Faktor Determinan Kejadian Pterigium pada Masyarakat Pesisir: Studi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pekerja Speed Boat di Kota Ternate

Penulis

  • Nur Upik En Masrika Departemen Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun http://orcid.org/0000-0001-9741-1161
  • Aryandhito Widhi Nugroho Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun
  • Mutmainnah Dj. Mandar Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun
  • Ganesa Wardana Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun
  • Fadhlan Ahmad Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.33387/kmj.v7i1.10305

Kata Kunci:

pekerja speed boat, pengetahuan, perilaku, pterigium, sikap

Abstrak

Pterigium merupakan pertumbuhan jaringan berbentuk segitiga yang muncul dari konjungtiva menuju kornea, terutama akibat paparan sinar matahari berlebih. Prevalensi di Indonesia mencapai 8,3%, dan Provinsi Maluku Utara menempati urutan keempat tertinggi dengan angka 14,3%. Pekerja speed boat termasuk kelompok yang rentan terkena pterigium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap kejadian pterigium pada pekerja speed boat di Kota Ternate. Desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan pendekatan analitik. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kuesioner. Sebanyak 60 responden dipilih secara accidental sampling di Pelabuhan Armada Semut Mangga Dua, Kota Ternate. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 46–55 tahun dan berpendidikan terakhir SD. Mayoritas memiliki pengetahuan dan perilaku kurang. Uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara ketiga variabel dengan kejadian pterigium (p=0,000). Hasil multivariat menunjukkan pengetahuan sebagai faktor paling berpengaruh (OR = 0,255; CI: 0,054–1,197). Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan perilaku berhubungan dengan kejadian pterigium, dengan pengetahuan sebagai faktor dominan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Nur Upik En Masrika, Departemen Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

Departemen Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

Aryandhito Widhi Nugroho, Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

Mutmainnah Dj. Mandar, Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun

Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun

Ganesa Wardana, Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun

Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun

Fadhlan Ahmad, Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin

Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin

Referensi

Ama, D.P., Manoppo, R.D.P. and Supit, W.P. (2021) ‘Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Pterygium pada Pengendara Bentor di Kecamatan Mananggu’, e-CliniC, 9(1), pp. 15–19. Available at: https://doi.org/10.35790/ecl.v9i1.31706.

Darsini, Fahrurrozi and Cahyono, E.A. (2019) ‘Pengetahuan ; Artikel Review’, Jurnal Keperawatan, 12(1), p. 97.

Depkes (2013) Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta. Available at: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil Riskesdas 2013.pdf.

Fairuz, U.F. (2021) ‘Analisis Faktor Risiko Dengan Kejadian Pterigium di Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi’, Universitas Muhammadiyah Malang, 2(3), pp. 161–172.

Faturochman (2019) Psikologi Sosial. II. Yogyakarta: PUSTAKA. Available at: https://www.researchgate.net/publication/336572987.

Insantuan, O.D., Rini, D.I. and Cahyaningsih, E. (2022) ‘Hubungan Pekerjaan Dengan Angka Kejadian Pterigium Pada Pasien Di Poliklinik Mata Rsud Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang 2015’, Universitas Nusa Cendana, 5 No.6(4), pp. 1–9.

Irwan (2017) Etika dan Perilaku Kesehatan. I. Yogyakarta: Absolute Media.

Malekifar, P. et al. (2017) ‘Risk factors for pterygium in Ilam Province, Iran’, Journal of Ophthalmic and Vision Research, 12(3), pp. 270–274. Available at: https://doi.org/10.4103/jovr.jovr_85_16.

Malozhen, S.A., Trufanov, S. V. and Krakhmaleva, D.A. (2017) ‘Pterygium: Etiology, pathogenesis, treatment’, Vestnik Oftalmologii, 133(5), pp. 76–83. Available at: https://doi.org/10.17116/oftalma2017133576-83.

Octaviana, D.R. and Ramadhani, R.A. (2021) ‘Hakikat Manusia: Pengetahuan (Knowladge), Ilmu Pengetahuan (Sains), Filsafat dan Agama’, Jurnal Tawadhu, 5(2), pp. 143–159. Available at: https://jurnal.unugha.ac.id/index.php/twd/article/view/227/145 (Accessed: 1 October 2024).

Pakpahan, M. et al. (2021) Promosi Kesehatan & Prilaku Kesehatan. Cetakan 1, Jakarta: EGC. Cetakan 1. Edited by R. Watrianthos. Yayasan Kita Menulis.

Rany, N. (2017) ‘Relationship Between Working Environtment and Fisherman Behavior’s Toward Pterygium Incidence In Kemang Village District of Pangkalan Kuras Pelalawan’, Jurnal Kesehatan Komunitas, 3(4), pp. 153–158.

Riordan-Eva, P. and Augsburger, J.J. (eds) (2017) Vaughan & Asbury’s General Ophthalmology. 19th edn. McGraw-Hill Education. Available at: https://accessmedicine.mhmedical.com/book.aspx?bookid=2186 (Accessed: 1 July 2024).

Shahraki, T., Arabi, A. and Feizi, S. (2021) ‘Pterygium : an update on pathophysiology, clinical features and management’, Therapeutic Advances in Ophthalmology, 13, pp. 1–21. Available at: https://doi.org/10.1177/25158414211020152.

Singh, S.K. (2017) ‘Pterygium: epidemiology prevention and treatment.’, Community eye health, 30(99), pp. S5–S6.

Zahara, N.E. (2020) ‘Paparan Sinar Matahari sebagai Faktor Risiko Pterigium pada Pekerja Sektor Agrikultur’, Jurnal Agromedicine Unila, 7(1), pp. 40–45.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-30