Pendidikan Karakter Islam Berbasis Etnopedagogi: Model Pengabdian pada Siswa MA Muhammadiyah Pabos, Jailolo, Halmahera Barat

Penulis

  • irwan abbas Universitas Khairun
  • Nazir

Kata Kunci:

Pendidikan karakter islam, Etnopedagogi, Kearifan Lokal

Abstrak

Pendidikan karakter Islam perlu dihubungkan dengan pengalaman sosial-budaya peserta didik agar nilai keagamaan tidak berhenti pada penguasaan konsep. Artikel pengabdian ini menyajikan rancangan program pendidikan karakter Islam berbasis etnopedagogi bagi 32 siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Pabos, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Program dirancang melalui koordinasi sekolah, pemetaan nilai lokal yang relevan, pretest, pembelajaran partisipatif berbasis cerita dan kasus, proyek aksi karakter, serta posttest. Nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, tolong-menolong, dan musyawarah dihubungkan dengan ajaran Islam dan contoh tradisi kebersamaan masyarakat Halmahera Barat, khususnya makna sosial Sasadu/Orom Sasadu sebagai rujukan kontekstual, bukan asumsi bahwa semua siswa berasal dari komunitas budaya yang sama. Untuk memperlihatkan format evaluasi, disusun data simulasi 32 pasangan nilai dengan rerata pretest 61,35 dan posttest 82,50 serta kenaikan 21,15 poin. Angka tersebut sepenuhnya sintetis dan tidak boleh ditafsirkan sebagai hasil kegiatan lapangan. Produk yang disiapkan ialah modul singkat, instrumen evaluasi, rubrik praktik, dan skema tindak lanjut sekolah. Implementasi aktual, dokumentasi, persetujuan sekolah, dan penggantian seluruh angka dengan data nyata merupakan syarat sebelum pengajuan ke jurnal.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arif, A. M., Nurdin, N., & Elya, E. (2023). Character education management at Islamic grassroot education: The integration of local social and wisdom values. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 435–450. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v7i2.5468

Bierer, S. B., Beck Dallaghan, G., Borges, N. J., Brondfield, S., Fung, C. C., Huggett, K. N., Teal, C. R., Thammasitboon, S., & Colbert, C. Y. (2025). Moving beyond simplistic research design in health professions education: What a one-group pretest-posttest design will not prove. MedEdPORTAL, 21, 11527. https://doi.org/10.15766/mep_2374-8265.11527.

Gaus, D. (2025). Penguatan profil pelajar Pancasila melalui nilai budaya suku Sahu di SMP. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(6.D), 638–645. https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/ article/view/12862.

Hart, P. (2022). Reinventing character education: The potential for participatory character education using MacIntyre’s ethics. Journal of Curriculum Studies, 54(4), 486–500. https://doi.org/10.1080/00220272.2021.1998640.

Mansur, M., & Sholeh, M. (2024). Implementing character education based on local wisdom in a public Islamic elementary school. Journal of Integrated Elementary Education, 4(1), 54–70. https://doi.org/10.21580/jieed.v4i1.20238

Nanuru, R. F. (2019). Orom Sasadu: Hakikat dan maknanya bagi masyarakat suku Sahu di Halmahera Barat, Maluku Utara. Jurnal Filsafat, 29(1), 66–101. https://doi.org/10.22146/jf.41641.

Nanuru, R. F. (2022). Sasadu: Traditional houses in Sahu tribe community reviewed from the philosophy of Jürgen Habermas. Golden Ratio of Social Science and Education, 2(2), 87–97. https://doi.org/10.52970/grsse.v2i2.197.

Ramadani, D. R., & Fitrisia, A. (2023). The character education implementation and local wisdom values in learning history: The Islamic development in Indonesia. Indonesian Research Journal in Education, 7(1), 196–206. https://doi.org/10.22437/irje.v7i1.26308.

Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy apporach: A case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10), e31370. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31370.

Sibua, S., & Nada, A. (2022). Eksistensi makna verbal dan non verbal pada tradisi Orom Sasadu. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP), 6(1), 130–145. https://doi.org/10.31539/kibasp.v6i1.4855.

Unduhan

Diterbitkan

2026-11-06