DEFEK SEPTUM ATRIUM DENGAN HIPERTENSI PULMONAL PADA ANAK DENGAN GEJALA RESPIRATORIK KRONIK DAN MALNUTRISI: LAPORAN KASUS

Penulis

  • Fathul Rizky Syamsu Imam Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun
  • Septa Ayu Bungasari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun
  • Wahyunita Ilham Do Toka Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33387/kmj.v7i2.11410

Kata Kunci:

Atrial Septal Defect, Hipertensi Pulmonal, Tuberkulosis Paru, Gizi Buruk, Anak

Abstrak

Atrial Septal Defect (ASD) merupakan salah satu penyakit jantung bawaan asianotik yang ditandai dengan adanya defek pada septum atrium sehingga menyebabkan aliran darah abnormal dari atrium kiri ke atrium kanan. Defek yang besar dapat menimbulkan aliran sirkulasi paru yang berlebihan dan berkembang menjadi hipertensi pulmonal. Manifestasi klinis ASD pada anak sering tidak spesifik dan dapat menyerupai penyakit paru kronik. Kami melaporkan kasus seorang anak perempuan usia 6 tahun yang datang dengan keluhan sesak napas dan batuk berdahak kronik, disertai status gizi buruk dan riwayat paparan tuberkulosis paru. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan infiltrat bilateral dan kardiomegali. Evaluasi lanjutan dengan ekokardiografi menegakkan diagnosis Large ASD Secundum dengan Hipertensi Pulmonal. Pasien mendapatkan terapi suportif untuk Hipertensi Pulmonal, tata laksana gizi buruk, serta terapi OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Kasus ini menekankan pentingnya evaluasi kardiovaskular menyeluruh pada anak dengan gejala respiratorik berulang dan gangguan pertumbuhan.

Biografi Penulis

Fathul Rizky Syamsu Imam, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

Septa Ayu Bungasari, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

Wahyunita Ilham Do Toka, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun

Referensi

Hoffman JIE, Kaplan S. The incidence of congenital heart disease. J Am Coll Cardiol. 2002;39(12):1890–900.

Park MK. Park’s Pediatric Cardiology for Practitioners. 6th ed. Philadelphia: Elsevier; 2014.

Galiè N, Humbert M, Vachiery JL, et al. 2015 ESC/ERS Guidelines for the diagnosis and treatment of pulmonary hypertension. Eur Heart J. 2016;37(1):67–119.

Feltes TF, Bacha E, Beekman RH, et al. Indications for cardiac catheterization and intervention in pediatric cardiac disease. Circulation. 2011;123(22):2607–52.

Medoff-Cooper B, Ravishankar C. Nutrition and growth in congenital heart disease. Pediatrics. 2013;131(5):e1660–9.

Abman SH, Hansmann G, Archer SL, et al. Pediatric pulmonary hypertension. Circulation. 2015;132(21):2037–99.

Marais BJ, Gie RP, Schaaf HS, et al. Childhood pulmonary tuberculosis. Lancet. 2006;368(9544):165–79.

Centers for Disease Control and Prevention. CDC Growth Charts — clinical growth charts for children and adolescents, United States. Available at: https://www.cdc.gov/growthcharts/cdc-charts.htm

Schaible UE, Kaufmann SH. Malnutrition and infection: complex mechanisms and global impacts. PLoS Med. 2007;4(5):e115.

Daymont C, Neal A, Prosnitz A, Cohen MS. Growth in children with congenital heart disease. Pediatrics. 2013;131(1):e236–42.

World Health Organization. Guidance for national tuberculosis programmes on the management of tuberculosis in children. Geneva: WHO; 2014.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-28