Pemeriksaan virus white spot syndrom virus (WSSV) pada udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Aceh

Fauziati Fauziati, Devi Yulianti

Sari


Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas air payau yang saat ini telah banyak diminati dan menjadi produk unggul sektor perikanan budidaya di Indonesia. Penurunan produksi dan budidaya udang vaname ini disebabkan oleh adanya penyakit WSSV (White spot Syndrom Virus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi penyakit WSSV pada udang vaname di Unit Usaha Pembudidayaan Ikan PT. Surya Windu Pertiwi. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Februari-Maret 2022, bertempat di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Aceh. Penelitian dilakukan dengan metode observasi skala laboratorium. Sampel yang digunakan adalah benih udang vaname. Metode untuk mendeteksi penyakit WSSV menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel benur udang vaname yang diamati negatif dari virus penyebab penyakit WSSV. Terlihat dari hasil elektroporesis DNA (size 941)

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alifuddin, M., Dana, D., Malole, M.B., Pararibu FH. 2003. Pathogenesis infeksi WSSV (White Spot Syndrome Virus) pada Udang Windu (Penaeus monodon Fab). J Akuakultur Indonesia 2: 85-92.

Badan Standarisasi Nasional. 2006. SNI Benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas benih sebar – SNI 01-7252-2006. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta

Balai Buidaya Laut Lampung. 2002. Pengelolaan Kesehatan Ikan Budidaya Laut. Balai Budidaya Laut Lampung. Lampung

Boyd. 1990. Water Quality In Pond For Aquaculture. Auburn University Alabama.

Faruza. 2014. Teknik Diognosa Penyakit Ikan. http://www.academia. edu/4876626/teknik_diagnosapenyakit ikan [5 Maret 2014].

Haliman, R.W., dan Adijaya, S. 2005. Udang vannamei pembudidayaan dan prospek pasar udang putih yang tahan penyakit. Penebar Swadaya. Jakarta.

Lightner, D.V. 1996. A Handbook of Shrimp Pathology and Diagnostic Procedures for Diseases of Cultured Penaeid, Shrimp World Aquaculture Society, Baton Rouge, Louisiana, USA. 304 p.

Mahardika, K., Zafran, dan I. Koesharyani. 2004. Deteksi WSSV (white spot syndrome virus) pada udang windu (Penaeus monodon) di Bali dan Jawa timur menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 10 (1): 55-60.

Sing, CP., D.H. Tasi, C.Y., Huang, C.H., Wang, H.C., Chiang, C.F. Lo. 1996. Development and Evaluation of Dot Blot Analysis for Detection of White Spot Syndrome Baculovirus (WSVB) in Penaeus monodon.

Sing, CP., C. F. Lo, Y.C. Wang. dan G. H. Kou .1996. Identification of white spot syndrome associated baculovirus (WSBV) target organs in the shrimp Penaeus monodon by in situhybridization. Dis. Aquat. Organ. 27: 131–139.

Sing, C.P., H.C. Chen, dan Y.C. Wang. 1998. Detection of White Spot Syndrome Asociated Baculovirus in Eksperimentally Infected Wild Shrimp, crab andLobsters by in Situ Hybridization Aquacult. 164: 233-242.

Sitohang, S., Prasetyo, D., Noer, Z., dkk. Pengantar Bioteknologi. Tohar Media. Makassar. Pp 209.

Sulistinarto, D. 2008. Manajemen Pemeliharaan Budidaya Udang Berwawasan Lingkungan. Balai Budiday. Air Payau, Jepara.

Suyanto, S.R, dan A. Mujiman. 2003. Budidaya Udang Windu. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tricahyo, E., 1995. Biologi dan Kultur Udang Winduh (Panaeus monodon FAB). Akademika Persindo. Jakarta.

Wittefeldt, J., Cifuentes, C.C., Vlak, J.M., Van Hulten, M.C.W. 2004. Protection of Penaeus monodon Against WSSV (White Spot Syndrome Virus) by Oral Vaccination. Journal Virology 78: 2057-2061.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.