EFEKTIVITAS AKUPUNKTUR SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT DI ALHANIF THERAPY SIDRAP

Penulis

  • Sudirman Sudirman Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

DOI:

https://doi.org/10.33387/kmj.v8i1.11419

Kata Kunci:

asuhan akupunktur, hiperurisemia.

Abstrak

Akupunktur adalah metode terapi yang telah dikenal lama dan sekarang dipelajari dalam konteks medis modern. Ia dilakukan dengan memasukkan jarum tipis ke titik-titik tertentu di tubuh untuk memengaruhi aliran energi dan fungsi fisiologis. Akupunktur disebut sebagai terapi yang aman dan telah memiliki standar lisensi dan kompetensi yang jelas. Salah satu penyakit yang dapat diterapi dengan akupunktur adalah hiperurisemia yang ditandai dengan peningkatan kadar asam lebih dari dari 7,0 mg/dl pada laki-laki dan lebih dari 6,0 mg/dl pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas akupunktur sebagai terapi komplementer terhadap penurunan kadar asam urat dan berkurangnya nyeri pada kasus hiperurisemia di Al-Hanif Therapy Kabupaten Sidrap.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental design, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-test and post-test design. Partisipan pada penelitian ini adalah seorang laki-laki inisial SH, umur 49 tahun, dengan riwayat hiperurisemia selama 5 tahun. Kadar asam urat pada saat penelitian dimulai adalah 8,8 mg/dL disertai inflamasi pada bagian engkel. Penelitian ini berlangsung selama 23 hari dengan durasi terapi 6 kali. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebelum terapi dan tiap empat hari setelah terapi.

Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan adanya penurunan kadar asar urat dari 8,8 mg/dL menjadi 7,8 mg/dL yang disertai dengan berkurangnya gejala penyerta seperti nyeri dan inflamasi pada engkel kaki. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi akupunktur efektif dalam menurunkan kadar asar urat pada pasien hiperurisemia di alhanif therapy Kabupaten Sidrap.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anggraini Debie (2022). Aspek Klinis Hiperurisemia. Scientific Journal Vol.1 No.4. Hal. 301-308

Chinese Society of Endocrinology. (2024). Pembaruan panduan Tiongkok 2024 untuk diagnosis dan pengobatan hiperurisemia dan gout bagian I: Rekomendasi untuk klien umum. Chinese Journal of Endocrinology and Metabolism. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40692263

Galozzi, P., & Punzi, L. (2021). Strategi Terapi untuk Pengobatan Hiperurisemia Kronis: Tinjauan Berbasis Bukti. Medicina (Kaunas), 57(1), 58. https://doi.org/10.3390/medicina57010058Asbar, R. 2017. Penuntun Praktikum Teknologi Pangan. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar.

George Christina, Stephen W. Leslie, David A.Minter (2023). “Hyperuricemia”. National Library of medicine.

Huang, Z., Li, B., & Bi, M. (2025). Kemajuan dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok untuk Hiperurisemia dan Penyakit Terkait: Patogenesis, Mekanisme, dan Arah Masa Depan. Frontiers in Nutrition, 12, 1663096. https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1663096

Huang Yingjuan, Jun Meng, Baoguo Sun, et all. (2017). “Acupuncture for serum uric acid in patients with asymptomatic hyperuricemia: A randomized, double-blind, placebo-controlled trial”. National Library of medicine.

Karis Elaine, MD, Daria B, et all. (2024). Review article “Hyperuricemia, Gout, and Related Comorbidities: Cause and Effect on a Two-Way Street”. Southern Medical Journal.

Mokambu Zulfikar, Rona Febriyona. (2024). Efektifitas Teknik Pijat Akupressure Terhadap Penununan Kadar Asam Urat pada Penderita Gout arthritis di Wilayah Puskesmas Bulango Ulu. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah. Edisi khusus 2024. Hal. 68-73.

Wang Xinyi, Bingyun Liu, Shan Wang, et all. (2017). Effects of acupuncture at Shu, Yuan, and Mu acupoints on blood serum uric acid and xanthine oxidase levels in a rat model of gout and hyperuricemia. National Library of medicine.

Diterbitkan

2026-06-30