)Pada Media Bersalinitas.Tesis , Institut Pertanian Bogor, Bogor, 57 hal.

Andriani Rovina, Abdullah Nursanti, Muchdar Fatma, Marus Ikbal, 2023. Pengkayaan Vitamin E Pada Pakan Komersial Untuk Peningkatan Kematangan Gonad Ikan Nila. Journal Of Fish Nutrition. 3 (1)

Anggawati.A.M., Imanto.P.T.,Tazwir, Suryanti, dan Krismono (1991), Penelitan Budidaya Ikan Nila Hitam Dalam Keramba Jaring Apung Di Sendang Biru Jawa Timur. Buletin Penelitian Perikanan Edisi Khusus No.3. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Jakarta.

Anggoro, S. 1992. Efek Osmotik Berbagai Tingkat Salinitas Media terhadap Daya Tetas Telur dan Vitalitas Larva Udang Windu, Penaeus Monodon Fabricius. Disertasi. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor. 230 hal.

Arifin M Yusuf, 2016. Pertumbuhan dan Survival Rate Ikan Nila () Strain Merah dab Starain Hitam Yang Dipelihara Pada Media Bersalinitas. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari, Jambi, Vol 16 No 1.

Debbi Intan Syafira Sibagariang, Ismi Eka Pratiwi, Saidah, Ayu Hafriliza, 2020. Pola Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Hasil Budidaya Masyarakat di Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa. Jurnal Jeumpa, 7 (2)

Cahyono, Bambang. (2000). Budi Daya Ikan Air Tawar. Yogyakarta: Kanisus

Dauhan RES, Efendi E, dan Suparmono, 2014. Efektifitas sistem akuaponik dalam mereduksi konsentrasi amonia pada sistem budidaya ikan. e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan, 3(1): 297-301

Fujaya, Y. 2008. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknologi Perikanan. Rineka Cipta, Jakarta

Hendri Ahmadi, Iskandar, Nia Kurniawati 2012. Pemberian Probiotik dalam pakan terhadap pertumbuhan lele sangkuriang (clarias gariepinus) pada pendederan 2. Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad Volt.3, No.4.

Huet, M. 1971. Textbook of Fish Culture. Breeding and Cultivation of Fish Fishing News Book. Ltd. England

Muchlisin, Z.A., A.A. Arisa, A.A. Muhammadar, N. Fadli, I.I Arisa dan M.N. SitiAzizah. 2016. Growth performance and feed utilization of keureling (Tor tambra) fingerlings fed a formulated diet with different doses of vitamin E (alpha-tocopherol). Archives of Polish Fisheries, 23: 47–52.

Novotny, V., dan H. Olem. 1994. Water quality: Prevention, Identification, and Management of Difusse Pollution. New York: van Nostrand Reinhold.

Raharjo EI, Rachimi, Ahmad R. 2016. Pengaruh Padat Tebar Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Biawan (Helostoma temmincki). Jurnal Ruaya 4(1): 45- 53.

Sucipto, Adi dan Prihartono, R. Eko. 2005. Pembesaran Nila Merah Bangkok. Penebar Swadaya. Jakarta. 90 hal.Siap

Sumantadinata, K. 1983. Pengembangan Ikan Pemeliharaan di Indonesia. Satra Hudaya. Jakarta.

Suyanto S.R, Mujiman A. 1994. Budidaya Udang Windu. Jakarta: Penebar Swadaya

Sudjana, 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito

Tacon, A. 2009. The Nutrition and Feeding of Farmed and Shrimp – A Training Manual 3. Feeding Methods. The Field Document No. 7/B., FOA- Italy.2008p.

Tonnek, S., Rahmansyah., Yuliansyah, H., Beddu, A., Rusdi, I., Kholik, F. (1991), Penelitian Budidaya Ikan Nila Hitam Dalam Keramba Jaring Apung di ParePare. Buletin Penelitian Perikanan Edisi Khusus No. 3. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan.

Zenneveld, N,. E. A. Huisman dan J. H. Boon. 1991. Prinsip-prinsip budidaya ikan. PT. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.33387/jikk.v6i2.7302

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

Address : Marine Science Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Science - Khairun University, Ternate, North Maluku, Indonesia