Melek Ginjal Sejak Dini: Edukasi Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronik pada Komunitas Adat Pesisir Terpencil Kampung Kokoda, Papua Barat Daya
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan kondisi yang seringkali tidak disadari penderitanya hingga mencapai stadium lanjut akibat minimnya gejala pada tahap awal. Masyarakat adat pesisir Kampung Kokoda, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, memiliki faktor risiko PGK yang unik akibat kondisi geografis, pola konsumsi, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan deteksi dini PGK pada komunitas tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2026 dalam rangka Program Kolaborasi Nasional AIPKI oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari. Narasumber adalah Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, Sp.PD, KGH, Sp.GK, pakar nefrologi dari Universitas Hasanuddin. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, pemeriksaan tekanan darah, dan konseling kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan tentang fungsi ginjal, gejala dini PGK, faktor risiko yang dapat dimodifikasi, 8 Golden Rules perlindungan ginjal, serta klarifikasi mitos dan fakta seputar kesehatan ginjal. Sesi klarifikasi mitos mendapatkan respons paling antusias dari peserta. Pendekatan edukasi lapangan melalui kolaborasi nasional AIPKI terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ginjal pada komunitas pesisir terpencil.