FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SWAMEDIKASI PENGOBATAN NYERI GIGI DI APOTEK SAMALEWA KABUPATEN SIDRAP
DOI:
https://doi.org/10.33387/kmj.v6i1.8466Kata Kunci:
Swamedikasi, Analgetik, Antiinflamasi, Nyeri GigiAbstrak
Kerusakan pada struktur gigi akibat adanya inflamasi dapat menimbulkan rasa nyeri yang sangat mengganggu. Obat-obatan golongan analgetik-antiinflamasi yang paling sering digunakan untuk swamedikasi pada nyeri gigi memiliki efek samping berupa iritasi pada lambung jika digunakan secara tidak tepat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan swamedikasi obat analgesik-antiinflamasi dalam mengatasi keluhan nyeri gigi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain survey analitik. Pendekatan cros sectional study dilakukan untuk mencari hubungan antara variable independen dengan variable dependen dengan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan swamedikasi obat nyeri gigi di Apotek Samalewa kabupaten Sidrap. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa tingkat pengetahuan responden mengenai swamedikasi obat nyeri gigi terbanyak 42,8% (kategori baik), 42,% (kategori cukup) dan 14,2% tergolong kategori kurang. Jenis obat yang banyak di gunakan untuk swamedikasi nyeri gigi adalah Asam Mefenamat sebesar 28,5%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penegetahuan (p=0,009) dan pendidikan (p=0,003) seseorang terhadap swamedikasi obat untuk mengatasi keluhan nyeri gigi.Referensi
Artati, K. S., & C., H. A. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien terhadap Perilaku Swamedikasi Nyeri yang Rasional di Apotek Harish Farma Kabupaten Sukoharjo. Inpharnmed Journal, 4(2), 34–42.
Balasubramanian, S., & Sumanth, A. (2010). Mefenamic acid - Role as Antipyretic. Indian Pediatrics, 47, 453. https://doi.org/10.1007/s13312-010-0068-4
Djunarko, Y. I. (2011). Swamedikasi yang Baik dan Benar. PT Intan Sejati.
Garrido, P. C., Garcia, R. J., Barrera, V. H., & Miguel, A. G. de. (2008). Predictive Factors of Self-Medicated Drug Use Among The Spanish Adult Population. Pharmacoepidemiology and Drug Safety, 17, 193–199. https://doi.org/10.1002/pds
Ghofur, A. (2019). Pediman Lengkap Kesehatan Gigi dan Mulut. Desa Pustaka Indonesia.
Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2006). No Title. In Textbook of Medical Physiology (11th ed.). Elsevier Saunders.
Halim, S. V., Prayitno S, A. A., & Wibowo, Y. I. (2018). Profil Swamedikasi Analgesik di Masyarakat Surabaya, Jawa Timur. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 16(1), 86–93.
Hantoro, D. T., Pristianty, L., Athiyah, U., & Yuda, A. (2014). Pengaruh Pengetahuan terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid (AINS) Oral pada Etnis Arab di Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas, 1(2), 45–48.
Iskandar, H., Sukowati, Y., Meryta, A., & Setyaningrum, N. A. (2022). Gambaran Pengetahuan Masyarakat tentang Swamedikasi Sakit GIgi di RW 044 Kelurahan Bahagia, Bekasi Utara. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 4(2), 256–269.
Machado, G. C. M., Daher, A., & Costa, L. R. (2014). Factors associated with no dental treatment in preschoolers with toothache: A cross-sectional study in outpatient public emergency services. International Journal of Environmental Research and Public Health, 11(8), 8058–8068. https://doi.org/10.3390/ijerph110808058
Mandala, M. S., Inandha, L. V., & Hanifah, I. R. (2022). Hubungan Tingkat Pendapatan dan Pendidikan dengan Perilaku Masyarakat Melakukan Swamedikasi Gastritis di Kelurahan Nunleu Kota Kupang. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(1), 62–70.
Mildawati, R., Nugroho, B. P., Prasetyawan, F., Kristjono, A., & Saristiana, Y. (2024). Edukasi Swamedikasi Penggunaan Obat Asam Urat pada Pemeriksaan Kesehatan Berkala. Lentera Jurnal, 4(2), 141–151.
Notoatmodjo, S. (2012). Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Pratiwi, R., & Mutmainnah, R. (2013). Gambaran keparahan karies pada anak usia 6, 9 dan 12 tahun di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan menggunakan indeks PUFA/pufa. Journal of Dentomaxillofacial Science, 12(2), 76–80. https://jdmfs.org/index.php/jdmfs/article/download/354/354
Rahmayanti, E. (2017). Tingkat Pengetahuan dan Rasionalitas Swamedikasi Pasien di Tiga Apotek Kecamatan Medan Sunggal. Repositori Institusi USU. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/1280
Restiyono, A. (2016). Analisis Faktor yang Berpengaruh dalam Swamedikasi Antibiotik pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Kajen Kebupaten Pekalongan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 11(1), 14–27. https://doi.org/10.14710/jpki.11.1.14-27
Sari, S. K., Oktaria, S., & Hasibuan, R. A. U. (2024). Hubungan Kejadian Kecacingan STH dengan Swamedikasi Penyakit Kecacingan oleh Orangtua dari Anak SD 106804 Percut. Ibnu Sina, 23(2), 258–265.
Shah, A., Naqvi, A. A., & Ahmad, R. (2016). The need for providing pharmaceutical care in geriatrics: A case study of diagnostic errors leading to medication-related problems in a patient treatment plan. Archives of Pharmacy Practice, 7(3), 87. https://doi.org/10.4103/2045-080x.186173
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa KMJ (Kieraha Medical Journal) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Menyetujui untuk menerbitkan artikel yang telah dikirimkan ke KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengalihkan hak cipta (transfer of copryright) artikel ini kepada KMJ (Kieraha Medical Journal).
- Menyetujui untuk mengganti kerugian dan membebaskan KMJ (Kieraha Medical Journal) dari biaya yang mungkin timbul disebabkan oleh pelanggaran pada artikel tersebut.
- Menjamin bahwa Artikel yang dikirimkan adalah asli. Jika Artikel mengandung bagian teks, gambar, atau data yang merupakan karya orang lain, pastikan sudah mendapatkan hak atau ijin dari pemegang hak cipta (pengarang, penerbit, atau organisasi) atau didalam artikel sudah disebutkan referensinya sesuai format pengutipan data.
Lisensi :
KMJ (Kieraha Medical Journal) diterbitkan berdasarkan ketentuan Creative Commons Attribution 4.0 International License. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun, menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Penulis atas ciptaan asli.