ETNOBOTANI TUMBUHAN BERACUN DAN PEMANFAATANNYA DI MALUKU UTARA, INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.33387/kmj.v4i2.5522Abstrak
Provinsi Maluku Utara memiliki lautan luas yang diapit berbagai macam pulau dan merupakan provinsi yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah. Selain penghasil rempah Provinsi Maluku Utara terdapat berbagai jenis tumbuhan baik itu tumbuhan obat maupun tumbuhan beracun. Tumbuhan merupakan sumber daya hayati yang telah digunakan manusia sejak lama menandakan interaksi manusia dengan tumbuhan begitu penting terutama masyarakat pedalaman disebut sebagai Etnobotani. Tumbuhan racun mengandung senyawa kimia beracun yang mampu menghambat respon pada sistem biologis sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. Identifikasi tumbuhan beracun diwilayah Provinsi Maluku Utara dilakukan pada tumbuh-tumbuhan beracun seperti Tumbuhan Brotowali, Buah Maja, Tagalolo, Bori, Bintaro, Talas, Akar Tuba, Balacai, Kecubung, serta Mojiu. Identifikasi jurnal ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara yang dilakukan dengan melihat pemanfaatan tumbuhan racun yang digunakan oleh masyarakat sekitar dan dilakukan perbandingan dengan literatur penelitian. Dari hasil identifikasi diperoleh data pemanfaatan tumbuhan racun yang telah diidentifikasi di Provinsi Maluku Utara yaitu sebagai bahan pembasmi hama pada tanaman, racun ikan dilaut, serta membuat efek memabukkan dan halusinasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tumbuhan beracun merupakan tumbuhan dengan potensi yang sangat besar pemanfaatan dalam bidang pertanian sebagai pestisida nabati untuk mengatasi, mencegah dan membunuh hama.Referensi
Arofah, N. and Larasanti, E. (2021) ‘Studi Pendahuluan Sintesis Metil Ester Sulfonat dari Tanaman Jarak Pagar Menggunakan Katalis Hidrotalsit’, Jurnal Migasian, 5(2), pp. 34–40.
Bairagi, S. M. et al. (2014) ‘Evaluation of Anti-Diarrhoeal Activity of the Leaves Extract of Ficus microcarpa L. (Moraceae)’, Marmara Pharmaceutical Journal, 18, pp. 135–138.
Bustanussalam and Simanjuntak, P. (2009) ‘Uji Bioaktivitas Senyawa Glikosida dari Biji Keben (Barringtonia asiatica L . Kurz)’, Jurnal Natur Indonesia, 12(1), pp. 9–14.
Hakim, L. (2014) Etnobotani dan Manajemen Kebun-Pekarangan Rumah: Ketahanan Pangan, Kesehatan, dan Agrowisata. Malang: Selaras.
Handayani, L., Pranggono, H. and Linayati (2020) ‘Pengaruh Pemberian Akar Tuba (Derris elliptica) dan Saponin dengan Kombinasi Dosis yang Berbeda terhadap Mortalitas Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)’, PENA Akuatika, 19(1), pp. 1–11.
Hariyanto, S. E., Pranata, F. S. and Aida, Y. (2008) ‘Pemanfaatan Ekstrak Daun Kecubung (Datura metel L.) sebagai Pembius Ikan Koi (Cyprinus carpio L.) pada Saat Pengangkutan’, Biota, 13(1), pp. 24–30.
Irtiawati, Rafdinal and W., E. R. P. (2020) ‘Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan Beracun di Desa Keranji Paidang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak’, Protobiont, 9(2), pp. 132–141.
Maulina, F. D. A., Lestari, I. M. and Retnowati, D. S. (2012) ‘Pengurangan Kadar Kalsium Oksalat pada Umbi Talas Menggunakan NaHCO3 sebagai Bahan Dasar Tepung’, Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 1(1), pp. 277–283.
Ridanti, C., Dharmono and Riefani, M. K. (2022) ‘Kajian Etnobotani Aren (Arenga pinnata Merr.) di Desa Sabuhur Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut’, Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 1(3), pp. 200–215.
Sa’diyah, N. A., Purwani, K. I. and Wijayawati, L. (2013) ‘Pengaruh Ekstrak Daun Bintaro (Cerbera odollam) terhadap Perkembangan Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)’, Jurnal Sains dan Seni Pomits, 2(2), pp. 111–115.
Siti, F., Jumar and Ronny, M. (2021) ‘Uji Efektivitas Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa (L .) Miers.) pada Hama Padi Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) dalam Skala Rumah Kaca’, Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 19(1), pp. 19–26.
Taufieq, N. A. S., Tenriola, R. and Aprianti, D. W. (2019) ‘Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati Menggunakan Buah Maja pada Kelompok Tani Desa Bontotiro di Kabupaten Bantaeng’, Jurnal Dedikasi, 21(2), pp. 128–133.
Utami, N. R. et al. (2019) ‘Etnobotani Tanaman Obat Masyarakat Sekitar di Gunung Ungaran, Jawa Tengah’, Prod Sem Nas Masy Biodiv Indon, 5(2), pp. 205–208.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa KMJ (Kieraha Medical Journal) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Menyetujui untuk menerbitkan artikel yang telah dikirimkan ke KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengalihkan hak cipta (transfer of copryright) artikel ini kepada KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengganti kerugian dan membebaskan KMJ (Kieraha Medical Journal) dari biaya yang mungkin timbul disebabkan oleh pelanggaran pada artikel tersebut.
- Menjamin bahwa Artikel yang dikirimkan adalah asli. Jika Artikel mengandung bagian teks, gambar, atau data yang merupakan karya orang lain, pastikan sudah mendapatkan hak atau ijin dari pemegang hak cipta (pengarang, penerbit, atau organisasi) atau didalam artikel sudah disebutkan referensinya sesuai format pengutipan data.
Lisensi :
KMJ (Kieraha Medical Journal) diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.