ANALISIS KERENTANAN FISIK WILAYAH PESISIR PULAU TERNATE

Kartini Ali, Djati Mardiatno

Sari


Penelitian ini terdapat di Wilayah Pesisir Pulau Ternate yang bertujuan untuk 1), menentukan
tingkat kerentanan fisik, 2), menganalisis persebaran tingkat kerentanan fisik di wilayah Pesisir
Pulau Ternate. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif kuantitatif yaitu suatu
metode penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data dan fakta-fakta dari gejala-gejala yang
ada dan mencari keterangan secara faktual. Unit analisis dalam penelitian ini adalah lahan yang
terdapat pada wilayah pesisir yang diklasifikasi berdasarkan kemiringan lereng, dan telah
ditentukan beberapa lokasi pengamatan, Hasil yang diperoleh kerentanan fisik yang tinggi
Pulau Ternate yang didominasi oleh satuan bentuk lahan asal proses vulkanik yakni pantai
berbatu, suatu pantai yang memiliki dinding clif sedang tetapi pantai tersebut mampu meredam
gelombang jika dibandingkan dengan pesisir dataran rendah maka pesisir seperti ini memiliki
bobot nilainya sedang terdapat pada unit 1.1 dimana kondisi lahan yang didominasi dataran
pantai sehingga memliki jumlah pemukiman yang tinggi. Pada kelerengan landai (unit 2.4)
bagian utara Wilayah Pesisir Pulau Ternate didominasi oleh penggunaan lahan hutan rimba maka
bobot scoring diperoleh hasil nilai sedang. Sedangkan pada unit 3.2 dengan kemiringan lereng
agak curam berbeda dengan unit 1.1 maupun 2.4, Wilayah pesisir ini didominasi oleh pengunaan
lahan perkebunan, tidak berbeda jauh dengan pemukiman. selanjutnya pada unit 4.2 bagian
barat Wilayah pesisir Pulau Ternate dengan kemiringan lereng curam yakni penggunaan lahan
perkebunan pula, sebagaimana suatu daerah apabila didominasi oleh perkebunan daerah tersebut
pada saat mengalami bencana maka mengakibatkan kerugian yang tinggi jika dibandingkan
dengan daerah lahan kosong. Dan kondisi fisik diketahui kerentanan sedang terdapat pada enam
kelurahan diketahui unit.1.1 bagian selatan dengan tingkat kerentanan fisik yang tinggi.
Kata Kunci: Kerentanan Pesisir, Kerentanan Fisik


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arsyad S, 1989. Konservasi Tanah dan Air. IPB Pres Bogor

Badan Pusat Statistik., 2014. Kota Ternate dalam angka 2014. Kota Ternate

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun II Bitung 2016, gelombang di

Kota Ternate BMKG St.II Sulawesi Utara

Birkmann J, 2006 Measuring Vulnerability to Natural Hazard United Nations University Office

at the United Nations, New York

Dahuri R, Rais , Putra G. S., 2001. Pengelolaan wilayah pesisir dan lautan secara terpadu PT

Pradnya paramita. Jakarta

Khakim N, Jatmika R.H, Nurjani E, Setiadi D. B, 2014 Perubahan Iklim dan Pemanfaatan SIG

di Kawasan Pesisir. Gadjah Mada University Press Bulak Sumur. Yogyakarta

Slafztein, C.F, 2005, Climate Change, Sea Level Rise and Coastal Natural Hazard: A GIS Based

Vulnerability Assesment, state of para, Brazil, Department of Geologi, Center of

Geoscience, University of Para, Brazil.




DOI: http://dx.doi.org/10.33387/pangea.v2i1.1988

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.33387/pangea.v2i1.1988.g1480

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 

 

 

 Terindeksasi pada : 

 

              

 

 

 

 

Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi  is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License